Candi Sambisari

Candi Sambisari
Rate this post

Jumlah Candi yang tersebar di sekitar Kabupaten Sleman cukup banyak, namun sebagian besar orang hanya mengenai beberapa candi yang berukuran besar dan menjadi tujuan utama wisata seperti Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Nama Candi Sambisari mulai terkenal ketika rutin menjadi kunjungan turis-turis asing.

Candi Sambisari merupakan candi Hindu yang dibangun pada abad ke 9 pada zaman kerajaan Mataram Kuno yang dipimpin oleh Rakai Garung. Candi Sambisari berlokasi di Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Memasuki Situs Candi Sambisari yang terletak di dekat perkampungan dan persawahan ini, seperti biasa kami disuruh mengisi buku tamu dan membayar retribusi masuk seperti biasa. Didekat pos retribusi terdapat papan informasi dan potongan batuan candi dan beberapa buah arca yang ditemukan disekitar Candi Sambisari.


Kawasan Situs Candi sambisari sudah tertata dan direnovasi dengan baik. Terdapat sebuah rumah yang berfungsi sebagai kantor dan pos penjaga. di dekat kantor terdapat alas yang digunakan sebagai tempat menampung batu candi yang ditemukan disekitar area candi. Yang unik dari Candi Sambisari ini adalah posisinya yang lebih rendah dari ketinggian tanah normal disekitar,

Menurut papan informasi, Candi Sambisari ditemukan pada bulan Juli 1966. Konon, seorang petani bernama Karyowinangun yang sedang menggarap sawah merasakan cangkulnya terantuk sebuah batu yang setelah ditelusuri merupakan bebatuan candi.  Setelah proses penggalian dan pemugaran, posisi Candi Sambisari berada sekitar 6,5 meter lebih rendah dari dataran di sekelilingnya. Diperkirakan zaman dahulu Candi Sambisari tertutup abu vulkanik saat terjadi letusan Gunung Merapi. Proses pemugaran dilakukan oleh Dinas Purbakala pada tahun 1986.

Karena posisinya berada lebih rendah dari ketinggian tanah normal, dari atas terlihat jelas susunan bangunan Candi Sambisari beserta formasi penempatan candinya. Kami berjalan menuruni tangga kemudian melewati sebuah pintu dari dinding batu yang mengelilingi kompleks candi.

Memasuki area candi terdapat satu candi induk (utama) yang menghadap ke barat, tiga candi perwara (pendamping) yang kondisinya sudah tidak utuh lagi dan tanpa atap, lingga semuyang berupa tonjolan batu yang tersebar di sekeliling candi, dan tembok yang mengelilingi candi yang terdapat 3 pintu (barat-timur-selatan). Situs Candi Sambisari ini juga telah mengenai sistem irigasi karena disekeliling candi terdapat parit untuk mencegah tergenangnya air di area candi.

Memasuki bangunan Candi Induk Sambisari, dibagian dalamnya terdapat patung Lingga-Yoni berukuran besar dan pada lingga terdapat ceruk yang ditopang oleh patung berkepala naga. Disekeliling candi induk terdapat relief Ganesha, Agastya, dan Durga yang dibagian atasnya terdapat hiasan Kala.

Agastya merupakan perwujudan Dewa Siwa dalam bentuk mahaguru. Durga adalah dewi bertangan delapan yang merupakan istri dewa Siwa. Durga digambarkan sedang berdiri diatas lembu bernama Nandi, dan ditemani oleh bajang, salah satu penghuni kahyangan. Ganesha adalah dewa pengetahuan dan dewa perang yang merupakan anak dari dewa Siwa dan dewi Durga.

Situs Candi Sambisari ini banyak dikunjungi wisatawan khususnya wisatawan asing yang berasal dari Jepang. Kami melihat segerombolan turis Jepang mengunjungi situs peninggalan candi ini. Adakah hubungannya Jepang dengan Situs Candi Sambisari ini? Mungkin zaman dahulu pemerintah Jepang yang membiayai penggalian situs purbakala ini atau karena alasan lain?

== Lokasi

Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

== Tiket Masuk

Rp2.000,-/orang (seikhlasnya)

== Rute Tempuh

Jalan Solo km 12 dari kota Yogyakarta setelah melewati Akademi Angkatan Udara Yogyakarta yang terletak disebelah timur Bandara Internasional Adi Sucipto Yogyakarta akan menemui pertigaan kecil yang tidak ada lampu lalulintasnya. Belok ke arah kiri menelusuri jalan kecil terus saja hingga sampai sebuah jalan berbelok ke kanan. Tidak berbelok namun ambil jalan konblok yang ke arah utara (lurus) hingga ujung akan menuju ke Situs Candi Sambisari.

Ada 23 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Realodix:

    Komplek candinya terlihat rapih yaa…

  2. Irawan:

    saya baru sekali pergi ke candi sambisari, itu juga karena tugas waktu SMA…. tempatnya menarik, tapi fasilitasnya masih kurang….

  3. mawi wijna:

    Foto dibawah itu masuk ke dalam album foto ‘Belajar Fotografi’ di Fesbuk :)

  4. itempoeti:

    abad 9 sudah mampu menghasilkan karya yg indah dan agung…
    12 abad kemudian???

  5. Love4Live:

    yang baru ditemukan yang di kompleks universitas islam indonesia…

  6. Triyan:

    Candi ini lokasinya di sebelah rumah saya, tapi jujur aja saya belum pernah masuk ke situ….. jadi malu :)

  7. darahbiroe:

    indonesia emang kaya akan sejarahhh
    jadi pingin main2 kesana
    :D

  8. antokcupu:

    wwah tiket masugnya
    murah sangat
    hehehhe

  9. zee:

    Candinya kecil ya.
    Itu retribusi 2rb lumayan murah. Tapi bisa untuk ongkos menjaga kebersihan..

  10. Omiyan:

    nambah pengetahuan lagi, sayange dibanten ga ada candi ada juga bekas peninggalan kerajaan Banten Lama itupun tak begitu keurus

  11. MattWahyu:

    kapan-kapan meliput wilayah Kendal dong … kami tunggu

  12. Andy MSE:

    whuaaaa…. aku wes nate mrana… (dance)
    http://andy.web.id/candi-sambisari.php

  13. trisnok:

    thanks udah mampir ke blog ku yah..dan senang sekali bisa dapat informasi objek wisata di indonesia dari blog ini :D
    bisa jadi panduan nanti kalo saya mau backpack heheheh :D

    salam kenal

  14. ciwir:

    sesuk tak budhal ngecek LOKALISASI tersebut deh….

  15. nahdhi:

    pernah ke candi pendem belum? deket setadion meguwo???? makna historisnya lebih mak nyus karena berhubungan langsung dengan sejarah merapi….

  16. bangjo:

    wah gak begitu jauh dari jogja yah…. boleh nih mampir main sini..hehe… nice info!

  17. nurrahman:

    walah durung tau mrono No

  18. Jidat:

    mantap gan, iku candine lek mto uapik :)

  19. PRofijo:

    Tiket’e murah (mmm)

  20. neorenggana:

    belum pernah euy (thinkig) *kapan saya kesana*

  21. siayi:

    Jadi pengin ke situ apa lagi ongkos masuk murah banget

  22. rian:

    marilah kita jaga dan lestarikan peninggalan nenek moyang kita.

  23. Titis Tiyas Sari:

    Setelah gempa,,, candinya jadi nggak rapi….

Kirim pendapat