Bicara Masalah Retribusi Di Dataran Tinggi Dieng

Beberapa kali mengunjungi Dataran Tinggi Dieng, ada sesuatu yang janggal ketika mengunjungi tempat tersebut dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Bila Anda teliti maka Anda akan menyadari bila memasuki Dataran Tinggi Dieng akan menemui bermacam-macam retribusi dengan tarif yang berbeda-beda. Sekilas terlihat wajar namun ada beberapa kejanggalan dalam beberapa tarif yang ada.

Macam-Macam Tiket Masuk Dieng

Seperti halnya retribusi masuk Dataran Tinggi Dieng yang dibuat pemerintah kabupaten Wonosobo setelah pasar Garung yang sepertinya hanya meraup untung belaka. Bagaimana tidak, hanya melewati jalan utama menuju Dataran Tinggi Dieng harus membayar retribusi padahal masyarakat sudah tertib membayar pajak kendaraan dan jalan saat memperpanjang surat jalan kendaraan. Bahkan seringkali petugas retribusi tidak memberikan bukti retribusi atau karcis. Selain itu, saya belum tahu manfaat dengan membayar retribusi tersebut karena tidak ada timbal balik yang akan saya terima.

Keberadaan Dataran Tinggi Dieng menjadi tambang emas memang tidak disia-siakan oleh kabupaten yang memiliki wilayah di daerah tersebut. Bahkan beberapa badan, kementrian, hingga penduduk sekitar pun ikut mendulang hasil dari ketenaran Dataran Tinggi Dieng. Hal ini terlihat saat mengumpulkan bermacam-macam tiket atau karcis retribusi yang kami dapat saat berkeliling Dataran Tinggi Dieng.

Tiket terusan wisata pun sepertinya hanya berlaku untuk beberapa obyek wisata saja dan banyak obyek wisata lain yang menarik retribusi sendiri. Sebut saja tiket retribusi masuk untuk kawasan wisata Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theater. Namun hal tersebut hanya berlaku untuk biaya masuk saja, beberapa fasilitas yang ada didalamnya masih dikenakan biaya misalnya penggunaan toilet atau wc umum. Meski retribusi di Dataran Tinggi Dieng telah ditetapkan dalam Perda Kabupaten Wonosobo No. 4 Tahun 2011 dan Perda Kabupaten Banjarnegara No. 6 Tahun 2011 tidak ada perbedaan dengan kondisi sebelum muncul perda. Masih banyak oknum-oknum yang memanfaatkan kawasan ini untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Baca Juga  Internet For Kids Sekarang dan Nanti

Keluhan dari beberapa teman mengenai banyaknya retribusi dan pungutan liar sempat mereka ceritakan sehabis berwisata dari Dieng Plateau. Mereka heran mengapa obyek wisata yang akan menasional belum dikelola dengan baik dan terkesan membiarkan pungutan liat. Pemerintah setempat pun seakan tutup telinga dan hanya mengeruk untung dari retribusi belaka. Bila dibiarkan terus menerus citra wisata Dataran Tinggi Dieng akan tercemar dan akan ditinggalkan wisatawan. (text/foto: annosmile)

=== Referensi

  • Retribusi Wisata di Dataran Tinggi Dieng

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Galang Pratama:

    Dulu karcisnya juga banyak seperti itu mas :v

Kirim pendapat