Bendungan Tegal Bantul dan Pencarian Situs Batu Lumpang

Bendungan Tegal Bantul dan Pencarian Situs Batu Lumpang
Rate this post

Bendungan Tegal Bantul merupakan salah satu bendungan yang dibangun untuk membendung aliran Sungai Opak untuk mengairi area persawahan yang ada disekitarnya. Selain berfungsi sebagai pengairan, bendungan ini juga dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh pemerintah daerah sekitar. Bendungan Tegal Bantul ini sempat ramai dikunjungi karena digunakan sebagai lokasi Festival Lomba Perahu Naga se Daerah Istimewa Yogyakarta. Daya tariknya wisata saat ini telah memudar dan kebanyakan orang datang ke tempat ini untuk memancing.

Bendungan Tegal terletak di desa Kebon Agung, kecamatan Imogiri di sisi tumur dan disebelah barat desa desa Canden, kecamatan Jetis yang berada di wilayah kabupaten Bantul. Bendungan Tegal mulai dibangun tahun 1997 dan diresmikan tahun 2003 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Tanggul Bendungan Tegal Bantul

Perjalanan menuju lokasi Bendungan Tegal cukup mudah dijangkau meskipun tidak ditemukan papan petunjuk lokasi.  Kami sempat bertanya sekali dalam perjalanan menuju lokasi bendungan dan selang beberapa saat kami tiba di sungai yang mengarah ke Bendungan Tegal. Sungai yang bernama Sungai Opak itu berhulu dari lereng Gunung Merapi dan bermuara ke laut selatan. Sungai ini dulu menjadi batas wilayah antara Kasultanan Yogyakarta dengan Kasunanan Surakarta. Perjalanan kami lanjutkan menyusuri jalan tanah hingga tiba di kawasan tanggul Bendungan Tegal.

Suasana area tanggul Bendungan Tegal cukup sepi bila disebut kawasan wisata dan terlihat aktivitas warga menggembala sapi dan kerbau di lahan yang banyak ditumbuhi rumput dan tanaman liar. Pemandangan bendungan dan sungai terkesan biasa seperti bendungan yang lain dan tidak tampak istimewa. Hal ini yang mungkin menjadi alasan seseorang untuk tidak mengunjungi tempat ini kecuali saat ada keramaian semacam festival. Kami sempat beberapa saat menikmati suasana Bendungan Tegal dan melihat sisi seberang banyak terlihat para pemancing ikan yang sesekali mendapatkan ikan berukuran kecil dan sedang.

Batu Lumpang DAM Tegal di Dusun Gaten, Kelurahan Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul. Asal-Usul penemuan Batu Lumpang ini ditemukan di dasar kawasan bendungan saat pembangunan bendungan kemudian diangkat dan dipindah di lokasi sekarang.

Situs Batu Lumpang Di Area Bendungan Tegal Bantul

Ada sesuatu yang membuatku sedikit tertarik yaitu sebuah benda purbakala yang diletakan di halaman bangunan jaga Bendungan Tegal tepat disebelah tanggul bendungan. Sebuah peninggalan purbakala berupa batu yang mirip dengan lumpang atau yoni dengan diameter hampir setengah meter. Tidak diketahui asal mula batu lumpang tersebut namun diperkirakan beraal dari peninggalan zaman klasik di Indonesia. Tidak ada papan informasi yang menjelaskan tentang Batu Lumpang tersebut disekitar situs.

Sepertinya Bendungan Tegal belum layak dikembangkan sebagai obyek wisata karena belum tersedianya sarana dan prasarana penunjang daerah pariwisata. Kondisinya terkesan sama dengan bendungan-bendungan sungai lainnya yang berfungsi untuk membendung air untuk irigasi persawahan. Malahan kondisi Bendungan Tegal tergolong kritis karena daerah aliran sungainya mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh endapan lumpur dari erupsi Gunung Merapi. Meskipun daya tariknya hanya setahun sekali yaitu saat digunakan sebagai lokasi Festival Perahu Naga. Mungkin kedepannya akan dilakukan terobosan serta pembangunan lanjutan untuk menyelamatkan dan mengembangkan Bendungan Tegal ini. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. HeruLS:

    Dijaga saja, dan sediakan informasi yg cukup utk penerusan pengetahuan. Pengunjung banyak atau sedikit itu tak penting.
    Omong-omong, Zaman klasik itu kapan yah? Setelah atau sebelumnya zaman pop, rock, dan jazz?

  2. galihbayu:

    Menurut saya,banyak wisatawan atau enggak itu tidak penting,yg penting slalu kita jaga dan kita rawat dengan baik pasti akan menjadi tempat yg lembih bagus

    • admin:

      Hi Galihbayu, benar mas seharusnya memang begitu. Terima kasih atas pendapatnya :-)

Kirim pendapat

porno izle ücretsiz porno porno izle