Candi Banyunibo, Salah Satu Candi Dekat Ratu Boko

Candi Banyunibo merupakan salah satu situs candi yang sering terlewatkan saat berwisata keliling candi diseputaran Candi Prambanan dan Kraton Ratu Boko. Penyebabnya adalah lokasi candi ini yang berada ditengah-tengah persawahan dan kebun tebu. Selain itu ketiadaan papan petunjuk arah membuat wisatawan yang berkunjung ke Kraton Ratu Boko tidak tahu menahu mengenai keberadaan candi tersebut.

Candi Banyunibo terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Candi Banyunibo ditemukan dalam keadaan runtuh pada tahun 1940-an kemudian dilakukan penggalian dan pemugaran. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9 saat zaman kerajaan Mataram Kuno.

Candi Banyunibo Dari Depan

Beberapa kali pernah mengunjungi Candi Banyunibo, kami tidak kesulitan menuju lokasi candi. Jalan menuju ke Candi Banyunibo hampir sama dengan jalan menuju ke Kraton Ratu Boko lewat pintu atas, bedanya pada perempatan pertama mengambil jalan lurus. Sebelum memasuki area pemukiman, kendaraan kami belokkan ke arah kanan untuk menuju Candi Banyunibo.

Saat kami tiba di Candi Banyunibo suasana tanpak sepi dan tidak ada pengunjung lain yang sedang berwisata di tempat ini. Kami sedikit heran dengan suasana Candi Banyunibo yang sepi padahal hari ini merupakan hari libur. Hal ini sangat berkebalikan dengan Kraton Ratu Boko yang letaknya tidak jauh dari Candi Banyunibo tampak ramai dengan pengunjung yang datang dari dalam dan luar daerah.

Nama Banyunibo berarti air jatuh-menetes dalam bahasa Jawa walaupun di candi ini tidak ada tetesan air ataupun sumber air di sekitar candi.

Hiasan Kala di Candi Banyunibo

Kendaraan kami parkir di luar area Candi Banyunibo karena candi tersebut tidak menyediakan tempat parkir baik roda dua maupun roda empat. Ketiadaan area parkir ini mungkin menjadi salah satu penyebab orang malas mengunjungi candi ini. Kami berjalan menuju pos jaga untuk meminta izin untuk berkeliling Candi Banyunibo dan membayar retribusi masuk yang tertera pada pintu masuk.

Baca Juga  Believe Coffee Jogja, Ngopi Asik Dan Santai Di Kawasan Padat Turis

Komplek Candi Banyunibo ini terdapat satu candi utama yang telah disusun kembali pada saat pemugaran. Beberapa bagian candi utama yang tidak dapat dipasang kembali karena rusak dan lapuk diganti dengan batuan baru. Keberadaan batuan pengganti tersebut tamapk jelas dengan warna batu sedikit berbeda dengan warna batu candi yang asli.

Reruntuhan Candi Banyunibo

Beberapa ornamen yang terdapat di dinding candi utama Banyunibo masih tampak jelas meskipun sebagian lagi telah rusak dan diganti dengan batuan baru yang sengaja dibuat polos. Sebuah hiasan kala cukup menarik perhatian karena kondisinya masih utuh dan membentuk pahatan yang menarik.

Di samping candi utama Banyunibo terdapat reruntuhan candi yang disinyalir merupakan candi pendamping atau perwara. Kondisi reruntuhan candi perwara yang telah rusak parah dan sulit untuk disusun kembali. Bahan penyusun candi perwara bukan batu andesit melainkan batu putih yang mudah rusak. Dinas Purbakala sepertinya membiarkan candi perwara tetap seperti demikian sementara waktu karena proses pemugaran dan penyusunan ulang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit

Arca Nandi di Candi Banyunibo

Tembok batu yang ditemukan di sekeliling candi hanya ditemukan beberapa bagian saja yaitu tembok sebelah utara. Meski hanya tersisa sedikit, keberadaan puing-puing tembok dapat menjadi perkiraan luas Candi Banyunibo. Beberapa arca dan potongan batuan candi yang ditemukan di sekitar Candi Banyunibo diamankan di halaman dekat pos jaga candi. Hiasan kala dan makara merupakan potongan batuan candi yang paling banyak diselamatkan dan dikumpulkan di dekat pos jaga.

Baca Juga  Candi Bima Dieng

Patung Nandhi yang diistilahkan sebagai kendaraan dewa tidak ketinggalan diletakkan di dekat pos jaga. Beberapa patung Nandhi masih dalam kondisi utuh namun sebagian yang lain telah rusak pada bagian kepala dan tubuh. Papan informasi Candi Banyunibo yang terpasang di area candi lumayan jelas namun kita diperbolehkan bertanya-tanya kepada petugas jaga apabila ada sesuatu yang ingin ditanyakan. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Ositus.com:

    orang jaman dulu hebat-hebat ya dan tinggi citarasa seninya. lihat saja peninggalan candi seperti di atas

  2. Idah Ceris:

    Kurang perhatian berarti ya, Mas. :)
    Padahal potensi jane yooo. . .

Kirim pendapat