Bendungan Wonorejo Tulungagung, Antara Keindahan Alam dan Sepinya Wisatawan

Bendungan Wonorejo merupakan salah satu ikon pariwisata di kabupaten Tulungagung selain pesona wisata pantainya. Lokasinya terbilang cukup strategis karena tidak jauh dari pusat kota Tulungagung. Dengan segala daya tariknya kami menyempatkan bendungan ini ketika berkunjung ke kota Tulungagung.

Bendungan Wonorejo secara administratif terletak di desa Wonorejo, kecamatan Pagerwojo, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur atau disebelah barat kota Tulungagung. Merupakan bendungan terbesar se Asia Tenggara dengan debit 15.000 m³ per detik. Bendungan ini berfungsi sebagai sebagai pembangkit tenaga listrik, pengairan, perikanan, olah raga dan tempat rekreasi.

Tebing Bertulisankan Bendungan Wonorejo

Perjalanan menuju ke Bendungan Wonorejo ada dua jalur, yakni bisa melalui jalan utama dari kota Tulungagung atau jalan pedesaan dari sisi selatan wilayah Tulungagung. Akses jalan sudah diaspal baik meski pada beberapa titik ditemukan lubang jalan dan belum dilakukan perbaikan. Kekurangannya papan arah jalan berukuran kecil dan banyak persimpangan jalan yang dapat menyebabkan salah jalan dan tersesat. Perjalanan yang singkat akhirnya kami tiba di gerbang masuk obyek wisata Bendungan Wonorejo.

Pemandangan Bendungan Wonorejo Dari Atas Bukit

Gerbang masuk obyek wisata Bendung Wonorejo ini diberi portal atau pintu yang membuat sesorang tidak bebas melintas jalan ini. Setelah membayar retribusi masuk, portal dibuka dan kami dipersilakan memasuki area obyek wisata Bendungan Wonorejo. Tidak sampai lima menit kami tiba di area parkir wisata Bendungan Wonorejo. Setelah memarkir kendaraan, kami langsung berkeliling kawasan wisata Bendungan Wonorejo.

Baca Juga  4 Wisata Air Terjun Di Kediri Yang Menarik Dikunjungi

Suasana area parkir Bendungan Wonorejo tampak sepi, hanya terlihat dua orang pedagang asongan yang menjajakan dagangannya berupa makanan kecil dan minuman kaleng. Selain itu hanya terlihat beberapa orang yang sedang mengunjungi Bendungan Wonorejo sesaat kemudian meneruskan perjalanan. Sementara kami tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekitar kami dan meneruskan perjalanan mengelilingi kawasan Bendungan Wonorejo.

Pemandangan Waduk dan Perbukitan Dari Tepi Bendungan Wonorejo

Kami memilih menikmati Bendungan Wonorejo dari atas bukit kecil yang terletak di belakang area parkir terlebih dahulu. Pemandangan Bendungan Wonorejo tampak apik dan cukup luas meski tertutup oleh beberapa dahan pohon yang tumbun disekitar bukit kecil tersebut. Pemandangan dari atas bukit ini mirip saat kami mengunjungi obyek wisata Bendungan Gajah Mungkur di Wonogiri.

Selanjutkan ketika berjalan disepanjang lorong jalan diatas bangunan bendungan, terhampar pemandangan hamparan air yang cukup luas. dari kejauhan tampak berbaris rapi pohon-pohon yang ditanam di tepian waduk. Bila diamati kapasitas air dalam bendungan sedikit berkurang karena baru memasuki awal musim penghujan. Disepanjang tepi jalan diatas bendungan dibangun taman kecil yang sedikit mengurangi hawa panas saat melintasi jalan cukup terbuka dan tidak ada area buat berteduh.

TeamTouring Di Bendungan Wonorejo

Tidak ada daya tarik lain di kawasan Bendungan Wonorejo meski terdapat area taman kecil, lokasi pemancingan, dan beberaapa penginapan untuk bermalam. Keberadaan persewaan perahu dan speedboat yang jarang beroperasi sehingga tidak mampu memberikan daya tarik wisata tempat ini. Bahkan fasilitas pendukung seperti mushola dan kamar kecil lokasiny kurang strategis dan kurang terawat. Kalau dibiarkan seperti ini terus menerus tanpa adanya penambahan fasilitas dan daya tarik dikhawatirkan obyek wisata Bendungan Wonorejo akan dihindari oleh para wisatawan yang datang ke Tulungagung untuk berwisata. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat