Cara Tambal Ban Motor Konvensional

Tambal Ban Motor Konvensional merupakan cara paling mudah dan cara paling umum yang digunakan untuk menambal ban dalam kendaraan bermotor. Teknik atau cara ini biasanya digunakan oleh tukang atau jasa tambal ban yang banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan.

Tukang Tambal Ban Sedang Membuka Ban Dalam Sepeda Motor

Alat untuk menambal ban motor secara konvensional cukup sederhana diantaranya pompa angin, pencungkil ban, potongan ban dan lem ban, gunting, gergaji besih kecil, sebaskom air, dan tungku pemanas. Pertama-tama kendorkan mur dan lepaskan dop ban yang bocor tersebut. Cungkil ban luar sepeda motor dengan alat pencungkil secara hati-hati. Kesalahan dalam mencungkil ban luar dapat menyebabkan velg mengalami bengkok atau cacat. Harap hal ini diperhatikan karena akan menyebabkan kerugian pada pemilik motor.

Setelah ban dalam dikeluarkan dari ban luar dan velg, pompa ban dalam yang bocor tersebut. Masukkan ban dalam yang dipompa tersebut ke dalam baskom berisi air untuk mencari letak kebocoran pada ban. Posisi kebocoran ban dalam biasanya ditandai dengan buih atau gelembung air yang keluar dari permukaan ban. Tandai kebocoran ban dengan batang lidi, korek api, atau pakai penanda warna putih. Kempeskan ban untuk mempersiapkan proses penambalan ban sepeda motor.

Baca Juga  Review Helm Honda TRX-3

Cara Mengetahui Kebocoran Pada Ban Motor

Proses menambal ban bocor dimulai dengan membersihkan permukaan ban. Selanjutnya kikislah sedikit sekitar permukaan ban bocor dengan menggunakan gergaji atau amplas kasar. Kisaran bagian yang dikikis selebar 4-5 cm saja. Lapisi bagian ban yang dikikis dengan lem ban dan tutup dengan potongan ban bekas berbentuk persegi seukuran bagian yang dikikis.

Terakhir, lakukan pematangan lem ban dengan cara memanggang dalam alat pemanas. Bagian ban yang ditambal ditekan atau dijepit diatas tungkul pemanas. Sebelumnya angin didalam ban harus dikeluarkan semua. Hidupkan api pemanas dan tunggu hingga lem perekat matang. Tidak ada standar hitungan waktu hingga lem perekat matang sehingga para tukang tambal ban hanya memperkirakannya. Resiko bila tambalan kurang matang akan menyebabkan tambalan mudah terlepas karena lem belum rekat. Hal semacam ini sering terjadi ketika kita menambal ban di tepi jalan di tempat tambal ban yang bukan langganan.

Lepaskan ban dalam dari tungku pemanas dan diamkan beberapa saat hingga dingin. Kemudian cek kembali dengan dipompa dan dimasukkan ke dalam baskom air apakah sudah ditambal seluruhnya atau masih ada kebocoran. Pasang kembali ban dalam motor diantara ban luar dan velg. Selesailah teknik atau cara tambal ban secara konvensional atau yang umum dilakukan. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat