Diorama Miniatur Tugu Golong Gilig Yogyakarta

Diorama Miniatur Tugu Golong Gilig Yogyakarta
3 (60%) 2 votes

Diorama Tugu Golong Gilig merupakan sebuah bangunan yang berisi miniatur Tugu Jogja dengan bentuk awal (golong gilig) beserta asal usul dan sejarah pembangunan tugu tersebut. Pembangunan diorama ini sejalan dengan Program Revitalisasi Kawasan Malioboro dan Penataan Nol Kilometer untuk menguatkan filosofi garis imaginer yang melewati kawasan tersebut. Diorama ini sebagai pengingat bahwa bentuk Tugu Jogja yang ada sekarang ini berbeda dengan tugu saat pertama kali dibangun.

Diorama Miniatur Tugu Golong Gilig diresmikan pada tanggal 5 November 2015. Pembangunan diorama ini dimulai sejak tahun 2013 dan menghabiskan dana ABPD sebesar 2.6 milyar Rupiah. Luas lahan yang digunakan sekitar 293 m².

Kondisi Diorama Tugu Golong Gilig Yogyakarta

Lokasi Diorama Tugu Golong Gilig berada di kawasan Tugu Jogja yang menghubungkan empat jalan utama yaitu Jalan Marto Utomo (dulu Jalan Pangeran Mangkubumi), Jalan Jenderal Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Pangeran Diponegoro. Posisi diorama ini berada di sudut tenggara Tugu Jogja dengan menempati area bekas pos polisi lama, kios bengkel, bensin eceran, serta agen tiket dan travel. Diorama ini menempati area terbuka dan pengunjung dapat langsung memasukinya untuk melihat isi diorama tersebut.

Tugu Jogja Dari Diorama Tugu Golong Gilig

Diorama Tugu Golong Gilig Yogyakarta terdiri dari replika miniatur Tugu Golong Gilig, dinding berisi gambar suasana Tugu tempo dulu lengkap dengan sejarahnya, TV raksasa yang berisi informasi seputar wisata di Yogyakarta, dan miniatur garis imajiner yang menghubungkan antara Gunung Merapi – Tugu Pal Putih – Kraton YogyakartaPanggung Krapyak – Pantai Selatan (Pantai Parangtritis). Desain pembangunannya melibatkan beberapa ahli yang berkaitan dengan pelestarian cagar budaya seperti dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala dan Dinas Kebudayaan DIY. Hanya saja kemasan yang ditampilkan terkesan monoton dan kurang menarik. Selain itu keberadaan TV raksasa justru menimbulkan polusi suara dan cahaya disekitar kawasan tersebut. Saya berharap beberapa tahun kedepan kondisinya tidak senasib dengan Monumen Batik di Nol Kilometer Yogyakarta yang saat ini telah dibongkar dan diganti dengan desain baru.

Sejarah Tugu Jogja Pada Diorama Tugu Golong Gilig

Diorama Tugu Golong Gilig cukup memberikan warna baru suasana kawasan Tugu Jogja. Informasinya cukup lengkap dan menambah wawasan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Hanya saja kemasannya kurang menarik dan banyak wisatawan yang lebih memilih langsung menuju area tepi Tugu Jogja. Penataan kawasan Tugu Jogja sepertinya belum selesai setelah diresmikannya Diorama Tugu Golong Gilig. Permasalahan utama yang ada justru belum terselesaikan seperti kesemrawutan kabel listrik di sekitar Tugu dan sampah visual yang mengganggu pemandangan. Masyarakat Yogyakarta berharap kawasan pelestarian sejarah dan budaya seperti Tugu Jogja harus bebas dari reklame atau papan iklan yang mengganggu pandangan. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Jarwadi MJ:

    waini, kapan2 saya harus ke sana. antar aku ke sana ya kak

Kirim pendapat