Breeding Center Pulukan, Bagian BPTU Sapi Bali Di Daerah Jembrana

Breeding Center Pulukan merupakan bagian dari BPTU Sapi Bali dibawah Dinas Peternakan Provinsi Bali. Tempat ini memiliki tujuan utama untuk memuliakan dan melestarikan ternak Sapi Bali. Sistem pemeliharaan sapi Bali di tempat ini menggunakan Sistem Ranch dimana sapi dilepas atau diumbah ke area tanah lapang yang luas.

Breeding Center Pulukan Sapi Bali terletak di desa Pangyangan, kecamatan Pekutatan, kabupaten Jembrana, Bali.

Papan Nama Pusat Pembibitan Sapi Bali Jembrana

Lokasi Breeding Center Pulukan milik BPTU Sapi Bali berada tidak jauh dari Jalan Raya Gilimanuk – Denpasar yang melewati kabupaten Jembrana. Tempat ini memiliki jarak sejauh 40 km dari pusat kota Jembrana dan 80 km dari pusat kota Denpasar. Sedangkan kantor pusat BPTU SApi Bali berada di kota Denpasar. Bila sudah tiba di sekitar kecamatan Pekutatan bertanyalah kepada penduduk sekitar mengenai letak pembibitan ini pasti mereka akan menunjukkan jalannya.

Sejarah keberadaan Pusat Pembibitan Sapi Bali bermula pada tahun 1976 dengan didirikan Proyek Pembibitan dan Pengembangan Sapi Bali (P3 Bali) dengan SK Menteri Pertanian No. 776/Kpts/Um/12/1976. Pemerintah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan kredit ternak sapi kepada masyarakat sebagai upaya mendukung kegiatan P3 Bali yang nantinya menjadi Instansi Populasi Dasar (IPD). Pada tahun 1986 dibangunlah Pusat Pembibitan Pulukan (Breeding Center Pulukan) di desa Pangyangan, Kecamatan Pakutatan, Kabupaten Jembrana, Bali sebagai tempat Uji dan Seleksi Sapi Bali. Pada tahun 2007 sesuai dengan SK Menteri Pertanian No. 13/Permentan/OT/140/2/2007 menyatakan P3 Bali resmi berubah nama menjadi Balai Pembibitan Ternak Unggul Sapi Bali (BPTU Sapi Bali).

Baca Juga  Kopi Bali Cap Banyuatis, Murah Dan Cocok Jadi Oleh-Oleh

Breeding Center Pulukan memiliki lahan cukup luas diatas 102 hektar dengan pembagian 82 hektar lahan terolah dan 20 hektar dipinjam perusahaan daerah untuk untuk pelestarian plasma nutfah coklat. Sistem Ranch digunakan untuk sistem pemeliharaan karena Sapi Bali merupakan keturunan banteng yang didomestikasi sehingga akan berkembang dengan baik bila dilepas diluar. Pengunjung yang ingin memasuki tempat ini harus mengajukan surat permohonan kunjungan terlebih dahulu dan tidak terbuka untuk umum. Selanjutnya pengunjung akan mendapatkan balasan dari pengelola apakah diperbolehkan atau ditolak. Pengunjung yang diterima surat permohonan kunjungan dipersilakan datang sesuai dengan waktu yang telah disepakati. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat