Candi Setyaki Dieng

Candi Setyaki Dieng merupakan salah satu candi yang terpisah dari Kompleks Candi Arjuna Dieng. Bentuk bangunan candi ini memiliki kemiripan ukuran dan bentuk dengan candi-candi di Kompleks Candi Arjuna Dieng. Kondisinya saat ini telah dipugar dan kembali disusun menjadi bangunan candi yang utuh.

Candi Setyaki merupakan salah satu dari Kompleks Candi Dieng yang tersebar dibeberapa tempat di Dataran Tinggi Dieng. Diperkirakan Candi ini dibangun pada zaman pra klasik dan berfungsi sebagai tempat pemujaan. Secara Administratif Candi Setyaki berada di desa Dieng Kulon, kecamatan Batur, kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Bangunan Candi Setyaki Dieng

Memasuki kawasan Situs Candi Setyaki, ternyata sedang ada proses pembangunan atau penyusunan ulang candi. Pondasi candi berupa batuan asli disusun ulang karena telah mengalami penurunan ketinggian tanah. Penurunan ini disebabkan kondisi tanah yang lembek dan terjadi amblas. Beberapa batuan pondasi Candi Setyaki yang telah rusak dan tidak dapat terpasang lagi diganti dengan batuan baru dan dipahat sesuai aslinya. Begitu juga dengan potongan batuan Candi Setyaki bagian atas yang mengalami kerusakan parah dan tidak dapat disusun lagi.

Pengantian batuan candi dengan batuan baru dan mirip seperti aslinya bertujuan agar bentuk Candi Setyaki kembali dengan utuh. Meskipun dilakukan penggantian batuan penyusun, antara batuan asli dengan batuan pengganti terdapat perbedaan warna. Batuan asli yang tidak dapat digunakan untuk penyusunan candi, sebagian besar disusun di tepian candi sebagai sisa-sisa reruntuhan candi. Sebagian kecil bagian candi yang penting dibawa ke museum purbakala atau Museum Kaliasa untuk diamankan. Menurut informasi yang kami peroleh, para pekerja tersebut berasal dari manajemen Obyek Wisata Candi Prambanan yang bekerjasama dengan Dinas Purbakala Kabupaten Wonosobo. Diperkirakan pembangunan dan penyusunan Candi Setyaki ini selesai pada pertengahan tahun 2010. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Candi Setyaki
Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah

Retribusi Tiket Masuk Domestik: Rp 10.000,-
Tiket Masuk Mancanegara: Rp Rp 25.000,-
Parkir Motor: Rp 3.000,-
Parkir Mobil: Rp 10.000,-

Ada 15 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. nurrahman:

    wah diang lagi ya bro..hmm, perjalanan ke dieng dulu waktu kecil pas sd, tp itupun sudah susah mengingat2,dulu kemana aja, apakah juga pernah menyambangi candi setyaki

  2. mawi wijna:

    nyampe Dieng lagi atau stok artikel lama ini? :D

  3. marsudiyanto:

    Pekerjanya makan ketan bakar nggak Mas?

  4. darahbiroe:

    hahahha
    klo pembangunan p[embangunan di indonesia lah yang terlama
    setengah2
    sukae

  5. antokcupu:

    hahah
    smoga kedepan tentang situs2 sejarah seperti itu lebih dikedepankan
    :D

  6. Abula:

    wah keren,, candi lagi ya…

  7. hanifilham:

    wah, banyak kejadian pemerintah menjual peninggalan harta karun bawah laut, sekarang, semoga tidak pula menjual yang lainnnya termasuk batu2 candi.

  8. sibaho way:

    kerasa dinginnya :)

  9. ciwir:

    weh ternyata ada candi anyar to mas???
    kontraktore sopo mas???
    kiro2 proses membangunnya sama dengan membangun candi jaman dulu nggak ya mas???

  10. ciwir:

    oh ya mas, lha kiro2 candi anno kapan dadine mas’
    (lmao)

  11. MURSID:

    wah dulu pas ke Dieng gak sampai detil liat2 candinya, lha wong malah keenakan ngecrohi dony og..LOL

  12. delia:

    Mudah2an pembangunannya selesai ya.. :(
    sayang kan kalo setengah2….

  13. Lalang Senja:

    candi adalah warisan budaya tempo dulu, semoga kita bisa menjaganya ya..

    salam kenal :)

  14. Andy MSE:

    semoga cepat selesai dan segera bisa dinikmati oleh para pelancong… eh, para timturing…

  15. Andrew Pradana:

    seperti ini yang harus di lakukan pemerintah kota kabupaten lainnya

Kirim pendapat