Curug Setawing Jonggrangan, Salah Satu Air Terjun Musiman Kulon Progo

Curug Setawing merupakan daya tarik wisata air terjun di sekitar wilayah Girimulyo Kulon Progo yang aksesnya paling dekat dibandingkan wisata air terjun lain yang ada didekatnya. Curug atau air terjun ini merupakan air terjun musiman yang mengalir pada musim penghujan saja. Sejak dibuka menjadi obyek wisata, kawasan ini mulai berbenah dengan membangun taman di sekitar air terjun dan melengkapi fasilitas pendukung wisata.

Curug Setawing atau dikenal dengan nama Curug Jonggrangan atau Grojogan Ngisor Tawing (jawa: ngisor=bawah, tawing=tebing) beralamat di dusun Jonggrangan, desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Area Parkir Curug Setawing

Lokasi Curug Setawing berada di dekat Pasar Jonggrangan atau pasar yang ditemui setelah melewati tanjakan tajam dari Nanggulan Kulon Progo. Rute menuju air terjun ini dari pusat kota Yogyakarta dimulai dari jalan lurus ke arah barat dari Tugu Yogyakarta. Ikuti jalan lurus hingga melewati Jembatan Sungai Progo dan memasuki wilayah Nanggulan Kulon Progo. Kondisi jalan dari daerah Nanggulan mulai menanjak dan ujung tanjakan terdapat pasar yang terdapat papan nama Pasar Jonggrangan. Dari tempat ini perjalan sudah dekat dan pengunjung tinggal mengikuti jalan cor semen menurun hingga area parkir yang menggunakan halaman rumah milik salah seorang warga.

Akses jalan menuju area parkir Curug Setawing Jonggrangan sudah cukup baik dan mampu dilewati kendaraan roda empat. Sepertinya ini menjadi nilai tambah bagi wisata Curug Setawing dibandingkan air terjun yang lain di sekitar Girimulyo yang masih sulit dijangkau. Selain itu papan petunjuk arah sudah cukup lengkap dan menjauhkan wisatawan dari tersesat.

Baca Juga  Situs Watugudig

Jalan Menuju Curug Setawing

Area parkir Curug Setawing tidak luas, hanya mampu menampung beberapa kendaraan roda empat saja dan puluhan kendaraan roda dua. Namun cukuplah untuk menampung arus pengunjung yang datang setiap hari. Area parkir ini sekaligus sebagai pusat informasi wisata yang dikelola masyarakat sekitar. Pengelola siap sedia bila wisatawan membutuhkan informasi dan bantuan.

Perjalanan menuju Curug Setawing dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan cor semen yang lebih sempit. Sebetulnya untuk menuju lokasi air terjun dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan roda dua. Namun karena tidak ada area parkir yang mencukupi di sekitar air terjun dan mengganggu aktivitas warga sekitar, pengunjung dipersilakan memarkir kendaraan di tempat yang telah disediakan.

Persawahan di Dekat Curug Setawing

Hal yang menarik saat berjalan menuju ke Curug Setawing adalah pemandangan area persawahan yang cukup indah. Pemandangan ini cukup sebagai penghilang rasa lelah saat berjalan menuju ke lokasi air terjun. Di beberapa titik kita menemui warung penjual makanan sekaligus sebagai tempat beristirahat. Namun saat ini warung tersebut hanya buka saat hari-hari libur saja.

Sepuluh menit berselang akhirnya saya tiba di bagian bawah Curug Setawing. Pemandangan air terjun ini tampak jelas dari jembatan yang dilewati jalan setapak. Curug Setawing memiliki karakteristik sebagai air terjun bertingkat namun langsung jatuh kebawah bila aliran air sedang deras. Air terjun memiliki ketinggian yang cukup tinggi antara 15 hingga 20 meter. Karakteristik alam Curug Setawing tidak berbeda dibandingkan Curug Sigembor yang berada dalam satu desa.

Annosmile di Curug Setawing

Curug Setawing sama seperti curug atau air terjun yang lain di sekitar perbukitan Menoreh dimana hanya mengalir saat musim penghujan saja. Biasanya mulai terlihat deras saat awal musim penghujan dimana terjadi hujan deras berjam-jam mengguyur sekitar kawasan air terjun. Namun debit air terjun akan turun bila seminggu tidak terjadi hujan atau awal memasuki musim kemarau. Hal ini menjadi kendala dan saat ini belum ada solusinya bila memasuki musim kemarau.

Baca Juga  Goa Cerme, Kaitan Wisata Alam Dengan Sejarah Wali Songo

Disekitar Curug Setawing telah dibangun taman-taman yang fungsinya memperindah kawasan air terjun. Selain itu dibuatkan tanggul kecil pada aliran air terjun atau curug sebagai tempat bermain air. Penataan warung yang ada di sekitar air terjun juga cukup baik karena tidak mengganggu pemandangan air terjun. Meskipun pengembangan kawasan wisata di Curug Setawing hampir seragam dengan air terjun lain di sekitar Girimulyo, pengembangan kawasan wisata air terjun ini terlihat lebih matang dan tidak terkesan dipaksakan.

Aliran Sungai Yang Dibendung di Curug Setawing

Sebagai kawasan wisata air terjun yang paling dekat dan paling mudah diakses dari pusat kota Yogyakarta, Curug Setawing berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata unggulan. Insfrartuktur jalan yang cukup baik dan mampu dilalui kendaraan beroda empat menjadi nilai tambah tersendiri bagiwisata air terjun ini.

Dari segi penampilan dan pemandangan Curug Setawing mungkin kalah dibandingkan Air Terjun Kembang Soka yang berada dalam satu kecamatan. Namun hal tersebut dapat ditutupi dengan penataan kawasan wisata yang tidak merusak lingkungan dan penambahan daya tarik lain oleh pengelola obyek wisata seperti wisata agro atau pentas kesenian daerah. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat