Keindahan Danau Tamblingan Bali

Keindahan Danau Tamblingan Bali
4 (80%) 1 vote

Danau Tamblingan merupakan danau yang terletak paling barat diantara ketiga danau kembar yang terbentuk dari kaldera besar. Dua danau lainnya yang berada di sebelah timur danau ini adalah Danau Buyan dan Danau Beratan (Bratan) yang terkenal dengan Pura Ulun Danu dan Bedugul-nya. Kondisi Danau Tamblingan masih cukup alami karena sengaja tidak dikembangkan menjadi kawasan wisata modern seperti danau-danau lain yang ada di Pulau Bali.

Danau Tamblingan adalah sebuah danau yang terletak di lereng sebelah utara Gunung Lesung, kawasan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Lorong Jalan Menuju Danau Tamblingan Bali

Lokasi Danau Tamblingan berada di lereng sebelah utara Gunung Lesung dan diapit oleh kawasan dataran tinggi. Rute dari pusat kota Denpasar ke arah utara menuju ke arah Singaraja/Buleleng melewati Mengwi/Tabanan. Selama perjalanan akan melewati area pegunungan serta kawasan wisata yang cukup terkenal di pulau Bali yaitu Bedugul dan Pura Ulun Danu Danau Beratan. Kondisi jalan kembali menanjak setelah melewati kawasan Pura Ulun Danu Danau Beratan dan danau Buyan. Sesamping di puncak tanjakan ada sebuah pertigaan besar tanpa lampu lalulintas (Simpang Wanagiri-Singaraja) yang banyak terdapat pedagang kakilima pilihlah jalan ke kiri atau ke arah Munduk atau Danau Tamblingan.

Ikuti Jalan Wanagiri-Munduk tersebut hingga menemui pertigaan kecil ke arah Danau Tamblingan. Hal yang menarik ketika melewati jalan ini adalah keberadaan gardu pandang untuk melihat Danau Buyan dan Danau Tamblingan dari atas perbukitan atau saat ini dikenal sebagai Bukit Kembar Gobleg. Kondisi jalan mulai menurun dan akhirnya tiba di gerbang masuk area danau. Sebelum memasuki area danau akan melewati area hutan tepi danau yang cukup lebat dan banyak ditumbuhi beranekajenis tumbuhan. Kendaraan pengunjung dapat diparkir di area tanah lapang tepi danau atau di depan rumah penduduk yang tinggal disekitar danau tersebut.

Asal-Usul nama Tamblingan berasal dari dua kata dalam Bahasa Bali yaitu Tamba berarti obat, dan Elingang berarti ingat atau kemampuan spiritual. Diceritakan dalam Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul bahwa masyarakat di wilayah itu konon pernah terkena wabah epidemi. Sebagai jalan keluar seseorang yang disucikan kemudian turun ke danau kecil di bawah desa untuk mengambil air untuk obat. Berkat doa dan kemampuan spiritual beliau air itu kemudian dijadikan obat dan mampu menyembuhkan masyarakat desa. Kata Tamba dan Elingang inilah lama kelamaan menjadi Tamblingan.

Pura Ulun Danu Danau Tamblingan Bali

Ketika saya berkeliling kawasan tepi danau Tamblingan, sebagian dataran menuju ke pura Gubug yang ukurannya besar di tepi danau terendam air. Sepertinya air danau meluap ke daratan. Menurut penduduk yang saya temui fenomena ini pernah terjadi beberapa tahun yang lalu dan ada peneliti yang mengatakan bahwa kejadian ini merupakan efek pendangkalan danau.

Diceritakan pada abad 10M sampai 14M lingkungan Danau Tamblingan adalah pemukiman yang pusatnya berada di Gunung Lesung sebelah selatan danau. Karena suatu alasan penduduknya kemudian berpindah ke empat daerah berbeda yang jaraknya masih berdekatan dengan areal danau. Keempat desa itu kemudian disebut Catur Desa, yang berarti empat desa yakni : Desa Munduk, Gobleg, Gesing, dan Umejero. Keempat desa ini memiliki ikatan spiritual dan memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menjaga kesucian danau dan Pura yang ada di sekitarnya.

Perahu Sampan Di Danau Tamblingan Bali

Di sebuah sudut tepi danau terongok perahu sampan yang digunakan penduduk sekitar untuk menyusuri danau menuju pura diseberang danau atau mencari ikan di tengah danau. Dengan kondisi danau yang belum tercemar, cukup banyak ikan yang ditangkap oleh penduduk sekitar yang bekerja sebagai pencari ikan.

Karamba Apung Di Danau Tamblingan Bali

Bunyi burung-burung yang tinggal di hutan yang berada di dekat pemukiman dan tepi danau ini membuat saya betah berlama-lama tinggal dan menikmati alam danau Tamblingan. Sesekali burung-burung tersebut hinggap dan turun di dekat kawasan pemukiman. Menurut informasi yang saya dapat, kawasan danau Tamblingan juga digunakan untuk kawasan konservasi satwa khususnya burung liar. Kegiatan bird wathcing atau pengamatan burung sering dilakukan di kawasan ini. Kadang fotografer juga turut serta mendokumentasikan jenis-jenis burung di kawasan hutan dekat danau Tamblingan ini. (text/foto: annosmile)

Ada 8 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. applausr:

    belum pernah kesini nih… informasinya berguna nih…. izin bookmarking dong ya

  2. brencia:

    wuuiihh anno piknik…

  3. dedekusnpeace:

    Indah bgt tuh…, referensi wisata yg menarik. Smg kedepan bisa berkunjung.
    Salam!

  4. TONGKONANKU:

    Ngomongin lokasi wisata di bali memang gak ada habisnya. Lengkap banget objek wisatanya. Objek wisata yg pernah sy kunjungi di bali, baru pantai Kura, Dream Land, dan Tnah Lot. :D

  5. Yusron Krista:

    buleleng ya ? belum pernah kesitu saya mas :)
    -ke bali maksudnya :p-

  6. Triunt:

    jan admine narsis tenan *mlayu*
    Kemarin di bali berapa lama mas bro? *balas via twit aja ya* :D

  7. Ceritaeka:

    Koe ki blusukane koq yo iso sing aneh-aneh apik toooh

  8. HeruLS:

    Doh, ngapain itu ada orangnya segala. Yah, rusak deh keindahannya
    *mlayu*

Kirim pendapat