Bakmi Kadin, Bakmi Jawa Tertua Dan Legendaris Di Yogyakarta

Bakmi Kadin merupakan salah satu kuliner bakmi jawa yang cukup legendaris di pusat kota Yogyakarta. Warung bakmi jawa ini berdiri pada tahun 1947 dan dapat disebut sebagai warung bakmi jawa tertua di Yogyakarta. Usaha bakmi jawa ini didirikan oleh mendiang Karto Kasidin di depan kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta. Nama warung bakmi milik Karto yang menempati depan kantor Kadin akhirnya lebih dikenal dengan sebutan Bakmi Kadin. Seiring berjalannya waktu dan renovasi kantor Kadin, warungnya dipindah ke belakang kantor Kadin hingga saat ini. Saat ini usaha berjualan bakmi jawa ini dilanjutkan oleh putranya yang bernama Pak Rochadi.

Warung Bakmi dan Bajigur Kadin Mbah Hj. Karto Pak Rochadi beralamat di Jalan Bintaran Kidul No. 6, kelurahan Wirogunan, kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta 55151.

Lokasi Warung Bakmi Kadin berada di daerah Bintaran atau sebelah timur dari Jembatan Sayidan Yogyakarta. Rute menuju warung bakmi jawa ini dari Titik Nol Kilometer ke arah timur sejauh 1 (satu) kilometer. Saat tiba di persimpangan jalan yang terdapat supermarket Superindo Sultan Agung, belok ke kanan dan posisi warung bakmi jawa berada di sisi kanan jalan. Area parkir yang disediakan terbatas namun kendaraan pengunjung dapat parkir di area parkir supermarket Superindo Sultan Agung.

Bangunan Warung Bakmi Kadin masih terlihatse derhana dengan bangunan lama beratapkan seng. Dari luar tampak jelas papan nama warung yang cukup besar terdiri dari nama warung, foto pemilik warung, dan slogan bertuliskan “Bakmi Jawanya Joga sejak 1947”. Tempat duduk yang disediakan cukup luas untuk menampung pengunjung hingga 100 orang. Pada musim liburan tepat duduk yang tersedia selalu penuh pengunjung dan kadang harus meengantri sampai diluar. Namun pada hari-hari biasa cenderung agak sepi dan banyak tepat duduk yang kosong. Alternatif datang ke tempat ini saat sedang sepi pada pagi hingga sore hari. Pengunjung yang baru datang dipersilakan mencari tempat duduk yang masuk kosong dan nanti pelayan akan mendatangi pengunjung untuk mencatat pesanannya.

Warung Bakmi Kadin saat ini memiliki banyak juru masak atau tukang masak yang semuanya laki-laki. Sang pemilik warung bakmi jawa sudah tidak turun tangan memasak dan melayani pesanan pembeli. Sebagian besar juru masak tersebut berasal dari kabupaten Gunungkidul yang terkenal sebagai kampung halaman penjual bakmi jawa yang merantau di kota-kota besar. Hal ini untuk mengurangi lamanya antrian pembeli apabila hanya terdapat satu atau dua juru masak saja. Namun banyaknya jumlah juru masak tidak mengurangi kualitas dan cita rasa masakan karena pemilik warung bakmi jawa menyeleksi cukup ketat dan tidak sembarangan mengangkat juru masak.

Baca Juga  Daftar Kuliner Bakmi Jawa di Semarang

Penyajian bakmi godhog atau mie rebus di Bakmi Kadin Yogyakarta menggunakan piring putih berukuran tanggung. Sepiring bakmi godhog berisi bakmi kuning yang direbus, irisan kubis, irisan tepung goreng, potongan daging ayam kampung, taburan seledri, dan taburan bawang goreng. Porsi bakmi godhog cukup standar namun cukup mengenyangkan. Potongan daging yang digunakan menggunakan daging ayam kampung dan jumlahnya cukup melimpah. Kuahnya terlihat kuning agak kental karena tersusun dari bumbu, kaldu ayam, dan telur ayam yang dicampur saat memasak.

Cita rasa yang ditawarkan Bakmi Godhog di Warung Bakmi Kadin Yogyakarta merupakan kombinasi rasa gurih dan rasa manis khas masakan Jawa. Namun cita rasa manis pada masakan ini masih dalam batas normal dan masih nyaman untuk dinikmati. Bumbu khas bakmi jawa cukup terasa dan bagi saya pribadi terasa cukup pas dilidah. Penggunaan bahan penyedap rasa buatan atau monosodium glutamat (MSG) tidak terasa pada masakan ini. Bagi saya pribadi karakter unik bakmi jawa khas Gunungkidul masih terasa pada setiap masakan. Sebagai pelengkap menikmati bakmi Jawa, di meja makan disediakan cabe rawit untuk menambah cita rasa pedas.

Penyajian wedang bajigur di Warung Bakmi Kadin Yogyakarta menggunakan gelas kaca berukuran besar seperti gelas yang digunakan pada warung angkringan. Segelas wedang bajigur terdiri dari potongan roti tawar, irisan kolang-kaling, irisan daging kelapa muda, dan kuah bajigur yang  terbuat dari jahe, air santan, kayu manis, daun pandan, dan gula jawa. Penampilannya terlihat agak kecoklatan karena warna dari gula jawa. Cita rasanya cukup manis yang berasal dari manisnya gula Jawa dan terasa lebih manis dari wedang bajigur di tempat lain di sekitar Jogja seperti Bajigur Tamansari dan Bajigur Budhe Warsi. Namun cita rasanya masih cocok digunakan sebagai minuman pendamping ketika bersantap bakmi jawa. 

Baca Juga  Mie Des Pak Yono, Pesona Kuliner Kawasan Pundong Bantul

Hiburan tambahan di Warung Bakmi Kadin adalah kesenian keroncong yang tampil pada malam hari. Pengunjung akan disuguhi lagu-lagu keroncong sambil menikmati hidangan bakmi jawa. Kesenian keroncong yang sebenarnya sekumpulan pengamen jalanan ini tidak memaksa pengunjung untuk memberi uang namun tidak sedikit pengunjung yang mengapresiasi dengan memasukkan uang ke dalam kotak saat meninggalkan warung bakmi. Harga makanan dan minuman yang ditawarkan tergolong agak mahal karena warung bakmi jawa ini telah memiliki nama dan melegenda. Secara keseluruhan Warung Bakmi Kadin menjadi salah satu destinasi wisata kuliner bakmi jawa di kota Yogyakarta yang wajib dikunjungi karena sejarahnya selain Bakmi Jawa Pak Pele dan Bakmi Jawa Mbah Mo di Bantul. Sedikit catatan banyaknya juru masak di tempat ini dalm prakteknya tidak menjamin pengunjung tidak menunggu lama pesanan disiap karena banyaknya jumlah pengunjung khususnya pada jam makan malam. (text/foto: annosmile)

CABANG
  • Kampung Mataraman Jl. Ringroad Selatan Yogyakarta, desa Bangunharjo, kecamatan Sewon, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
  • Jl. Pagelarang No. 7A RT 1 RW 1, kelurahan Cilangkap, kecamatan Cipayung, kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13880.
INFORMASI
Bakmi Kadin
Jl. Bintaran Kidul No. 6, kelurahan Wirogunan, kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta 55151

Jam Buka
Setiap hari mulai pukul 10.30 s/d 23.30 WIB

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. morishige:

    Salah satu bakmi terfavorit saya nih di Jogja :D

    • admin:

      Hi morishige,
      Kapan ke jogja lagi nih :D

Kirim pendapat