Cagak Aniem Sleman

Cagak Aniem Sleman
Rate this post

Di sebelah utara ibukota kabupaten Sleman atau tepatnya di depan kantor Pegadaian, terdapat sebuah tiang tua yang masih dibiarkan berdiri di tepi jalan. Tiang tua tersebut dinamakan dengan Cagak Aniem Sleman atau Tiang Aniem Sleman.

Cagak atau dalam bahasa Indonesia disebut Tiang bekas perusahaan listrik  milik Belanda yang bernama ANIEM (Algemeene Nederlandsche Indische Electriciteit) ini masih berdiri kokoh di tepi jalan Pemuda No. 1 kabupaten Sleman atau di depan kantor Pegadaian cabang Sleman.

Banyak orang yang tidak mengetahui sejarah Cagak Aniem yang masih berdiri kokoh di tepi jalan ini. Mereka lebih suka menyebutnya dengan tiang tua berkarat yang dibiarkan berdiri di tepi jalan. Sangat wajar mengingat lapisan cat yang melapisi Cagak Aniem sudah mulai menghilang dan muncul karat akibat proses oksidasi. Kondisi Cagak Aniem saat ini masih terbilang utuh dengan tinggi sekitar 10 meter berbahan besi baja.

Konstruksinya masih menggunakan sistem kuncian sekrup untuk menggabungkan antar besi baja. Bentuk tiang sedikit mengerucut diujungnya terdapat beberapa bentang besi baja yang digunakan untuk menyangkutkan kabel listrik. Isolator yang terbuat dari keramik berada di bentang listrik masih utuh. Begitulah sistem jaringan listrik yang tampak sederhana pada zaman penjajahan Belanda. Melihat informasi tahun pembangunannya, terdapat kedekatan waktu pembangunan dengan jalur kereta api yang melintas tidak jauh dari Cagak Aniem tersebut. Sebelumnya saya sempat menduga tiang tua tersebut merupakan bagian dari tiang yang dipasang di tepian rel kereta api. Kurang jelas mengenai alasan kedekatan pembangunan jaringan listrik dengan jalur kereta api pada zaman tersebut. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat