Candi Sojiwan Klaten, Cerita Hewan Di Dinding Candi

Candi Sojiwan Klaten, Cerita Hewan Di Dinding Candi
3.3 (66.67%) 3 votes

Candi Sojiwan merupakan kompleks candi yang letaknya tersembunyi di sebelah selatan Taman Wisata Candi Prambanan. Hanya segelintir orang yang mengetahui lokasi candi ini karena minimnya papan petunjuk arah dan letaknya berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Saat ini Candi Sojiwan sedang dilakukan pemugaran tahap lanjut pada bagian candi perwara yang ada disamping bangunan candi utama.

Candi Sojiwan berada di dusun Sojiwan, desa Kebondalem Kidul, kecamatan Prambanan, kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Asal-usul Candi Sojiwan menurut Prasasti Rukam yang dibuat pada tahun 907 Masehi, Raja Balitung dari kerajaan Mataram Kuno mempersembahkan bangunan suci yang bercirikan Buddha untuk neneknya yang sangat dihormati.

Bangunan Utama Candi Sojiwan Klaten

Lokasi Candi Sojiwan sebenarnya hanya beberapa ratus meter ke arah selatan dari Taman Wisata Candi Prambanan atau Pasar Prambanan. Patokan awal menuju Candi Sojiwan adalah keberadaan jalan kecil disamping gapura perbatasan antara propinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ikuti jalan kecil beraspal tersebut hingga melewati jalur kereta api. Beberapa ratus meter berselang perhatikan sisi kiri dan carilah papan petunjuk arah menuju Candi Sojiwan yang berukuran kecil. Pengunjung Candi Sojiwan dipersilakan mengikuti beberapa papan petunjuk arah yang ada hingga tiba di lokasi candi. Kawasan Candi Sojiwan saat ini dikelilingi oleh perkebunan tebu yang ditanam masyarakat sekitar.

Hiasan Naga Di Candi Sojiwan Klaten

Pengunjung Candi Sojiwan Klaten yang membawa kendaraan roda dua dipersilakan parkir di area parkir dalam kawasan candi sedangkan bila membawa kendaraan beroda empat dipersilakan parkir di luar pagar. Sebelum berkeliling kawasan Candi Sojiwan, pengunjung dipersilakan melapor ke kantor jaga candi yang berada dekat dengan pintu masuk. Pengunjung dipersilakan mengisi buku tamu dan membayar retribusi masuk sesuai ketentuan yang ada. Bila ada pertanyaan mengenai Candi Sojiwan dipersilakan tanya langsung kepada petugas jaga yang ada.

Ada penelitian lain yang menyebutkan bahwa Candi Sojiwan dibangun oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya yang dipersembahkan kepada istrinya Pramodawardhani dari Dinasti Syailendra yang berbeda keyakinan sekitar pertengahan abad ke-9. Rakai Pikatan beragama Hindu, sedangkan Pramodawardhani beragama Buddha. Pembangunan candi ini mungkin bertujuan untuk menjaga kerukunan antara umat beragama. Hal ini sebagai bukti sejak zaman dahulu antara umat Hindu dengan umat Buddha hidup berdampingan secara damai.

Relief Binatang Candi Sojiwan Klaten

Dari kantor jaga kawasan Candi Sojiwan, terlihat dengan jelas bangunan utama (induk) Candi Sojiwan yang berdiri kokoh dan utuh tanpa terhalang pepohonan. Tidak terlihat adanya bangunan candi perwara (candi pendamping) di sekitar Candi Sojiwan. Hanya terlihat beberapa bangunan reruntuhan mirip dengan stupa di sekitar halaman candi. Bangunan mirip dengan stupa tersebut berukuran tinggi sekitar 5 meter. Beberapa tumpukan dan potongan candi yang diletakkan sudut kawasan candi Sojiwan bukan merupakan bagian candi Sojiwan namun merupakan potongan candi yang ditemukan di perkampungan tidak jauh dari candi ini.

Altar Persembahan Candi Sojiwan Klaten

Di dekat area reruntuhan mirip stupa terdapat susunan batu putih yang disinyalir merupakan dinding atau pagar Candi Sojiwan yang membentang melewati batas pagar area Situs Candi Sojiwan. Konon dinding batu putih yang mengelilingi Candi Sojiwan cukup luas dan banyak ditemukan beberapa bagian di dekat candi dan kebun tebu yang berada di sebelah barat kawasan Candi Sojiwan.

Candi Perwara Candi Sojiwan Klaten

Ketika berjalan mendekat bangunan candi induk Sojiwan, bentuk dan susunan candi sudah tertata rapi karena beberapa waktu lalu telah dilakukan renovasi atau rekontruksi candi.  Relief terukir pada bagian dasar dinding candi menurut informasi berupa cerita tentang binatang yang hampir sama dengan relief binatang pada Candi Mendhut di dekat Candi Borobudur. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Candi Sojiwan
Dusun Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah

Ada 7 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. airyz:

    satu lagi nama canti yang baru pertama kali saya dengar lewat web ini, suwun mas share nya. :)

    • admin:

      Hi Airyz,
      Silakan dikunjungi mas cukup dekat dengan Candi Prambanan :-)

  2. ranny:

    asli belum pernah mengunjungi candi2 hikz *katro banget* but next month insya allah udah di jawa jadi bisa kunjungin ^^
    nice shariiing..jadi pengen kesana dah

  3. attayaya:

    waaaah ada dekat situ ya
    aku malah bablaaaas langsung ke ratu Bokor

  4. HeruLS:

    Ada perbedaan yg cukup jelas antara terawat dengan baik dan didekonstruksi dengan baik.
    Candi Sojiwan yg sekarang termasuk yg ke dua kusebut, baru kemudian yg pertama ku sebut.

  5. Riris:

    Halo team touring….
    Dari mana anda menulis sejarah candi sojiwan yg dibangun oleh rakai pikatan utk pramodawardhani? Sejarah itu lebih cocok utk candi plaosan. Mohon periksa kembali. Kmd foto sblm dan sesudah dipugar jelaslah berbeda krn saat ditemukan candi dlm keadaan runtuh. Lalu stupa yg ada hanya menganalogikan dgn candi plaosan. Anda yakin dgn pendapat itu? Sesekali anda perlu melihat sebuah proses pemugaran shg tdk menyimpulkan sebuah pekerjaan orang lain sbg pekerjaan pengawuran. Mohon kembali untuk periksa. Begitu saja komen dari saya

Kirim pendapat