Benteng Van Der Wijck, Si Merah Di Selatan Pulau Jawa

Peninggalan masa lalu berupa benteng berwarna merah mungkin satu-satunya berada di kabupaten Kebumen propinsi Jawa Tengah. Benteng yang dikenal dengan nama Benteng Van Der Wijck ini hampir seluruhnya bercat merah. Sehingga banyak orang lebih sering menyebutnya Benteng Merah Gombong atau benteng Merah Kebumen.

Benteng Van Der Wijck merupakan benteng pertahanan Pemerintah Hindia-Belanda yang dibangun pada kisaran abad ke 18. Beberapa catatan ada yang menyebutkan bahwa benteng ini dibangun pada tahun 1818. Benteng ini terletak di desa Sedayu, kecamatan Gombong, kabupaten Kebumen.

Pintu Masuk Obyek Wisata Benteng Van Der Wijck

Lokasi Benteng Van Der Wijck Gombong ini cukup dekat dengan kota kecamatan Gombong. Perjalanan hanya membutuhkan sekian menit dari kota Gombong karena hanya berjarak kurang dari satu kilometer. Namun kesan kota Gombong sebagai kota niaga dan perdagangan seakan membuat daya tarik Benteng Van Der Wijck lenyap. Hal ini tentu saja dibarengi dengan minimnya papan informasi menuju ke obyek wisata tersebut.

Area parkir wisata Benteng Van Der Wijck cukup luas dan mampu menampung puluhan kendaraan besar. Melihat kawasan wisata Benteng Van Der Wijck yang dikelilingi tembok polos bercat merah, awalnya kami mengira bahwa tempat tersebut hanya obyek wisata biasa dan bukan wisata peninggalan sejarah. Namun setelah kami amati lebih teliti, Benteng Van Der Wijck yang merupakan bangunan peninggalan Belanda berada di dalam kompleks wisata tersebut.

Keberadaan Benteng Van Der Wijck sering dikaitkan dengan Kapal Van Der Wijck yang ceritanya baru saja difilmkan. Belum ada penjelasan mengenai keterkaitan hal ini apakah memang berhubungan atau memiliki sejarah yang berbeda

Pintu Masuk Bangunan Benteng Van Der Wijck

Setelah membayar tiket masuk, kami langsung bergegas memasuki kawasan wisata Benteng Van Der Wijck Gombong. Di dalam kompleks, tidak hanya wisata sejarah yang ditampilkan melainkan juga terdapat wisata rekreasi dan keluarga. Di sepanjang jalan menuju ke arah Benteng Van Der Wijck, dibangun fasilitas penunjang seperti taman bermain, penginapan, kolam renang, wahana bermain anak, kereta keliling, sentra kuliner, dan sebagainya.

Baca Juga  Monumen Jumenengan Sri Sultan HB IX Di Kotagede

Fasilitas pendukung wisata terbilang cukup lengkap dan malahan lebih ditonjolkan dibandingkan wisata utamanya yakni wisata peninggalan sejarah. Hal ini dirasa wajar karena pengunjung obyek wisata Benteng Van Der Wijck lebih banyak menghabiskan waktunya di fasilitas pendukung wisata atau kawasan rekreasi keluarga yang dibangun di sekeliling benteng.

Sisa-Sisa Bangunan Benteng Van Der Wijck

Hampir seluruh bangunan yang ada didominasi warna merah tak terkecuali bangunan Benteng Van Der Wijck itu sendiri. Dibagian pintu masuk bangunan Benteng Van Der Wijck terpajang peninggalan sejarah berupa meriam dan tank. Kondisinya cukup terawat dengan baik meskipun sudah tidak dapat digunakan kembali. Kami pun langsung memasuki pintu menuju area dalam benteng.

Dalam sekejap suasana menjadi berbeda ketika melewati pintu Benteng Van Der Wijck. Terhampar sebuah halaman yang dikeliling bangunan yang tampak sunyi dan luas. Dibagian tengah halaman terdapat hiasan kecil yang kurang diketahui fungsinya hanya sekedar memperindah atau memiliki fungsi tertentu. Benteng yang mengelilingi lapangan dengan bentuk oktagonal (segi delapan) terdiri dari bangunan dengan dua buah lantai.

Annosmile di Benteng Van Der Wijck

Memasuki ruangan bangunan Benteng Van Der Wijck, terdapat beberapa ruangan dengan fungsi sebagai barak tentara, gudang amunisi & persenjataan, perkantoran, ruang pemeriksaan, ruang penyiksaan, penjara, dan sebagainya. Kondisi ruangan tersebut cukup terawat dengan baik meski telah kosong tanpa ada sisa-sisa perlengkapan yang lain. Beberapa ruangan sengaja ditutup dan terdapat larangan masuk karena mungkin berbahaya dari segi bangunan tua yang rapuh atau mungkin dianggap sebagai kawasan angker.

Baca Juga  Candi Gathotkaca Dieng

Konsep wisata keluarga sepertinya tampil dominan ketimbang konsep wisata sejarah dan edukasi. Tidak banyak informasi yang dapat diperoleh ketika berkeliling bangunan Benteng Van Der Wijck. Ketiadaan papan informasi pada setiap bagian Benteng Van Der Wijck menjadi salah satu kekurangan di kawasan ini. Namun hal ini mungkin menjadi masalah bai segelintir wisatawan karena tidak semua orang membutuhkan informasi tersebut. Rata-rata pengunjung yang datang hanya sekedar berkeliling, berfoto-foto, kemudian bersantai di area taman dekat bangunan benteng tersebut. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk

Rp 3.000,-/orang

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. mila:

    tumben ada selfie nya

  2. mawi wijna:

    Dengaren lungo dewe No?

  3. Volverhank:

    cakep juga ya, kalo malem dikasih lampu gitu juga ?

  4. Idah Ceris:

    Iya, lebih kental area bermainnya, ya. Macam kereta kuda. :D
    Saya pas ke situ HTMnya udah enggak 3.000. Uwooo. . .

Kirim pendapat