Candi Sanggrahan, Situs Candi Terbesar Di Tulungagung

Candi Sanggarahan merupakan kompleks candi paling besar yang saat ini baru ditemukan di wilayah kabupaten Tulungagung. Keberadaannya candi ini cukup diketahui masyarakat meskipun candi ini jarang digunakan sebagai tempat berwisata. Kondisi Candi Sanggrahan sudah tidak utuh lagi dan beberapa terlihat seperti puing-puing yang disusun tidak beraturan. Beberapa informasi menyebutkan bahwa Candi Sanggrahan merupakan peninggalan zaman kerajaan Majapahit.

Candi Sanggrahan (ada yang menyebutnya Candi Cungkup) terletak di dusun Sanggrahan, desa Sanggrahan, kecamatan Boyolangu, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Candi Sanggrahan mempunyai ukuran panjang 12,16 m, lebar 9,05 m dan tinggi 5,86 m. Bahan candi terbuat dari batu andesit dan batu bata. Belum diketahui kapan dibangunnya candi ini karena belum ditemukan bukti yang mendukung keberadaan candi ini.

Candi Sanggrahan Tulungagung Dari Pintu Masuk

Berbekal informasi minim akhirnya kami menelusuri keberadaan Candi Sanggrahan pada sore hari. Beberapa kali kami sempat bertanya kepada beberapa orang di tepi jalan dan sebagian besar tidak tahu menahu mengenai keberadaan candi tersebut. Akhirnya kami menggunakan nama dusun dan desa untuk mencari keberadaan Candi Sanggrahan. Akhirnya kami tiba di lokasi candi Sanggrahan setelah disangka seseorang akan melakukan ritual di candi tersebut.

Kami langsung memasuki kawasan Candi Sanggrahan yang dikelilingi oleh pagar kawat berduri. Tidak tampak penjaga candi di pos penjaga dan pengunjung lain di candi tersebut. Tiba-tiba muncul bau harum yang cukup menyengat dan sempat membuat kami mengurungkan niat untuk memasuki bangunan candi. Namun akhirnya kami memberanikan diri untuk mengelilingi kawasan Candi Sanggrahan. Terlihat sebuah kawasan candi yang dikelilingi susunan pagar berbahan batu bata dan candi induk diatasnya.

Baca Juga  Pantai Pulau Merah, Destinasi Unggulan Banyuwangi

Bangunan Induk Candi Sanggrahan Tulungagung

Bila diperhatikan Candi Sanggrahan merupakan candi yang terbuat dari batu andesit dan batu bata dimana batu bata banyak ditemukan dibagian pagar keliling candi dan batu andesit pada bangunan induk candi. Cukup menarik mengingat hampir semua candi yang ditemukan di Jawa Timur berbahan batu bata dan tidak terdapat bahan dari batu andesit. Seperti yang kita ketahui bahwa candi yang disusun dengan bahan batu andesit biasanya ditemukan di Jawa Tengah.

Salah Satu Relief Hewan Di Candi Sanggrahan Tulungagung

Kami memiliki pandangan lain mengenai candi ini dimana Candi Sanggrahan digunakan dalam dua masa yang berbeda. Pada mulanya Candi Sanggrahan dibangun dengan satu candi induk dan tiga candi perwara kemudian mengalami perluasan dan renovasi candi dengan penggunaan batu bata. Bisa jadi candi ini berusia lebih tua daripada zaman kerajaan Majapahit meskipun para ahli menyimpulkan bahwa candi ini dibangun pada kisaran zaman kerajaan Majapahit.

Kondisi Candi Sanggrahan saat ini hanya tersisa satu candi induk dan tiga candi perwara yang telah runtuh. Khususnya candi induk Sanggrahan, bagi kami cukup menarik karena bentuknya cukup sederhana tanpa ada relief yang menonjol. Beberapa relief hewan digambarkan disekeliling dinding candi dan tidak ada relief yang lain. Ciri-ciri seperti ini mengingatkan kami terhadap beberapa situs yang memiliki relief hewan seperti candi SojiwanSitus Watu Gilang, Candi Mendut, dan sebagainya. Keberadaan relief hewan pada candi biasanya menunjukkan candi tersebut dibangun pada zaman klasik.

Baca Juga  Candi Sewu Yang Terlupakan

Bukti-bukti yang ada diatas membuat kami berpikir ulang mengenai kebenaran sejarah Candi Sanggrahan. Minimnya penelitian mengenai candi ini  sepertinya menimbulkan pertanyaan bagi orang yang suka menelusuri sejarah. Keberadaan umpak yang berbentuk bulat disamping candi induk, susunan batu mirip tugu, arca atau patung mirip buddha, dan penemuan gerabah kuno sepertinya perlu dilakukan penelitian lanjut untuk mengetahui kebenaran candi ini. Hingga saat ini candi ini dipercaya sebagai candi buddha dan digunakan untuk beribadah orang buddha saat hari raya tertentu. Akhirnya kami mengakhiri jalan-jalan di Candi Sanggrahan ini dan mengisi buku tamu sebelum meninggalkan lokasi. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Candi Sanggrahan (Candi Cungkup)
Dusun Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. alan:

    wah boleh ki buat referensi :D

Kirim pendapat