Candi Bima Dieng

Candi Bima merupakan salah satu situs candi terbesar yang ditemukan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Candi ini memiliki keunikan dimana bentuknya berbeda dengan candi-candi yang ditemukan di Jawa Tengah pada umumnya. Arsitektur unik candi ini sering dikait-kaitkan dengan gaya arsitektur India. Keberadaannya cukup dikenal karena berada di tepi jalur utama menuju kawasan Kawah Sikidang Dieng.

Candi Bima memiliki ketinggian sekitar 8 meter, dibangun di atas pondasi yang berbentuk bujur sangkar berukuran 6 x 6 meter. Candi Bima memiliki hiasan pada bagian puncaknya. Candi yang berbentuk Sikhara (mangkuk yang ditangkupkan) ini, mendapat pengaruh gaya arsitektur dari India Utara. Sedangkan pengaruh gaya arsitektur India Selatan, terdapat pada hiasan-hiasan menara dan relung-relung yang berbentuk tapal kuda.

Bangunan Candi Bima Dieng

Lokasi Candi Bima berada di jalur menuju Kawah Sikidang dari arah Telaga Warna, Bukit Sikunir, maupun dari Kompleks Candi Arjuna. Papan nama candi ini terpasang cukup jelas di tepi jalan sehingga pengunjung tidak kesulitan menemukan lokasi candi ini. Area parkir cukup luas untuk menampung beberapa kendaraan beroda empat dan belasan kendaraan beroda dua. Letak candi ini berada di atas bukit kecil dan pengunjung harus melewati 30an anak tangga untuk mencapai area candi.

Candi Bima berjumlah satu bangunan utama candi tanpa ada candi perwara. Posisi pintu masuk kedalam ruangan dalam candi berada di sisi sebelah timur sehingga candi ini menghadap ke timur. Candi ini memiliki keunikan dimana bangunannya mirip dengan bangunan candi yang ditemukan di India yang memiliki tiga tingkatan mendatar.

Baca Juga  Curug Siklothok Purworejo, Jelajah Alam Menyusuri Aliran Sungai

Pada bagian atap terdapat relung dengan relief kepala yang disebut dengan kudu yang tidak ditemukan di bangunan candi-candi lain di Indonesia dan memiliki hiasan pada kuncupnya. Candi Bima merupakan candi tertinggi yang ditemukan di Dataran Tinggi Dieng. Kemiripan bangunan Candi Bima dengan arsitektur bangunan candi atau kuil di India ini masih menyimpan misteri sampai saat ini belum terpecahkan.

Dahulu Candi Bima memiliki 24 arca kudu, yaitu sebuah arca yang berbentuk kepala manusia yang terletak di bilik jendela. Arca kudu ini seberat 15 Kg dengan ketinggian 24 Cm, Lebar 20 Cm dan tebal 27 Cm. Sampai dengan saat ini arca kudu yang terdapat di Candi Bima sekitar 13 Buah.

TeamTouring Di Candi Bima Dieng

Tidak ditemukan prasasti pengenai pembangunan candi Bima. Perkiraan pembangunan candi ini juga belum jelas dan baru disimpulkan oleh para arkeolog waktu pembuatannya tidak berbeda jauh dengan pembangunan candi di Kompleks Candi Arjuna. Kami mencoba memperkirakan bahwa Candi Bima dibangun sebelum kerajaan Mataram Hindu berdiri karena tidak ditemukan relief dan arca candi Hindu di bangunan ini. Selain itu  penemuan beberapa situs candi di Dataran Tinggi Dieng mengarah kepada argumentasi bahwa di Dieng sendiri telah ada pemukiman kuno dan memiliki peradaban sendiri.

Keunikan Candi Bima ini jelas banyak mengundang banyak pertanyaan oleh para penggemar sejarah seperti keberadaan Candi Sukuh dan Candi Cetho yang dikaitkan dengan kebudayaan Suku Maya di Amerika Tengah. Cukup disayangkan kondisi candi Bima kurang terawat sehingga mengalami kerusakan akibat asap solfatara dari Kawah Sikidang dan kasus pencurian arca kudu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat