Candi Penataran, Candi Hindu Terbesar Di Blitar

Candi Penataran, Candi Hindu Terbesar Di Blitar
3 (60%) 1 vote

Candi Penataran merupakan situs purbakala sekaligus daya tarik utama pariwisata di kabupaten Blitar selain Makam Bung Karno. Situs candi berlatar agama Hindu ini merupakan situs candi terbesar di Blitar yang telah ada sejak zaman kerajaan Kediri dan masih digunakan hingga zaman kerajaan Majapahit.

Candi Pentaran terletak di desa Penataran, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Arca Dwaralapa Di Komplek Candi Penataran Blitar

Lokasi Candi Penataran berada di lereng Gunung Kelud sebelah barat daya yang dekat dengan perbatasan dengan kabupaten Kediri.

Candi Angka Tahun Di Komplek Candi Penataran Blitar

Candi Penataran ditemukan pertamakali pada tahun 1815 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, gubernur jendral Inggris yang bertugas di Indonesia. Menurut Prasasti Palah yang ditemukan di bagian candi, candi ini disebut sebagai Candi Palah yang dibangun pada tahun 1194 Masehi pada masa pemerintahan raja Syrengga yang memiliki gelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa. Disebutkan pula pada waktu itu beliau memerintah Kerajaan Kadiri 1190 M – 1200 M.

Cara Penataran secara garis besar terbagi dalam 3 (tiga) halaman yaitu halaman depan, halaman tengah, dan halaman belakang. Halaman depan ditandai dengan keberadaan sepasang Arca Dwarapala yang digambarkan seorang raksasa yang memegang gada. Selanjutnya ada beberapa bangunan candi yang ada di halaman ini diantaranya Bale Agung, Pendopo Teras, dan Candi Angka Tahun.

Area halaman tengah ditandai dengan Arca Dwarapala yang ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan Arca Dwarapala yang berada di gerbang masuk atau halaman depan. Pada arca ini tertera angka tahun yang  lebih muda dari Arca Dwarapala di pintu masuk tahun 1319 Masehi. Pada halaman ini hanya terdapat dua bangunan candi saja yaitu Candi Naga dan sisa-sisa Pondasi Bata.

Situs Pemandian Di Komplek Candi Penataran Blitar

Halaman belakang merupakan inti dari Kompleks Candi Penataran dan dianggap paling sakral diantara halaman yang lain. Bangunan candi yang masih utuh hanya tersisa Candi Induk saja sedangkan 9 yang diperkirakan bangunan candi hanya tersisa potongan batuannya saja dan susunannya tidak beraturan.

Kawasan Candi Penataran saat ini masih menjadi primadona wisata di kabupaten Blitar dan belum tergantikan dengan wisata candi yang lain. Hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah setempat adanya perbaikan pengelolaan tiket masuk, parkir, dan pedagang yang dipandang masih semrawut dan terkesan seperti pungutan liar. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Alid Abdul:

    Saya ke sini uda berapa kali yak, kalo nggak salah hitung sudah 4 kali hehe.

  2. emir:

    ini salah satu yang harus dilestarikan peninggalan2 sejarah di nusantara ini (y)

  3. admin:

    Hi Emir,
    Betul emang harus dilestarikan demi anak cucu kita :-)

Kirim pendapat