Cakue Koh Atek, Salah Satu Kuliner Jalanan Yang Dicari Di Jakarta

Cakue Koh Atek, Salah Satu Kuliner Jalanan Yang Dicari Di Jakarta
5 (100%) 1 vote[s]

Pasar Baru Jakarta sebagai salah satu pusat perbelanjaan tertua di Jakarta ternyata juga menyimpan pesona kuliner yang menarik untuk dicicipi. Beberapa diantaranya masih tetap bertahan dilapaknya dan sebagian lagi sudah menghilang atau berpindah entah kemana. Lapak Cakue Koh Atek ini merupakan salah satu dari daya tarik kuliner yang masih bertahan di kawasan Pasar Baru Jakarta.

Cakue (cakwe) Koh Atek berada di kawasan Pasar Baru Jakarta dan merupakan salah satu kuliner legendaris di kawasan ini. Warung atau lapak ini buka sejak tahun 1971  dan menempati warung yang sama hingga saat ini.

Suasana Warung Cakue Koh Atek

Lokasi Lapak Cakue Koh Atek ini berada di gang sempit di kawasan Gang Kelinci Pasar Baru. Kami sempat kesulitan menemukan tempat ini dan tersesat di gang-gang kecil sekitar Pasar Baru. Meski cukup terkenal, banyak orang yang berada di kawasan Pasar Baru tidak tahu menahu mengenai Lapak Cakue Koh Atek ini. Hal ini sepertinya biasa mengingat banyak pendatang yang datang dan pergi di kawasan Pasar Baru dan sebagian diantaranya cuek dengan keadaan sekitar.

Akhirnya kami menemukan warung atau lapak Cakue Koh Atek di gang kecil disebelah Bakmi Gang Kelinci yang juga terkenal dengan pesona kuliner bakmi bergaya oriental. Dari ujung gang tampak beberapa pembeli yang sedang menunggu untuk dilayani. Lapak Cakue Koh Atek ini cukup sempit dan berhimpit dengan warung makanan dan warung kelontong.

Cakue Koh Atek buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga pukul 18.00 kecuali hari senin libur. Dulu warung ini juga menyediakan kue bantal yang rasanya cukup lembut dan manis yang pas. Namun karena jarang peminatnya, kue bantal tidak dibuat lagi oleh Koh Atek.

Menggoreng Cakue

Kami memulai pembicaraan langsung dengan Koh Atek sebagai pemilik lapak cakue dan disambut dengan hangat. Sambil melayani pembeli, kami dipersilakan mengambil foto dan bertanya-tanya mengenai lapak yang beliau bangun sejak puluhan tahun yang lalu. Cakue yang beliau jual merupakan cakue biasa atau cakue klasik tanpa ada variasi rasa.

Baca Juga  7 Kuliner Menarik Di Jalan Parangtritis Yogyakarta

Pembuatan cakue miliknya sebenarnya cukup simpel dan tidak ada resep rahasia seperti yang dibicarakan banyak orang. Ketelatenan dan teknik membuat cakue yang diwariskan dari orangtuanya membuat cakue buatan Koh Atek ini digemari dan diminati pengunjung yang kebetulan mampir di kawasan Pasar Baru Jakarta. Demi menjaga citarasanya, beliau sendirilah yang membuat cakue dan tidak berani memberikan tugas tersebut kepada orang lain sekalipun itu adalah pekerjanya.

Kliping Cakue Koh Atek di Dinding Warung

Proses pembuatan cakue dari bahan mentah hingga proses pematangan dilakukan di lapak yang sempit ini. Adonan cakue dibuat secara fresh untuk menghasilkan cakue yang berkualitas dan kenyal tanpa adanya bahan kimia tambahan. Semua proses pembuatannya tidak ditutup-tutupi dan pembeli dapat melihatnya ketika menunggu antrian pembelian cakue. Kami melihat proses pembuatan cakue per tahap hingga menjadi cakue yang siap untuk disantap.

Saat mencicipi Cakue buatan Koh Atek, tercipta rasa cakue yang lembut, sedikit renyah, sedikit kenyal, dan sedikit asin. Rasanya sedikit berbeda dengan rasa cakue yang dibeli ditepi jalan yang terasa lebih kaku, keras, dan terlalu asin di lidah. Teknik pengolahan yang benar dan komposisi bahan yang pas menghasilkan rasa cakue yang sempurna dan nyaman untuk dinikmati. Saus tomat sebagai saus tambahan dalam menikmati cakue juga disertakan meskipun rasa sausnya terlihat biasa dan tidak semenarik cakuenya.

Cakue Koh Atek Yang Sudah Dibungkus

Daya tarik cakue bikinan Koh Atek memang membuat orang nagih dan ingin kembali mencicipinya dilain waktu. Koh Atek pun membenarkan dan bercerita banyak mengenai warungnya dimana pernah diliput oleh beberapa majalah dan koran tanah air. Beberapa liputan mengenai warungnya yang telah terbit sebagian dibikin kliping dan dipigura di dinding warung atau lapaknya. Tampak salah satu kliping bertuliskan “Cakue Koh Atek, 10 Most Wanted Food In Jakarta” yang berasal dari majalah luar negeri memiliki kantor di Jakarta.

Baca Juga  Sari Kedelai Shinta, Minuman Khas Kota Pare Yang Rugi Bila Terlewatkan

Lapak cakue milik Koh Atek memiliki omset yang lumayan setiap harinya namun beliau belum kepikiran untuk memperluas usahanya dan membuka cabang usahanya ditempat lain. Sepertinya beliau ingin menjaga kekhasan lapak miliknya yang sederhana dan mampu melayani hingga semua kalangan. Harga yang dibayarkan untuk menikmati sebuah cakue pun cukup murah untuk harga makanan kakilima di Jakarta. Tertarik untuk mencicipinya? Silakan datang di Pasar Baru sambil berbelanja atau sekedar jalan-jalan. (text/foto: annosmile)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. HeruLS:

    Maka lengkap sudah kunjunganmu ke Pasar Baroe setelah menikmati Cakue Koh Atek. Keramahan dan rasanya membuat orang datang kembali.

Kirim pendapat