Carica Dieng, Buah Dari Negeri Diatas Awan

Buah Carica dan hanya dapat tumbuh di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Tidak heran bila banyak orang yang tidak mengenalnya kecuali orang yang tinggal di sekitar Dataran Tinggi Dieng atau wisatawan yang pernah mengunjungi Dataran Tinggi Dieng. Beberapa kali berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, ini merupakan kali pertama saya mengetahui pohon atau tanaman Carica. Sebelumnya saya hanya mengenal produk olahannya saja yaitu manisan Carica.

Carica adalah tanaman sejenis pepaya yang tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 1.500 hingga 3.000 mdpl dan banyak ditemukan di Dataran Tinggi Dieng. Masyarakat Dieng dan Wonosbo mengolah buah Carica sejak tahun 1980-an menjadi sirup buah. Baru awal tahun 2000 masyarakat mulai mengembangkan produk olahan Carica lain seperti keripik dan manisan. Menurut informasi, buah Carica paling banyak ditemukan di Desa Sembungan, Dieng, Wonosobo.

 

Pohon Carica Dieng

Keberadaan tanaman Carica secara tidak sengaja saya temui saat beristirahat sejenak sambil berfoto bersama dengan kawan-kawan di gapura atau gerbang masuk kawasan Dataran Tinggi Dieng setelah melewati Gardu Pandang Tieng. Tanaman atau pohon Carica ini saya temukan di pinggir ladang milik penduduk dan ditanam secara rapi diantara petak ladang. Sebelumnya saya sempat ragu karena beberapa tanaman Carica tidak atau belum berbuah dan daun tanaman Carica mirip dengan daun pepaya biasa.

Cukup banyak terlihat tanaman Carica di area ladang ini dan sebagian besar telah dipanen buahnya. Secara sekilas daun tanaman Carica memang mirip dengan pepaya biasa karena masih satu rumpun. Bila dilihat batangnya pun sama dengan pohon pepaya biasa. Perbedaan tidak akan terlihat apabila kita tidak membandingkannya secara langsung dan mengamatinya dengan teliti.

Carica merupakan tumbuhan mirip pohon walaupun sesungguhnya adalah terna raksasa, karena batangnya tidak membentuk jaringan kayu (lignin). Tinggi dapat mencapai 10m dengan sedikit cabang. Buahnya berbentuk peluru dengan panjang 6-15cm dan lebar diameter 3-8cm, dengan lima sudut memanjang dari pangkal ke ujung; sewaktu muda berwarna hijau dan menjadi kuning atau jingga di saat masak. Buahnya (mesokarp) dapat dimakan segar walau agak sepat, namun biasanya diawetkan dalam cairan sirup atau dimasak sebagai sayuran. Seperti pepaya, buahnya mengandung banyak papain, enzim yang mampu mendegradasi protein (“proteolitik”). (sumber: anonim)

 

Baca Juga  Wedangan Kampoeng, Angkringan Berpadu Dalam Nuansa Jawa

Rasa penasaran pun membuat saya berbincang dengan seorang petani yang kebetulan sedang berladang. Menurutnya pohon Carica merupakan tanaman atau pohon yang mudah tumbuh dan dipelihara di Dataran Tinggi Dieng. Oleh karena itu banyak petani membudidayakannya di pematang sawah atau di halaman rumah. Keberadaan tanaman Carica tidak mengganggu lingkungan karena merupakan tanaman pangan dan tidak membutuhkan lahan khusus.

Cara menikmati buah Carica yang masih segar adalah dengan cara membelahnya menjadi dua dan mengambil bijinya untuk disesap. Rasa biji buah Carica cukup manis dan dari biji inilah yang akan digunakan untuk membuat sirup dan memberikan aroma dan rasa khas buah Carica dalam sirup. Saya belum sempat mencicipi buah Carica yang ada karena belum matang. Sepertinya saya akan mencarinya di kawasan pemukiman di dekat Kompleks Candi Arjuna karena daerah tersebut banyak ditemui warung dan toko-toko. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat