Cagar Alam Gunung Gamping Di Sleman

Cagar Alam Gunung Gamping Di Sleman
3 (60%) 1 vote

Cagar Alam Gunung Gamping merupakan peninggalan batu gamping yang berusia jutaan tahun yang lalu di daerah Gamping Sleman. Keberadaannya cukup disakralkan dan dikenal sebagai lokasi penyembelihan boneka dalam Uapcara Adat Saparan Bekakak. Saat ini kawasan tersebut mulai dikembangkan sebagai wisata pendidikan, sejarah, dan budaya (tradisi adat) oleh pemerintah daerah setempat.

Cagar Alam Gunung Gamping terletak di dusun Gamping Tengah, desa Ambarketawang, kecamatan Gamping, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dengan luas total 1,084 ha. Kawasan Wisata Alam ini dilindungi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY.

Papan Nama Cagar Alam Gunung Gamping Sleman

Lokasi Cagar Alam Gunung Gamping berada di dekat Pasar Gamping Sleman atau tepatnya di utara Petilasan Pesanggrahan Ambarketawang. Rute menuju tempat ini dari pertigaan Jalan Ringroad Barat Gamping pilihlah jalan lurus ke arah barat. Sekitar 200 meter setelah Pasar Gamping ada perempatan kecil tanpa lampu merah dan pilihlah jalan ke arah kiri. Ikuti jalan kecil tersebut sejauh 300 meter dan masuklah gang menuju Cagar Alam Gunung Gamping yang terpampang jelas papan petunjuk arahnya.

Memasuki kawasan ini tidak ada yang menonjol selain bongkahan batu raksasa yang disebut Gunung Gamping dan disampingnya terdapat altar yang digunakan untuk ritual penyembelihan boneka sepasang pengantin ketika Upacara Adat Saparan Bekakak. Area ini dikelilingi oleh pagar kawat yang cukup tinggi dan taman yang terdapat di dekatnya.

Cagar Alam Gunung Gamping memiliki ciri khas sebagai sisa peninggalan batu gamping periode tersier era cenozoic 50 juta tahun yang lalu dan berupa terumbu karang, mengandung kapur (CaCO3) yang berkadar tinggi. Pada batu gamping ini banyak pula dijumpai fosil-fosil binatang laut yang sebagian berupa fragmen. Fosilnya terdiri dari jenis Moluska, Koral, Bryozoa dan Foraminifora. Jenis batuan seperti ini hanya dapat dijumpai di empat lokasi, yaitu di Ciletuh (Jabar), Karangsembung, Jiwo, dan Gamping (D.I. Yogyakarta).

Kawasan Cagar Alam Gunung Gamping

Kawasan ini memang bukan menjadi daerah tujuan wisata, selalu sepi setiap harinya kecuali ketika ada perayaan tradisi adat Saparan Bekakak tempat ini ramai dikunjungi para wisatawan. Di waktu sore, taman di dekat Gunung Gamping sering digunakan anak muda penduduk sekitar untuk bermain bola dan sebagainya. Menurut orang yang kami temui di tempat ini, kadang tempat ini menjadi kunjungan bagi mahasiswa jurusan geologi atau yang ingin meneliti tentang batuan purba.(text/foto: annosmile)

INFORMASI
Cagar Alam Gunung Gamping
Dusun Gamping Tengah, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

Ada 11 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fajar:

    wah.. rame pastinya om acara saparan.. saya kemarin selasa sore..rencana mau nonton rebo pungkasan di wonokromo..cuman karen hujan deres.. tidak jadi berangkat…. ty telah berkenan berkunjung ke gubug saya om..

  2. suryaden:

    kemarin mau liat tapi, batal, gara-gara ada tamu.. gombal… tenan.. mukiyo

  3. jarwadi:

    waaaaah, wedi ndak dipangan bekakak :((

  4. Nahdhi:

    Namanya itu foraminifera mas, bukan feraminifora. Kemudian Eocen (38MYA – 54MYA) itu merupakan Epoch, bukan jaman. Masuk dalam periode tersier era cenozoic.

    • admin:

      thx atas koreksinya
      aku cuma menulis ulang dari brosurnya..hehe :-)

  5. ndop:

    blog berkualitas..

    lirik kanan lihat trafiknya..

    wow..!!!

  6. zulhaq:

    sekilas bebatuannya kek pohon raksasa gitu

  7. Hanif Mahaldi:

    sleman tepatnya mana ya? ada alamat jelasnya? pengen kesana.

  8. Rojak is Reza:

    penyembelihan boneka itu dalam rangka apa mas?

  9. manusiahero:

    Jalan2 terus mas

  10. m-amin:

    Selama aku di Jogja belum pernah liat cagar alam seperti itu, kalau areanya luas mungkin cocok juga sebagai tempat wisata ya.

Kirim pendapat