Gardu Pandang Gunung Merapi di Bukit Glagahsari atau Bukit Klangon Sleman

Gardu Pandang Gunung Merapi di Bukit Glagahsari atau Bukit Klangon Sleman
3.3 (66.67%) 3 vote[s]

Tidak banyak yang tahu bahwa di diujung timur laut atau di lereng Gunung Merapi kabupaten Sleman yang berbatasan dengan kabupaten Klaten terdapat sebuah kawasan wisata yang menarik. Namanya Wisata Alam Bukit Glagahsari namun lebih dikenal dengan Gardu Pandang Rotary. Gardu Pandang Glagahsari (Rotary) memberikan pesona pemandangan Gunung Merapi dari sudut yang berbeda.

Gardu Pandang Glagahsari (Rotary 3400) terletak di dusun Klangon Glagahsari, desa Kalitengah Lor, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman. Memiliki daya tarik utama berupa gardu pandang untuk melihat pemandangan Gunung Merapi dari dekat.

Gardu Pandang Rotary Di Bukit Glagahsari

Tidak istimewa memang karena hampir semua kawasan wisata di lereng Gunung Merapi menampilkan daya tarik utama berupa gardu pandang. Namun bila kita melihat Gunung Merapi dari Bukit Glagahsari ini, kita melihat pemandangan Gunung Merapi yang sedikit tertutup oleh bukit kecil yang masih tampak hijau dan tidak terkena terjangan lahar panas erupsi Gunung Merapi beberapa tahun yang lalu.

Medan perjalanan yang sulit dan jarak yang cukup jauh mungkin menjadi kendala utama Bukit Glagahsari atau gardu pandang Glagahsari untuk promosi wisata. Wisatawan biasa mungkin lebih tertarik melihat pesona Gunung Merapi dari dekat di kawasan yang tidak terlalu jauh dari pusat kota dan medan jalan yang mudah dilalui kendaraan baik roda doa atau roda empat keatas. Seperti beberapa kawasan wisata lereng Gunung Merapi yang sudah lama terkenal seperti Kaliurang, Wisata Lava Merapi Kinahrejo, dan sebagainya.

Baca Juga  Pantai Mbirit Gunungkidul, Pantai Mini Yang Bikin Penasaran

Tiang Rotary di Bukit Glagahsari Srunen

Perjalanan menuju ke Bukit Glagahsari ini cukup menantang dimana kita harus melewat jalur truk penambang dan pengangkut pasir. Jalanan yang rusak, sempit, debu yang beterbaran, menanjak, dan sering berpapasan dengan truk pasir sempat membuat saya mengurungkan niat menuju ke bukit ini. Rasa penasaranlah yang membuat saya bertekat untuk meneruskan perjalanan menuju ke Bukit Glagahsari.

Hingga ujung jalur truk penambang pasir, perjalanan belum selesai karena harus kembali meneruskan perjalanan melalui jalan beraspal yang kondisinya lebih baik dari sebelumnya. Saya sempat bernafas lega setelah melewati jalur truk penambang pasir yang berdebu, rusak, dan menguras stamina tersebut. Suhu udara perlahan-lahan mulai terasa sejuk dan saya memasuki dusun terakhir yaitu dusun Glagahsari.

Gardu Pandang dibangun dari dana lembaga internasional bernama Rotary International (Singapore, Brunei, Malaysia, Indonesia) berkerjasama dengan Rotary Club cabang Yogyakarta dan Relawan Merapi (Edelweis)

Gardu Pandang Merapi Yang Dibangun LSM Internasional

Dari dusun Srunen, perjalan dilanjutkan mengarah ke Gunung Merapi melewati kawasan hutan lindung yang cukup lebat dan sejuk. Saya baru menyadari bahwa masih ada kawasan hutan di sisi selatan lereng Gunung Merapi yang tidak terkena terjangan lahar panas. Padahal erupsi Gunung Merapi rutin terjadi setiap berberapa tahun sekali dan selalu menerjang sisi selatan lereng Merapi dan yang terakhir menerjang kawasan Kaliadem dan Kinahrejo pada tahun 2010 lalu.

Warung Makanan Disekitar Bukit Glagahsari

Tiba di kawasan gardu pandang Bukit Glagahsari, suasana tampak seperti kawasan wisata yang baru dibangun. Beberapa kios sedang dilakukan perbaikan dan sebagian jalan masih berupa jalan tanah. Saya langsung memarkir kendaraan ditempat yang disediakan dan bergegas menuju ke gardu pandang. Tangga demi tangga gardu pandang saya daki untuk menuju ke puncak gardu pandang. Dari puncak gardu pandang terlihat jelas rekahan puncak Gunung Merapi yang mengarah ke selatan. Pemandangan yang hampir sama dengan Pos Pengamatan Gunung Merapi di Balerante Klaten yang berada di sebelah timurnya.

Baca Juga  Tradisi Turun Temurun Yang Diselenggarakan Di Sleman

Pemandangan Gunung merapi Dari Bukit Glagahsari

Gardu Pandang Gunung Merapi di Bukit Glagahsari cukup menarik untuk dikunjungi bagi orang-orang yang suka berpetualang dan menyukai tempat yang jarang dikunjungi wisatawan. Kita bisa menikmati pemandangan Gunung Merapi dari dekat sambil berteduh dari teriknya sinar matahari. Namun saran saya, mengunjungi Bukit Glagahsari ini sebaiknya pagi hari karena Gunung Merapi terlihat jelas dan utuh. Berdasarkan pengalaman saya, menjelang siang hari perlahan-lahan Gunung Merapi tertutup kabut tebal hingga sore hari.(text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. marsudiyanto:

    Saya belum pernah ke gardu itu karena medannya sulit.
    Yang paling sering tentu saja yang di Kaliurang :D

  2. Fotodeka:

    wah mas Anno #TeamTouring afiliasi sama #TeamRotary ya? OoO…. jadi penasaran desa binaan Rotary Merapi #eh

Kirim pendapat