Cemoro Lawang, Gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Cemoro Lawang, Gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
3.1 (62.86%) 7 vote[s]

Cemoro Lawang merupakan salah satu jalur menuju ke Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru atau lebih tepatnya menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Jalur ini terbilang paling favorit karena merupakan jalur paling dekat menuju kawah Gunung Bromo dan fasilitas pendukungnya paling lengkap diantara yang lain. Rata-rata orang yang berwisata ke gunung Bromo sering melalui jalur Cemoro Lawang.

Ada 4 jalur untuk menuju ke Gunung Bromo antara lain dari Malang melalui Desa Ngadas, dari Pasuruan melalui Tosari, dari Lumajang melalui Desa Burno, dan dari Probolinggo melalui Desa Cemoro Lawang.

Gerbang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru via Cemoro Lawang

Lokasi Cemoro Lawang berada di lereng pegunungan Tengger dengan akses jalan menuju lokasi dari Jalan Raya Pasuruan-Probolinggo. Kondisi jalan menuju Cemoro Lawang sudah beraspal baik meskipun dibeberapa titik kondisi jalan menyempit dan belum diperlebar. Wisatawan yang akan menuju Cemoro Lawang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor atau kendaraan umum seperti minibus dan colt bak terbuka. Perjalanan menuju cemoro Lawang dari pertigaan kecil Jalan Raya Pasuruan-Probolonggo membutuhkan waktu sekitar 1 (satu) jam.

Desa Ngadisari yang dilewati merupakan desa terakhir sebelum memasuki kawasan Cemoro Lawang. Di desa ini banyak bermukim suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Setelah melewati beberapa area persawahan milik warga akhirnya tiba di kawasan Cemoro Lawang yang dipenuhi oleh hotel, penginapan, dan homestay. Harga menginap beragam mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Wisatawan yang membawa kendaraan pribadi dipersilakan parkir di tempat yang disediakan agar tidak menganggu kelancaran lalu lintas.

Bangunan Homestay Tengger Permai

Rata-rata wisatawan yang datang ke Cemoro Lawang menyewa tempat menginap untuk persiapan tur wisata Bromo (Bromo Tour) yaitu menikmati sunrise dari Gunung Penanjakan, kawah Gunung Bromo, lautan pasir Gunung Bromo, dan padang savanna Gunung Bromo yang dikenal dengan nama Bukit Teletubbies. Tur wisata Bromo dengan menyewa kendaraan berjenis jeep/hartop yang banyak disewakan di sekitar Cemoro Lawang. Wisatawan dilarang melakukan tur sendiri dengan menggunakan kendaraan pribadi dari jalur Cemoro Lawang ini. Bila ingin membawa kendaraan pirbadi untuk tur keliling Bromo disarankan melewati jalur menuju Bromo yang lain. Pilihan tur lain adalah langsung menuju kawah Gunung Bromo saat siang hari hingga menjelang sore hari.

Wisatawan disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu karena telah melakukan perjalanan cukup jauh menuju tempat ini. Diharapkan kondisi tubuh wisatawan kembali prima dan bugar ketika mengikuti Tur keliling Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, Semeru. Sedikit informasi bahwa tur wisata tersebut dimulai sejak dini hari atau sekitar jam 2 pagi. Sambil menunggu waktu tur tiba, wisatawan bebas berjalan-jalan di sekitar Cemoro Lawang sambil menikmati suasana yang ada.

Pintu masuk kawasan Bromo berada di Desa Cemara Lawang (2.200 m di atas permukaan laut) merupakan titik terdekat dengan Bromo. Cemoro Lawang memiliki sarana pendukung antara lain hotel, toko-toko souvenir, persewaan jaket, persewaan jeep dan kuda.

TeamTouring di Cemoro Lawang

Suasana Cemoro Lawang menjelang siang hari kadang terlihat cerah kadang berkabut. Sesekali sinar matahari memancarkan sinarnya ke arah kawasan ini. Wisatawan yang belum terbiasa dengan udara dingin kawasan cemoro Lawang dipersilakan mengenakan jaket untuk menghangatkan tubuh dan beradaptasi dengan kondisi sekitar. Aktivitas yang tampak di sekitar Cemoro Lawang pada siang hari cukup lenggang dan sesekali tampak kendaraan hartop yang melewati kawasan ini untuk mengantarkan wisatawan yang lain.

Baca Juga  Asal-Usul Desa Pomahan Bojonegoro

Berjalan-jalan disekitar kawasan Cemoro Lawang memang cukup menyenangkan karena serasa berada di kawasan peristirahatan. Suasana tampak tenang di tempat ini karena tidak seramai seperti kawasan perkotaan. Fasilitas pendukung kawasan ini cukup lengkap karena menyatu dengan area pemukiman warga. Sebut saja warung kelontong, minimarket, warung makan, rumah makan, cafe, pedagang kakilima, masjid, pura, dan masih banyak lagi.

Wisatawan yang berkunjung ke Cemoro Lawang tidak perlu kesulitan mencari makan karena banyak penjual makanan di tempat ini. Hanya saja jenis makanan yang cukup terbatas dan jenis makanan yang paling banyak dijual ada nasi pecel khas Jawa Timur, nasi rames, rawon, ayam goreng, bakso, dan mie instan. Nasi pecel merupakan makanan favorit yang sering disantap oleh wisatawan. Rata-rata harga makanan yang dijual cukup terjangkau dan tidak berbeda dengan harga makanan di daerah perkotaan.

Transportasi Kuda di Cemoro Lawang

Ketika berjalan menuju ke Gerbang Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru, kami banyak berpapasan dengan massyarakat sekitar yang mengenakan jaket yang rapat dan berkalung sarung. Kami menyempatkan diri berfoto di pintu gerbang taman nasional tersebut tanpa memasukinya karena kami hanya sekedar jalan-jalan di seputar kawasan Cemoro Lawang. Saat kami berkeliling terlihat beberapa bangunan pura, wajar karena mayoritas penduduk Desa Cemoro Lawang ini beragama Hindu. Sesaji banyak diletakkan di depan rumah sehingga kita harus berhati-hati dalam menginjakkan kaki. Pura-pura kecil dibangun di samping rumah untuk beribadah.

Beberapa penyedia kuda lalu lalang di sekitar penginapan dan hotel untuk menawarkan transportasi untuk menuju ke tangga naik kawah Gunung Bromo atau hanya sekedar berkeliling di area Cemoro Lawang. Walaupun sudah terdapat transportasi modern, jasa kuda ini masih cukup menarik wisatawan untuk berkeliling di  Gunung Bromo.

Baca Juga  Pantai Pelang, Pantai Terluas Di Ujung Barat Trenggalek

Mengenai penggunaan bahasa disini sedikit berbeda dengan bahasa Jawa kebanyakan, penduduk Tengger hanya bisa berbahasa Jawa kasar dan Bahasa Indonesia. Logat bahasa masyarakat Tengger ini dengan mirip logat orang Madura. Kita tidak perlu ragu mengajak berbicara penduduk lokal karena semua orang di tempat ini sudah bisa berbahasa Indonesia dengan baik.

Pemandangan Gunung Bromo dan Gunung Batok dari Cemoro Lawang dari Cemoro Lawang

Dari ujung Cemoro Lawang, kami dapat melihat pemandangan Gunung Bromo dan Gunung Batok yang diselimuti kabut serta hamparan lautan pasir yang begitu luas. Bila menuju ke Kawah Gunung Bromo melalui jalur Cemoro Lawang,  wisatawan tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi. Beberapa transportasi yang ditawarkan di Cemoro Lawang untuk menuju ke Bromo antara lain dengan menggunakan jeep hardtop, kuda, dan ojek sepeda motor. Tujuannya untuk pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Bila anda suka dengan tantangan, boleh berjalan kaki menuju ke Gunung Bromo melewati padang pasir. Jarak tempuh perjalanan dari Cemoro Lawang menuju kawah Gunung Bromo sejauh 5 km. Selain itu bila pengunjung ingin berjalan kaki menuju ke Puncak Gunung Pananjakan dari Cemoro Lawang terdapat jalur jalan kaki yang ditempuh selama 4 jam.

Rute Cemoro Lawang

Dari kota Probolinggo – Terminal Bis Bayuangga – Kecamatan Sukapura – naik menuju Desa Ngadisari – Cemoro Lawang.

== Jalur Menuju Bromo

Dari Probolinggo: Tongas – Lumbang – Sukapura – Sapikerep – Wonokerto – Ngadisari- Cemoro Lawang

Dari Malang: Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Tosari – Penanjakan

Dari Pasuruan: Warungdowo – Pasrepan – Puspo – Tosari – Wonokitri – Pananjakan

Dari Lumajang: melalui Desa Burno

== Tarif Homestay

Mulai Rp 100.000,- per kamar (nego)

Ada 63 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. spydeeyk:

    hmm… saya lagi liburan ni.., and blom tau mau kemana.. mungkin bisa jadi pilihan buat jalan ni cemoro lawang.. :D

  2. Harry seenthing:

    wakh ini yang semalam diceritakan itu ya mas….wuih mantabbbbb, sudah selesai artikelnya euy

  3. zee:

    Wowww pemandanan Gunung Bromonya penuj aura mistis. Saya merasakannya hanya dengan melihat fotonya saja…. hmm….

  4. Ongki:

    wah… pengen bgt ke bromo.. belum kesampaian..
    hmm, jalan kaki menanjak 4 jam? wow, endak deh.. wakakak, langsung kurus ntr aku

  5. mayasaridotnet:

    orang jawa timur yang lom pernah ke Bromo itu ya saya… kebacut sekali memang nampaknya, ya…. hehehhe….
    Artikel bagus, mas…Mantap dan lengkap

    *dari dulu saya pengagum annosmile, enath knapa, padahal kita blom kenal. Saya selalu terpesona ketika ada nama annosmile dimana-mana. Eh…. malahan dah mampir duluan ke blog saya. Makasih banyak ya…..*

  6. wellsen:

    nice info, mas….jadi ingin berwisata ke sana :)

  7. dafiDRiau:

    Sunrisenya gimana…? pasti indah ya…

  8. Gus IKHWAN:

    Pemandangannya yang amboi gan
    kapan ya aku bisa ikut

  9. narno:

    saya selama ini hanya dengar nama saja belum pernah ke sana, trims atas infonya

  10. sauskecap:

    wah saya belum pernah ke bromo, tapi kalau naik kuda pernah….

  11. Cahya:

    Sudah lama saya pingin main ke Tengger, tapi sepertinya belum berjodoh mengunjunginya.

  12. hanif IM:

    mm, dingin yah? sampai full jacket gitu yang naek kuda… brrr… hehehe

  13. SemutGeni.Net:

    sampe sekarang masih lom kesampean kesini (doh)

  14. yayat38:

    wih bener2 MAs yang satu ini pengembara banget he he.
    Salut sayah. Kalo ke sini alhamdulillah pernah Mas dan menikmati keindahannya.
    Trims Mas. Sekali lagi salutt :)

  15. Abi:

    Ini tepatnya jadi blog pengembara seneng banget bisa jalan2x terus :d

  16. ardi:

    wew,,,katanya kawah gunung tengger keren ya om???

  17. munawar am:

    jalan2 saya belum sampai ke sana;
    ngeblognya di kamar terus

  18. Mamah Aline:

    saya jadi pingin kesana, terbayang hawa dinginnya… dua gunung itu memang mistis banget ya sampai sekarang

  19. akhta:

    Waktu muda dulu, saya sering ke tempat-tempat ini. Tapi sekarang kayaknya sulit kesana lagi. Saya sering turun di pekalen bersama songa untuk rafting pada masa-masa rafting belum booming spt sekarang.
    Terima kasih atas tulisannya yang telah membangkitkan kenangan lama.

  20. julie:

    enak deh mas anno jalan2 terus
    mas, ikutan lomba surat cinta di idana udah belon??

  21. andi:

    kapan sy bisa kesana ya :)
    *menghayal mode on*

  22. kampoeng:

    top..lengkap sekali liputannya

  23. Artikel Agama:

    kangen wisata..jadi kesini aja….

  24. HAPIA Mesir:

    wisata online. jadi kangen indonesia

  25. iman:

    waaahh
    jadi kenagen jawa timur
    titip salam ya buat jawa timur

    hehehe
    salam kenal mas

  26. buwel:

    Duh, jadi pengin naik kuda…

  27. a-chen:

    Memang penuh pesona neh Cemara lawang…

  28. Reza Fauzi:

    asik banget.. jadi pengen deh.. sumpek jakarta panas macet banyak polusi, haha

  29. Rossa:

    refreshing kesana pasca UN, bakal menyenangkan banget kali yah..
    yuhuw

  30. hary4n4:

    jadi inget pas kedinginan setengah mati, waktu nginep di perkampungan tengger.. wuih, smalam kayak orang gila.. mondar-mandir cari kayu utk api unggun.. bahkan akhirnya tidur dgn pake bara api di bawah kaki dan tangan, jadi tidurnya sambil duduk.. hehe..maaf, kok jadi curhat gini.. :D

  31. Pojok Pradna:

    pengeeen, rek

  32. Bang Iwan:

    Ada rasa jenuh berkecamuk dalam hati sore hari ini, ….
    namun setelah mampir disini terasa jiwa menerawang jauh, menembus cakrawala berwisata dengan panorama yang indah.

  33. munir ardi:

    jadi bisa keliling Indonesia dengan berkunjung ke blog ini Asyik banget bisa lihat pemandangan indah dan eksotis

  34. JhezeR:

    Homestay di alam yg masih sejuk…Woooo

  35. sobatsehat:

    boleh juga neh sebagai altenatif liburan akhir pekan ……….

  36. d-Gadget™:

    setiap kesini selalu bikin saya ngiler buat long trip ke tempat² wisata Indonesia…info bagus kang

  37. Didien®:

    Bromo adalah salah satu tempat yg sampe sekarang saya idam²kan tp belum kesampaian. kapan yah saya bisa ke Bromo ? :sad:
    btw pemandangannya bikin suasana hati terasa ikut sejuk

    salam, ^_^

  38. Caride™:

    haduhhh…setiap kesini selalu di sajikan pemandangan yg indah, membuat saya ingin datang ke tempat itu bro…
    di tunggu postingan berikutnya yg lebih indah dan keren….

  39. katakataku:

    pernah denger, dan hanya denger doang tentang cemoro lawang. mmm. emang menarik juga seeh, secara pemandangan aseli, apalagi gunung gitu lho (lol) udah berapakali punya niatan ke semeru ato bromo, tapi gagal mulu (doh)

    eh itu berapa tarif naik kuda? keknya asyik yah :D

    • addiehf:

      eh bisa ngeReply komen juga yah, tapi cuma punya sendirinya aja (doh)

    • annosmile:

      tarif kuda tergantung tujuan dan jarak bro
      nanti akan saya buat page yang isinya biaya backpaker dan touring bro.

  40. Dawam Multazam:

    aku ngertinya cuma di lawu ada cemoro kandang dan cemoro sewu. ;)
    ternyata di bromo namanya cemoro lawang toh?
    kalo di merapi apa ya cemoro apa-lagi? :-?

    ~ aku besok kamis bakal seminggu di kaliurang pren…. :mrgreen:
    ~~ insyaallah mampir lah. :D

  41. tomi:

    wahhh jadi pengen ke bromo :D
    kita serasa diatas langit dan awan ya kalo liat fotonya itu

  42. dedekusn:

    Referensi liburan yang sangat bagus, patut dikunjungi nih.
    Terima kasih banyak.

  43. tary:

    wuihhh mantep banget….pemandangannya keren, kabut gt suka banget :D

  44. Advenda:

    paling favorit tuh naik gunung semeru :D kalau photo paling asik di bromo kalo pagi udah di puncak hi hi

  45. attayaya:

    waaaaaah ga ingat aku
    karena dari malang ke bromo jalan malam.
    jadi ga keliatan banget jalannya

    nb :
    aku monetize sejak april kemaren, iseng2 mengasyikkan buat mbayar internetan di rumah

  46. sauskecap:

    wah kerennnnn…. saya dulu pernah berencana mendaki semeru, tetapi sayang… sampai sekarang belum terwujud mimpi saya….

  47. Itik Bali:

    Asyik Banget kayanya ya
    hawanya dinginnnn…

  48. Joko Setiawan:

    Asyik banget tuwh di Bromo…
    Saya terakhir kali ke sana saat tahun 2003 dulu Mas, sudah lama sekali,,,,

  49. AeArc:

    wew.. keren nih, kapan” mo kesana juga

  50. Wandi thok:

    Dengan Cemara Sewu bagusan mana mas?

  51. iLLa:

    wihh… keren banged yak. Pengen juga euy.. di Jawa Timur ini kan? Mang bener yak, kita ga perlu ke luar negeri buad menikmati liburan… negeri kita sudah menghamparkan pemandangan itu ^_^

  52. mandor tempe:

    Bebar-benar menyenangkan sekali jalan-jalan di gunung Bromo itu. Saya pernah ke saja lewat jalur pasuruan.

  53. Anas:

    Keren euy… bromo emang menarik untuk dikunjungi..

  54. wi3nd:

    anno,tarif jeepna berapa sekaran9?yan9 wat anek ke sanah

    kapan yah bisa merealisasikan ke bromo :roll:

  55. soewoeng:

    dadi kelingan cemoro sewu bos

  56. warm:

    ah jadi pengen kesana :|

  57. PRof:

    Tlah nyampe juga dikau disana bro… MANTAP, marai pengen

  58. Bung Eko:

    Wuih, Bromo…!!!
    Dulu cuma ngelewati tok, cuma ngeliat tok.
    Duh, mengin-mengini wae iki. :D

  59. vikhi:

    kangen tempat ini juga…
    Bromo… emang selalu keren…
    sama sekali tidak lekang oleh waktu, hehehe…

  60. tangguh sanjaya:

    eeeeeh ,, sekarang bulan november 2010 aktif ,, radius aman 3km… hayoo sapa yang mau mengembara disana .. ahihihihi :D

  61. santri dan alam:

    Rasakan sensasi lintasi lautan pasir bromo dengan motor

Balas pendapat dari ardi