Sisa-Sisa Candi Gampingan Piyungan Bantul

Sisa-Sisa Candi Gampingan Piyungan Bantul
3 (60%) 1 vote

Candi Gampingan merupakan salah satu situs peninggalan sejarah yang ditemukan di daerah Piyungan Bantul. Hanya segelintir orang yang mengetahui keberadaan situs candi ini karena sebenarnya bukan merupakan kawasan wisata. Saat ini situs candi tersebut telah dipugar dan dibuatkan taman dan pagar keliling disekitarnya.

Candi Gampingan berada di dusun Gampingan, desa Sitimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Papan Nama Candi Gampingan Piyungan

Lokasi Candi Gampingan berada di tepi pemukiman penduduk dan berdampingan dengan area persawahan serta kolam di daerah Piyungan Bantul. Rute menuju situs candi ini dari pusat kota Yogyakarta ke arah timur menuju ke arah Wonosari. Dari jalan Wonosari perhatikan papan petunjuk arah Candi Gampingan di seblah kanan. Ikuti papan petunjuk arah yang mengarah ke area perkampungan atau pemukiman penduduk hingga tiba di lokasi candi. Bila masih bingung, bertanyalah mengenai letak dusun Gampingan kepada penduduk sekitar.

Candi Gampingan ditemukan pertama kali pada tahun 1995 oleh Bapak Sarjono saat menggali tanah milik Ny. Mulyo Pawiro untuk membuat batu bara. Candi ini ditemukan pada kedalaman tanah 2 meter. Belum ada keterangan pasti kapan situs candi ini didirikan/dibangun.

Kawasan Candi Gampingan Piyungan

Kawasan Candi Gampingan tidak terlihat dari tepi jalan karena tertutup oleh pagar tanaman dan letak candi lebih rendah dibandingkan ketinggian tanah sekitar. Pengunjung harus berjalan menyusuri jalan pematang sawah untuk menuju lokasi situs candi. Candi Gampingan terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara atau pendamping. Bahan penyusun Candi Gampingan terbuat dari batu putih bercampur batu sungai berwarna hitam.

Pada bagian candi induk Candi Gampingan hanya tersisa pondasi dan beberapa tingkat anak tangga. Pada dinding pondasi candi tersisa relief yang masih dapat diamati seperti relief hewan unggas seperti relief ayam jantan, burung pelatuk, dan burung gagak. Candi perwara yang ada disekitarnya hanya tersisa pondasi dasar candi saja dan sebagian diantaranya masih tertimbun dalam tanah.

Saat proses penggalian Candi Gampingan ditemukan Arca Dhyani Buddhawairocana yang terbuat dari perunggu, dua buah Arca Jambhala dan Candralokesvara dari batu andesit, benda-benda dari emas, dan beberapa benda-benda keramik. Semua temuan yang ada telah diamankan oleh BP3 DIY.

Potongan Batu Candi Gampingan Piyungan

Susunan batuan yang diletakkan di sebelah Candi Gampingan diduga merupakan bagian dari candi yang tidak dapat direkonstruksi lagi. Pelapukan batuan saat tertimbun dalam tanah cukup menyulitkan untuk disusun kembali menjadi candi kembalinya. Saat ini kondisi batuan situs candi yang masih tersisa dalam kondisi baik dan rutin dirawat oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BCB) Yogyakarta.

Reruntuhan Pondasi Candi di luar Kompleks Candi Gampingan Piyungan

Sebuah susunan batu yang menyerupai sumur tua yang diduga merupakan bagian dari Candi Gampingan ditemukan di area persawahan luar pagar candi. Sebagian kondisi sumur tua ini dalam kondisi tertimbun tanah dan belum mengalami pemugaran. Belum ada informasi mengenai keberadaan susunan batu yang mirip dengan situs sumur tua ini. Kondisi situs candi ini terlihat sepi dan tidak terlihat adanya pengunjung lain saat kami berkunjungi ke tempat ini. Penjaga candi pun tidak terlihat berada di kawasan ini. Sepertinya penjaga candi hanya bertugas membuka gerbang pagar masuk pada pagi hari dan menutupnya pada sore hari. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Candi Gampingan
dusun Gampingan, desa Sitimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul, DIY

Tiket Masuk
Gratis

Kirim pendapat