Dalem Ropingen Kotagede, Jejak Sejarah Yang Jarang Diketahui

Dalem Ropingen Kotagede, Jejak Sejarah Yang Jarang Diketahui
Rate this post

Dalem Ropingen atau Rumah Ropingen merupakan salah satu bangunan joglo yang cukup terkenal di kampung Pandean, kampung yang terletak di sebelah timur dari Pasar Legi Kotagede. Rumah joglo milik keluarga H. Rofi’i mempunyai jejak panjang dalam sejarah dari beberapa puluh tahun yang lalu.

Dalam sejarahnya, Dalem Ropingen pernah dipake sebagai tempat produksi kain tenun dan batik. Rumah ini juga pernah dipakai untuk rapat Partai Serikat Islam (PSI) merah, cikal bakal Partai Komunis Indonesia. Selain itu, di tempat ini pernah pula dipergunakan untuk pentas drama lokal oleh pemuda ormas Islam Kotagede sama seperti Dalem Sopingan yang letaknya di barat laut Pasar Legi.

Pintu Gerbang Dalem Ropingen Kotagede Yogyakarta

Bangunan Dalem Ropingen dikelilingi tembok rumah yang cukup tinggi. terdapat pintu di bagian tengah yang terbuat dari kayu dan bercat kuning. Bila tidak ada tamu atau pengunjung dari tur Kotagede, pintu bangunan rumah ini selalu tertutup rapat sehingga tidak terlihat isi dibagian dalamnya. Saya mendapat kesempatan untuk melihat isi bagian dalamnya ketika mengikuti tur keliling kawasan perkampungan Kotagede.

Memasuki ruangan dibalik pintu depan bercat kuning, saya mendapati sebuah ruangan yang terdapat sebuah joglo dibagian tengahnya. Kondisi joglo dan teras yang mengelilinginya sudah selesai mengalami renovasi pasca gempa. Meskipun proses renovasi joglo tidak seperti yang diharapkan. Menurut beberapa tokoh, proses renovasi yang didanai donatur asing bekerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat milik pemerintah itu menuai beberapa kritikan karena proses renovasi tidak seperti yang diharapkan dan disinyalir ada penyimpangan dana sehingga hasil renovasi seperti bangunan setengah jadi.

Joglo Dalem Ropingen Kotagede Yogyakarta

Meskipun sudah banyak ungkapan protes namun tidak ditanggapi oleh lembaga tersebut dan dibiarkan kondisinya menjadi seperti sekarang ini. Saya cukup menyayangkan mengapa pelestarian bangunan bersejarah menjadi ajang pencarian uang bukan menjadi usaha penyelamatan aset bersejarah bangsa. Setelah cukup mengamati arsitektur bangunan joglo, saya langsung memasuki ruangan selanjutnya yaitu ruangan tengah.

Memasuki ruangan tengah masih tampak utuh arsitektur bangunan dengan dominasi bahan bangunan dari kayu jati. Sepertinya kerusakan ruangan bagian ini tidak separah bagian pendopo dan teras. Saya masih merasakan suasana bangunan jaman dahulu yang masih terjaga keaslian. Ruangan bagian belakang yang berfungsi sebagai gudang dan dapur hanya diperbaiki bagian dinding yang sebagian retak dan runtuh.

Dalem Ropingen memiliki sejarah yang panjang sejak ratusan tahun yang lalu sebelum zaman kemerdekaan hingga beberapa dekade presiden di Indonesia. Meskipun hanya sedikit orang mengetahuinya, diharapkan dengan tur keliling Kotagede sedikit demi sedikit orang akan mengetahui sejarah Kotagede (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat