Blue Lagoon Sleman, Dulu Dikenal Pemandian Tirta Budi

Blue Lagoon Sleman, Dulu Dikenal Pemandian Tirta Budi
3.33 (66.67%) 9 votes

Blue Lagoon yang dibahas kali ini bukanlah sebuah pantai atau kawasan laguna yang berada di tepi laut seperti di Bali, Lombok, atau di luar negeri. Namun merujuk pada sebuah pemandian alami yang berada di wilayah kecamatan Ngemplak, kabupaten Sleman. Pemandian yang mulanya bernama Tirta Budi saat ini lebih dikenal dengan nama Blue Lagoon Sleman atau Blue Lagoon Yogyakarta.

Blue Lagoon Sleman bernama lain Pemandian Tirta Budi adalah sebuah pemandian alami yang berada di aliran sungai kecil. Blue Lagoon Sleman berlokasi di dusun Dalem, desa Widodomartani, kecamatan Ngemplak, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Pintu Masuk Blue Lagoon Tirta Budi

Keberadaan Blue Lagoon Sleman yang ramai diperbicangkan di media sosial membuat sebagian orang penasaran ingin mengunjunginya. Beberapa foto yang diunggah (diupload) menunjukkan bahwa Blue Lagoon adalah sebuah kawasan yang alami dan tampak belum terjamah manusia. Sebutan Blue Lagoon Sleman muncul dikarenakan jernihnya air dalam pemandian tersebut dan kondisi lingkungan sekitar yang tampak alami.

Perjalanan menuju Blue Lagoon Tirta Budi ini sebetulnya cukup dekat dari kota Yogyakarta. Namun minimnya informasi menuju ke tempat tersebut menyebabkan banyak orang kesulitan dan tersesat di jalan. Tidak ada transportasi umum menuju ke tempa tersebut sehingga kita harus menjangkaunya dengan kendaraan pribadi. Rute paling mudah melalui Jalan Kaliurang Km 13 belok ke kanan pada sebuah pertigaan yang terdapat minimarket. Ikuti jalan hingga ujung kemudian belok ke kanan (selatan) sekitar 50 meter. Perhatikan kiri jalan ada gapura kemudian masuk hingga ujung.

Blue Lagoon saat ini menjadi daya tarik utama Desa Wisata Blue Lagoon Tirta Budi yang dibentuk pada awal tahun 2014. Pendirian desa wisata tersebut dengan konsep awal berupa wisata sungai dan mata air alami di kawasan pedesaan. Pemandingan Tirta Budi Blue Lagoon diresmikan sebagai obyek wisata pada tanggl 22 Maret 2015 oleh bupati Sleman Sri Purnomo.

Sedang Wadon di Kawasan Blue Lagoon Tirta Budi

Saya baru menyadari bahwa lokasi Blue Lagoon Tirta Budi dekat dengan Pasar Jangkang dan Makam Ki Ageng Wonolelo dimana beberapakali menghadiri perhelatan Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo. Tiba di ujung jalan, saya langsung disambut oleh pengelola wisata Blue Lagoon Tirta Budi. Setelah membayar retribusi masuk, saya dipersilakan memarkir kendaraan ditempat yang disediakan. Saat ini area parkir yang tersedia hanyalah area parkir untuk kendaraan roda dua saja dan untuk kendaraan roda empat dipersilakan parkir di tepi jalan dekat dengan pasar.

Sedikit informasi yang didapat dari petugas parkir, pengurus desa setempat bersama masyarakat sepakat mengembangkan Blue Lagoon sebagai kawasan wisata pedesaan sejak bertambah ramainya kawasan Blue Lagoon Tirta Budi. Nama Blue Lagoon dijadikan nama desa wisata, tidak menggunakan nama dusun atau nama desa yang ada. Dengan demikian akan mampu meningkatan taraf hidup masyarakat sekitar serta menjaga alam pedesaan agar terawat dan terhindar dari perusakan tangan-tangan jahil.

Asal usul Blue Lagoon Tirta Budi adalah pada mulanya sebuah bagian aliran sungai biasa yang tidak bernama. Nama Tirta Budi menjadi terkenal dan diberikan tempat ini setelah terjadi peristiwa terjadi pada tempat ini. Tirt berarti sumber air/air” sedangkan “Budi” merupakan nama orang. Sedikit informasi yang didapat dari masyarakat sekitar, Budi adalah seseorang yang mati tenggelam di kawasan pemandian tersebut sekitar dua puluh tahun yang lalu. Penyebabnya adalah saat berenang, penyakit ayannya kumat dan terlambat untuk ditolong.

Blue Lagoon Yogyakarta merupakan nama baru sebagai pengganti nama Pemandian Tirta Budi. Nama ini merupakan ide atau gagasan mahasiswa KKN di daerah tersebut yang ingin mengangkat kembali daya tarik wisata Pemandian Tirta Budi yang terbengkalai dan lama tidak dikelola masyarakat sekitar.

Suasana Blue Lagoon Tirta Budi

Perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki menuju ke Blue Lagoon Tirta Budi yang jaraknya hanya beberapa puluh meter dari area parkir. Jalan setapak yang ada sebagian telah dipasang paving namun untung saja tidak menghilangkan kesan alami. Di beberapa sudut jalan berdiri beberapa warung yang menjual minuman dan makanan ringan. Penataannya sedikit kurang menarik karena menggunakan banyak spanduk yang terkesan kumuh.

Dalam sebuah pertigaan jalan, pengunjung diberi tiga pilihan arah yang menunjukkan tempat. Bila berbelok ke kiri akan menuju ke Sendang Wadon yang memiliki daya tarik berupa terapi ikan, bila berbelok ke kanan akan menuju ke Sendang Lanang yang memiliki daya tarik berupa terapi pijat air, dan apabila lurus akan menuju ke area Blue Lagoon Tirta Budi.

Blue Lagoon Trta Budi Dari Samping

Sendang Wadon merupakan kolam kecil yang terdapat sumber mata air dengan debit kecil. Didalamnya terdapat ikan-ikan kecil yang dapat digunakan untuk terapi ikan. Caranya bila kita berendam di kolam tersebut, ikan-ikan akan mendekat dan memakan sel-sel kulit yang telah mati. Sedikit berita buruk, ikan-ikan kecil yang ada tinggal sedikit karena beberapa hari yang lalu kena setrum para pencari ikan. Sedangkan Sendang Lanang merupakan jatuhan air dari tebing yang cocok sebagai pijat air biasa.

Sepertinya berkeliling di Sendang Wadon dan Sendang Lanang telah cukup dan akhirnya saya melanjutkan perjalanan menuju ke tempat terakhir yaitu Blue Lagoon Tirta Budi. Awalnya saya sedikit kaget bahwa ternyata Blue Lagoon adalah sebuah kawasan yang berada di bawah bendungan sungai. Namun setelah melihat indahnya tebing yang berada di tepi sungai, saya mulai berdecak kagum melihat pemandangan Blue Lagoon.

Luas kawasan Blue Lagoon Tirta Budi cukup sempit dan hanya dapat menampung puluhan pengunjung. Bila akhir pekan jumlah pengunjung membludak dan kawasan ini tidak mampu menampung banyaknya pengunjung.

Kolam Dangkal Untuk Anak-Anak di Blue Lagoon Tirta Budi

Kesan pertama mengenai Blue Lagoon adalah sebuah pemandangan kolam besar dengan air jernih berwarna kehijauan yang dikelilingi tebing batu. Warna hijau yang dihasilkan berasal dari tumbuhan lumut yang hidup didasar kolam. Tebing-tebing batu yang berada di sekeliling meneteskan air dan sebagian diantaranya memancarkan air yang lumayan deras. Bila dibilang ini seperti versi mini dari Green Canyon di Pangandaran atau ada kemiripan saat mengikuti Mini Rafting Kali Oyo.

Kondisi sekitar Blue Lagoon masih terlihat alami meskipun telah mengalami pembangunan kawasan wisata. Diharapkan kondisi sekitar Blue Lagoon dipertahankan agar tetap alami dan diperbanyak tanaman agar sumber air tetap terpelihara. Beberapa fasilitas yang telah dibangun adalah kamar ganti, kamar mandi, tempat duduk, tempat penitipan barang, dan beberapa tempat sampah cukup membantu bagi wisatawan yang berkunjung.

Pada hari-hari biasa, Blue Lagoon Tirta Budi didominasi pengunjung dari sekitar desa khususnya anak-anak SD dan SMP. Saat pulang sekolah, beberapa diantara mereka langsung datang dan bermain air di tempat ini. Bila akhir pekan, pengunjung didominasi dari kota Yogyakarta dan luar daerah yang penasaran dengan pemberitaan Blue Lagoon Sleman ini. Tidak heran bila dari hari ke hari jumlah pengunjung Blue Lagoon Tirta Budi semakin bertambah banyak dan kadang kawasan tersebut tidak muat menampung banyaknya pengunjung (text/foto: annosmile)

BERITA TERKAIT

22 Maret 2015

Peresmian Desa Wisata Blue Lagoon dilakukan oleh Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo. Peresmian desa wisata tersebut bersamaan dengan peringatan Hari Air. Bupati Sleman berharap agar kelestarian mata air di Desa Wisata Blue Lagoon tetap terjaga dan menjadi salah satu kearifan lokal di Kabupaten Sleman. (sumber: Humas Pemprov DIY)

30 Maret 2015

Pemandian Tirta Budi Blue Lagoon Sleman menelan korban jiwa bernama Arya Setya Sarjono (11), siswa kelas 5 SD yang juga merupakan warga Dusun Randusari RT 02 RW 01 Argomulyo, Cangkringan. Korban ditemukan tewas di dasar sungai tempat Pemandian Tirta Budi Blue Lagoon Sleman berada. Diduga korban tewas akibat tergelincir pada batu sungai dan tenggelam saat kondisi sungai sedang banjir akibat hujan deras. (sumber: Humas Polri dan SoloPos)

INFORMASI
Harga Tiket
Dewasa : Rp 2.000,-/orang
Parkir Motor : Rp 1.000,-

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mila:

    seruuu bangeett.. 

  2. Wahyu Asyari Muntoha:

    kayaknya ga gitu luas ya?

  3. CPutraKJ:

    Keep it writing Bro…. salut buat usahanya bikin blog yg informatif, di jamin susah Bro.. . Di tunggu slalu postingan lain yg informatif.

  4. CPutraKJ:

    Oya.. untuk Blue Lagoonnya rekonmen buat orang2 yg berpikir Out of the Box… soalnya klo orang yg berpikir pake gengsi ga bs nikmatin ni Surga… . Jarang ada sumber mata air sebagus ini di dekat kota, liat aja dari dalam air gelembung udara tanda debit mata airnya cukup besar… . KEREN..!!!!

  5. CPutraKJ:

    Btw gambar nmer 2 itu di mananya ya??? Yg ada Mas2 ky d pinggir kolam jernih… .Coba kasih Caption di bawahnya tentang image nya Bro… .Selebihnya Keren…

Kirim pendapat

porno izle ücretsiz porno