Bekas Jembatan Kereta Api Krasak Merana

Tidak jauh dari area pasar tradisional Tempel dan bangunan bekas stasiun Tempel terdapat sebuah bekas jembatan kereta api yang melintasi sungai Krasak. Pada zaman dahulu, bekas jembatan kereta api tersebut digunakan untuk jalur kereta api dengan rute Magelang – Yogyakarta. Jembatan yang dikenal dengan nama jembatan kereta api Krasak saat ini masih berdiri kokoh meskipun sudah lama tidak digunakan menjadi jalur kereta api.

Bekas Jembatan Kereta Api Krasak yang menghubungkan sisi utara wilayah Magelang provinsi Jawa Tengah dengan sisi selatan wilayah Sleman provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisinya cukup memprihatikan karena belum direnovasi (dipugar) dan kondisi rangka besinya sudah banyak berkarat di berbagai sisi.

Sisa-Sisa Jembatan Kereta Api Krasak

Keberadaan bekas Jembatan Kereta Api Krasak ini cukup tersembunyi dan banyak orang yang tidak mengira bahwa kondisinya masih berdiri utuh lengkap dengan rangka-rangkanya. Untuk menuju ke lokasi bekas jembatan kereta api ini, saya harus berjalan memasuki jalan kampung memutar yang sempit dan hanya dapat dilewati oleh satu kendaraan roda dua saja. Padahal posisi bekas Jembatan Kereta Api Krasak ini tepat berada di belakang area Pasar Tradisional Tempel sebelah barat jalan raya Yogyakarta – Magelang.

Dalam perjalanan menuju ke lokasi bekas Jembatan Kereta Api Tempel, saya menemui beberapa bangunan tua dimana salah satunya merupakan bekas bangunan rumah dinas PT Kereta Api. Kondisi bangunan rumah dinas tersebut saat ini digunakan sebagai tempat tinggal dan masih terlihat patok-patok kepemilikan lahan sekitar bangunan atas nama PT Kereta Api Indonesia.

Jembatan Kereta Api Krasak dibangun oleh perusahaan Belanda (NIS) untuk menghubungkan lalu lintas Yogyakarta – Magelang – Parakan pada akhir tahun 1898an.

Pondasi Jembatan Kereta Api Krasak

Saat tiba di tepi Sungai Krasak, terlihat jelas pemandangan jembatan kereta api Krasak yang masih terlihat utuh meskipun kondisinya cukup memprihatinkan. Warna cat rangka jembatan sudah pudar dan berkarat hampir memenuhi rangka. Kondisi jembatan ini tidak seberuntung Jembatan Pangukan yang telah direnovasi dan ditetapkan secara resmi sebagai bangunan cagar budaya.

Baca Juga  Ketentuan Umum Tarif Angkutan Kereta Api

Tiang penyangga bekas jembatan kereta api Krasak masih terlihat kokoh berdiri. Dalam sejarahnya, bekas jembatan kereta api Krasak ini pernah kehilangan salah satu tiang penyangganya akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi yang melewati sungai Krasak. Akibatnya perjalanan kereta api dari kota Yogyakarta hanya sampai di Tempel dan tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Magelang. Sempat kerusakan jembatan kereta api tersebut diperbaiki dan kereta api kembali beroperasi hingga Magelang. Namun akhirnya jalur kereta api rute Yogyakarta – Magelang dihentikan pengoperasiannya oleh PT Kereta Api Indonesia pada tahun 1976 hingga sekarang. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat