Bendungan Sapon Sungai Progo Dan Jembatan Penghubung Dua Wilayah

Bendungan Sapon Sungai Progo Dan Jembatan Penghubung Dua Wilayah
3.7 (73.33%) 3 votes

Bendungan Sapon merupakan salah satu bendungan yang membendung aliran Sungai Progo. Bendungan ini juga disebut-sebut sebagai calon pengolahan air terbesar di wilayah Kulon Progo. Selain itu keberadaan bendungan ini cukup vital karena jembatan yang dibangun diatasnya menjadi satu-satunya harapan masyarakat sekitar untuk menyeberangi aliran Sungai Progo tanpa harus memutar jauh.

Bendungan Sapon terletak di dukuh Sapon, desa Sidorejo, kecamatan Lendah, kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Jembatan Penyebrangan Di Atas Bendungan Sapon Kulon Progo

Lokasi Bendungan Sapon berada di dalam aliran Sungai Progo yang membelah wilayah kabupaten Bantul dengan kabupaten Kulon Progo. Letaknya tidak jauh dari Jembatan Srandakan sebagai akses utama penghubung kedua kabupaten pada sisi selatan. Untuk menuju bendungan ini lebih mudah dari Jalan Raya Srandakan atau Jalan Raya Lendah karena ukuran jalan cukup luas dan tidak ada simpangan jalan kecil yang kadang menyesatkan.

Bendung Sapon mulai dibangun pada tahun 2005 dan selesai pada tahun 2008. Namun bendungan ini baru diresmikan pada tanggal 11 Maret 2010 oleh Menteri Pekerjaan Umum. Daerah Irigasi Sapon mencapai 2.250 Ha yang berada di 3 kecamatan yaitu Panjatan, Galur dan Temon Kulon Progo. Manfaat dan tujuan pembangunan ini adalah terjaminnya penyediaan air untuk keperluan irigasi sepanjang tahun, peningkatan luas areal irigasi teknis dari 1917 Ha menjadi 2250 Ha, peningkatan produksi padi dari 3,74 ton/Ha menjadi 5,5 ton/Ha, peningkatan intensitas tanam padi dari 153% menjadi 200%, terkendalinya elevasi dasar sungai di bagian hulu bendung.

Sungai Progo Yang Dilewati Bendungan Sapon Kulon Progo

Bendungan Sapon Kulon Progo memiliki fungsi utama untuk membendung aliran Sungai Progo dan mengalirkan sebagaian airnya untuk irigasi lahan pertanian yang mencakup tiga wilayah kecamatan yaitu Panjatan, Galur, dan Temon. Debit air sungai Progo cukup tinggi walaupun musim kemarau dan mampu mencukupi kebutuhan air seluruh wilayah yang dilewati aliran sungai tersebut.

Lebar Jembatan Sapon Kulon Progo

Jembatan penghubung atau penyebrangan yang dibangun diatas Bendungan Sapon Kulon Progo cukup membantu aktivitas masyarakat dari kedua wilayah. Mereka tidak perlu susah-susah mengambil jalan memutar melalui Jembatan Srandakan yang letaknya beberapa kilometer dari tempat ini. Waktu tempuh pun dapat menghemat sekitar 15-20 menit dengan melewati jembatan ini. Hanya saja jembatan ini memiliki ukuran lebar cukup sempit dan hanya dapat dilalui kendaraan beroda dua saja seperti sepeda kayuh dan sepeda motor.

Aktivitas Di Sekitar Jembatan Penyebrangan Sapon Kulon Progo

Aktivitas yang tampak di sekitar Bendungan Sapon Kulon Progo adalah aktivitas memancing yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Menjelang musim kemarau banyak orang memancing di tempat ini karena aliran airnya lebih tenang dan tidak sederas pada musim penghujan. Pada sekitar dasar Bendungan Sapon terdapat aktivitas penambangan pasir yang konon hanyut dari lereng Gunung Merapi yang sering mengeluarkan lava pijar.

Pintu Air Bendungan Sapon Kulon Progo

Bendungan Sapon makin hari makin ramai dengan aktivitas lalu lalang pengguna kendaraan untuk menuju ke wilayah seberang sungai. Selain itu beberapa orang memanfaatkannya sebagai lokasi memancing dan tempat bersantai saat sore hari. Suasana sekitar bendungan yang terasa teduh karena telah dibuatkan taman dengan bunyi aliran sungai yang menyejukkan membuat banyak orang betah berlama-lama di tempat ini. Hal ini membuat pengelola desa wisata setempat memasukkannya ke dalam daya tarik wisata pedesaan guna menunjang pengembangan desa wisata. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Bendungan Sapon
Dukuh Sapon, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo

Kirim pendapat