Between Two Gates Kotagede, Dulu Bagian Alun-Alun Kerajaan Mataram Islam

Between Two Gates Kotagede, Dulu Bagian Alun-Alun Kerajaan Mataram Islam
3 (60%) 2 votes

Between Two Gates merupakan sebuah kawasan di dekat Kompleks Makam Raja-Raja Kotagede yang dahulu berfungsi sebagai alun-alun. Seiring berjalannya waktu, kawasan alun-alun pada zaman kerajaan Mataram Islam tumbuh menjadi pemukiman. Hingga saat ini kawasan Between Two Gates masih berdiri dengan bangunan berusia ratusan tahun yang terpelihara dengan baik.

Between Two Gates atau dalam bahasa Indonesia diartikan “Di Antara Dua Gerbang” digunakan untuk menamai bentuk sistem tata lingkungan kampung di Kotagede, khususnya di Kampung Alun-alun RT 37 RW 09 Kelurahan Purbayan. Pemukiman ini sudah ada sejak tahun 1840, termasuk di antaranya rumah saudagar Atmosoeprobo.

Gerbang Masuk Between Two Gates

Posisi pintu masuk kawasan pemukiman Between Two Gates salah satunya berada di sebelah timur Jalan Watu Gilang yang merupakan sisi pintu bagian barat. Sedangkan pintu masuk sisi bagian timur melewati kawasan perkampungan disebelahnya. Saya mengunjunginya melalui sisi pintu bagian barat yang terletak di tepi jalan. Sekilas pintu atau gerbang masuk “Between Two Gates” tidak terlihat istimewa karena hanya selebar kurang dari dua meter dan hanya bercat putih dengan sedikit hiasan.

Salah Satu Rumah Jawa Di Between Two Gates Kotagede

Setelah memastikan bahwa itu merupakan pintu “Between Two Gates” sebelah barat yang diperkuat dengan papan informasi lokasi, saya langsung memasuki gerbang yang di dalamnya merupakan jalan yang membelah pemukiman. Kawasan pemukiman tersebut berjajar bangunan rumah joglo yang berhadapan membentuk lorong atau jalan kecil diantara keduanya

Gang atau lorong ini sebenarnya adalah ruang milik pribadi, namun boleh dilewati oleh umum. Karena gang tersebut diapit oleh gerbang pada kedua ujungnya, maka lingkungan ini dikenal dengan istilah Between two gates (antara dua gerbang). Istilah Between To Gates sebenarnya merupakan ungkapan baru yang dimunculkan pada tahun 1986 oleh tim peneliti arsitektur yang kemudian dipolulerkan di kalangan masyarakat.

Ukiran Tiang Salah Satu Bangunan Di Between Two Gates Kotagede

Setiap bangunan yang ada memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, walaupun ada beberapa joglo terdapat kesamaan dalam ukiran pintu dan jendela. Kondisi bangunan joglo dari ujung ke ujung masih terawat dengan baik walaupun sebagian besar sudah tidak asli lagi akibat kerusakan parah yang terjadi pada bencana gempa 2006 silam yang memporak-porandakan kawasan pemukiman di Yogyakarta dan sekitarnya.

Proses renovasi dan rekontruksi bangunan joglo pasca gempa sudah selesai beberapa tahun yang lalu berkat sumbangan beberapa donatur luar negeri. Perbaikan bangunan di “Between Two Gates” difokuskan terhadap bangunan joglo utama dan bangunan lain yang berada disekitar joglo seperti ruangan-ruangan lain dalam bangunan Jawa.

Salah Satu Pendopo Joglo Di Between Two Gates Kotagede

Beberapa rumah joglo dapat dikunjungi apabila pemilik rumah sedang berada di rumah. Namun sebagian besar bangunan joglo hanya bisa dilihat dari luar saja saat saya datang kemari. Menurut informasi beberapa rumah joglo jarang ditinggali oleh pemilik rumah dan hanya sesekali saja datang untuk membersihkan rumah dan menyambut tamu yang ingin melihat-lihat ruangan dalam rumah joglo.

Pengurus karang taruna yang berada di lingkungan Kotagede berharap bila semua pemilik bangunan rumah tua atau joglo yang ada di lingkungan Kotagede untuk bersedia membukakan pintu bagi para wisatawan yang sedang menelusuri kawasan kampung Kotagede. Karena cukup banyak wisatawan yang tertarik melihat arsitektur bangunan rumah joglo yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. (text/foto: annosmile)

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Fajar:

    wah..malah durung mampir..om..biasanya..cuman..nang pasar legi..dodol..burung…je..

  2. ndop:

    oooh… baca berkali-kali baru mudeng kalau ini perkampungan.. okesip..

  3. HeruLS:

    Gambar dua gerbang nya yg mana toh?

  4. dafhy:

    tiang depan rumahnya keren banget mas. semoga bisa main ke sini :-)

  5. Alief:

    ukiranya bagus bagus ya. Gak kebayang kemampuan para pendahulu kita dulu, sehingga bisa membuat suatu karya yang sangat indah

  6. arif:

    pernah mampir ke makam raja mataram kotagede, tapi ga ngeh klo ada between two gates

Kirim pendapat