Bedog Art Festival IV, Perhelatan Seni Internasional di Tepi Sungai

Bedog Art Festival IV, Perhelatan Seni Internasional di Tepi Sungai
Rate this post

Perhelatan Bedog Art Festival sudah diselenggarakan untuk yang keempat kalinya. Walaupun gaung acara ini belum semeriah perhelatan acara sejenis yang diselenggarakan di sekitar Yogyakarta. Akan tetapi dari tahun ke tahun, Bedog Art Festival mengalami banyak kemajuan dari segi penyelenggaraan acara dan peningkatan jumlah penonton.

Bedog Arts Festival IV atau lebih dikenal dengan Bedog International Art Festival adalah sebuah perhelatan seni pertunjukan internasional yang digagas oleh Miroto, GKR. Pembayun, dan Garin Nugroho. Tahun 2012 ini bertema: “Mempertautkan Generasi Kreatif Ditengah Realitas Keberagaman” sebagai ajang silaturahmi internasional bagi para kreator muda dari beragam latar belakang seni, budaya, dan bangsa serta keterlibatan masyarakat setempat yang intens.

Tahun ini, Bedog Art Festival diselenggarakan selama 3 hari dan tetap diselenggarakan di tempat yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hari kedua, saya baru dapat menyempatkan hadir menyaksikan Bedog Art Festival ini. Lokasi Bedog Art Festival berada di sebuah sanggar seni yang berada di tepi kali (sungai) Bedog yang dikelilingi pemukiman. Saya sempat tersesat menuju ke lokasi karena minimnya papan petunjuk jalan dan kurang jelasnya peta petunjuk lokasi yang diinfonya oleh pihak penyelenggara.

Memasuki gerbang masuk kawasan Bedog Art Festival, saya sempat pesimis karena minimnya spanduk dan keramaian di festival ini. Namun setelah memarkir kendaraan dan berjalan menuju lokasi pertunjukkan seni Bedog Art Festival, pandangan saya ternyata salah. Pertunjukkan seni yang ditampilkan dalam Bedog Art Festival mampu menyedot ratusan penonton yang hadir. Seluruh kursi yang disediakan penuh oleh penonton dan sebagian rela duduk dan berdiri di tangga diantara tempat duduk.

Bedog Art Festival diselenggarakan di tepi sungai Bedog, tetapnya di Studio Seni Banjarmili, RT 04 RW 17, Dusun Kradenan, Desa Banyuraden, Gamping Sleman. Bedog Arts Festival menampilkan tari, musik, dan teater dari Jepang, Myanmar, Belanda, Venezuela, dan Indonesia, sebagai pertunjukan utamanya. Bedog Art Festival Memiliki misi mengembangkan unsur seni budaya, pariwisata, perekonomian, kepemudaan, dan lingkungan hidup.

Bentuk panggung dalam Bedog Art Festival IV ini cukup menarik karena berada di tepi sungai Bedog dimana memanfaatkan tata panggung dengan pepohonan besar dan tebing yang ditumbuhi lumut. Panggung kecil dan datar dibuat diantara pepohonan dan jembatan penyebrangan sungai yang terbuat dari papan kayu juga digunakan untuk panggung pertunjukkan. Dibawah panggung terdapat kolam air dibuat dengan aliran jatuhan air yang menyejukkan suasana. Kesan magis suasana panggung pertunjukkan (art space) terlihat dengan lampu-lampu minyak berjumlah ratusan yang dipasang di beberapa sudut panggung.

Pihak penyelenggara ingin memberikan kesan Bedog Art Festival sebagai acara seni pertunjukkan yang memanfaatkan bentang alam berupa sungai Bedog yang berasal dari Gunung Merapi yang bermuara ke arah pantai selatan. Pesona alam sungai Bedog masih alami dengan ekosistem sungai yang tetap terjaga kelestariannya. Di sepanjang aliran sungai Bedog terdapat banyak tanaman bambu yang tumbuh dengan lebat dan beberapa pohon besar yang cukup teduh.

Saya cukup puas menyaksikan pertunjukkan seni di Bedog Art Festival ini. Penampilan dari para pelaku seni yang berasal dari tanah air hingga mancanegara cukup menarik dan menyatu dengan suasana panggung yang bernilai magis. Beberapa pertunjukkan tari dan musik di acara ini jarang ditampilkan pada suatu pertunjukkan seni di sekitar Yogyakarta menjadi acara lebih hidup dan tidak membosankan. Selain itu, masih ada agenda kegiatan lain dalam Bedog Art Festival diantaranya pertunjukkan seni seperti workshop, seminar, pasar rakyat, pelepasan benih ikan, dan sebagainya.

Harapan lain dari Bedog Art Festival adalah mengingatkan akan fungsi sungai yang menjadi salah satu ekosistem di darat. Keberadaan sungai-sungai di berbagai wilayah di Indonesia saat ini cukup kritis karena banyak yang rusak akibat penggundulan lahan, alih fungsi, dan sampah yang mengendap di kawasan sungai. Semoga dengan diselenggarakan acara ini menggugah masyarakat untuk mencintai seni sekaligus peduli kelestarian lingkungan dan alam khususnya pada kelestarian sungai (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat