Dawet Ireng Pak Wagiman atau Dawet “Jembut” Purworejo

Dawet Ireng Pak Wagiman yang dikenal sebagai Dawet “Jembut” atau Jembatan Butuh merupakan daya tarik kuliner es dawet khas Purworejo di tepi jalan Raya Purworejo-Kebumen. Keberadaan warung es dawet ini cukup dikenal karena merupakan warung es dawet ireng yang pertama kali berdiri dan menyajikan es dawet ireng asli yang resepnya dijaga secara turun temurun.  Saat ini warung es dawet ini belum atau tidak membuka cabang dimanapun.

Dawet Ireng Pak Wagiman terletak di timur Jembatan Butuh, Jalan Raya Purworejo-Kebumen, desa Butuh, kecamatan Butuh, kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Warung Dawet Ireng Pak Wagiman Jembatan Butuh Purworejo

Lokasi Warung Dawet Ireng Pak Wagiman cukup strategis karena terletak di tepi Jalan Raya Purworejo-Kebumen tepatnya di sebelah timur Jembatan Butuh. Namun ternyata cukup sulit menemukan posisi warung ini karena ada beberapa jembatan serupa di sepanjang jalan raya penghubung antara kota Purworejo dengan kota Kebumen. Tanda Jembatan Butuh adalah jembatan rangka besi setelah kota kecamatan Kutoarjo atau setelah melewati gapura perbatasan wilayah Kebumen-Purworejo bila dari arah Kebumen. Pengunjung yang sudah sering melintas jalan raya ini pasti mengetahui letak warung es dawet hitam ini. Area parkir warung ini cukup luas dan mampu menampung beberapa kendaraan beroda empat.

Penyajian Dawet Ireng Pak Wagiman Jembatan Butuh Purworejo

Sejarah Es Dawet Ireng atau dawet hitam khas Purworejo dirintis oleh Mbah Ahmad pada tahun 1950 dengan mendirikan warung di timur Jembatan Butuh. Selanjutnya usaha es dawet hitam ini diteruskan oleh anaknya yang bernama Pak Wagiman. Usaha dawet ireng yang dilanjutkan Pak Wagiman bertambah ramai dan menjadi kuliner khas Purworejo. Hingga sekarang warung dawet ireng tersebut tetap dikenal sebagai Warung Dawet Jembut atau Jembatan Butuh ketimbang nama Dawet Ireng Pak Wagiman sendiri.

Proses pembuatan dawet atau cendol hitam khas Purworejo cukup alami yaitu diolah secara manual dengan tangan dan tidak menggunakan bahan pewarna buatan. Pewarna hitam untuk cendol dibuat dari daun padi kering (oman/merang) yang dibakar hingga menjadi abu kemudian abu dicampur dengan air dan menghasilkan warna hitam. Bahan pembuat cendol atau dawet berasal dari sagu bukan dari tepung beras seperti cendol hijau biasa. Selain itu bahan pemanis yang digunakan terbuat dari gula aren yang pohonnya banyak tersebar di daerah Purworejo.

Semangkuk Dawet Ireng Pak Wagiman Jembatan Butuh Purworejo

Penyajian Dawet Ireng Jembatan Butuh Pak Wagiman ini disajikan dalam mangkok kecil dimana porsi dawet atau cendol yang berwarna kehitaman jauh lebih banyak dibandingkan dengan kuahnya. Selanjutnya disiram dengan kuah santan yang sudah dicampur dengan potongan es. Terakhir untuk pemanis ditambahkan satu sendok gula aren cair. Pengunjung dapat juga menambahkan tape ketan putih pada sajian es dawet ireng yang akan disantap. Namun penambahan tape ketan putih disesuaikan dengan selera karena tidak semua orang menyukai tape ketan.

Cita rasa Dawet Ireng Jembatan Butuh Pak Wagiman ini cukup unik dan berbeda dari sajian dawet atau es dawet yang lain. Dawet atau cendol yang terbuat dari bahan alami ini tidak meninggalkan bekas rasa aneh di mulut dan membuat kita nagih untuk menambah satu mangkuk lagi. Harga yang ditawarkan cukup murah dan membuat pengunjung mampir kembali di lain waktu. Secara keseluruhan Warung Dawet Ireng Jembatan Butuh Pak Wagiman menjadi pilihan utama bersantap es dawet ireng atau dawet hitam khas Purworejo karena cita rasanya telah terjaga secara turun temurun. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk, Cara Baru Menyantap Hidangan Ayam Goreng

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Iqbal Kautsar:

    wah iki legendaris. legendaris dawete dan juga jenenge.. Jembut kecabut memang dawet hitam paling eksotis..

Kirim pendapat