Bakmi Jawa Bu Jazim Imogiri, Walau Pindah Tetap Dicari

Bakmi Jawa Bu Jazim merupakan salah satu daya tarik kuliner malam selain sate kambing di sekitar Imogiri. Warung bakmi jawa ini cukup terkenal dan berdiri sejak lama di pojok bangunan Puskesmas Imogiri 1. Namun dalam perkembangannya warung bakmi jawa ini pindah ke dekat rumahnya di dusun Karangtalun. Pindahnya Warung Bakmi Jawa Bu Jazim tidak membuat pelanggannya menjauh dan tetap setia mengunjunginya.

Warung Bakmi Jawa Bu Jazim pindahan dari pojok Puskesmas Imogiri 1 saat ini beralamat di dusun Karangtalun, desa Imogiri, kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Papan Nama Warung Bakmi Jawa Bu Jazim Pindahan Puskesmas Imogiri Bantul

Lokasi Warung Bakmi Jawa Bu Jazim yang baru atau setelah pindah dari Puskesmas Imogiri 1 cukup tersembunyi di tengah-tengah perkampungan warga. Letaknya berada di dusun Karangtalun atau perkampungan penduduk di selatan kantor kecamatan Imogiri. Rute termudahnya dari Pasar Imogiri Baru ke selatan hingga tiba di kantor kecamatan Imogiri. Ikuti jalan cor semen masuk ke arah selatan samping kantor kecamatan Imogiri hingga ujung pertigaan. Selanjutnya ambil jalan ke kanan hingga melewati Kantor Pos Imogiri dan SD Negeri 1 Imogiri.

Pada sebuah persimpangan jalan dekat SD Negeri 1 Imogiri ambilah jalan ke kiri memasuki perkampungan penduduk dan posisi Warung Bakmi Jawa Bu Jazim berada di kiri jalan. Jangan sampai salah memilih warung bakmi jawa karena disekitar Warung Bakmi Jawa Bu Jazim terdapat warung bakmi jawa lain yang bangunannya hampir mirip. Beberapa informasi menyebutkan bahwa warung tersebut merupakan ‘murid’ atau bekas asisten dari Bu Jazim.

Baca Juga  Mie Ayam & Bakso Sari Rasa Jatiayu Bantul, Rasanya Berani Diadu

Warung Warung Bakmi Jawa Bu Jazim Pindahan Puskesmas Imogiri Bantul Dari Luar

Bangunan Warung Bakmi Jawa Bu Jazim yang baru menempati bangunan semi permanen yang hampir seluruhnya berbahan dari bambu. Dari luar tampak warna cat putih dan biru mendominasi dinding warung. Papan nama warung pun cukup sederhana dibawah lampu penerangan bertuliskan “Nasi dan Bakmi Goreng Pindahan Puskesmas”. Area parkir yang disediakan hanya berupa parkir sepeda motor dan kendaraan roda empat dipersilakan parkir di samping SD Negeri 1 Imogiri yang letaknya berdekatan.

Memasak Bakmi Jawa Di Warung Bu Jazim Pindahan Puskesmas Imogiri Bantul

Dari luar sekilas Warung Bakmi Jawa Bu Jazim terlihat sepi dan terlihat sedikit pengunjung yang datang. Namun begitu menanyakan berapa antrian pemesanan menu, pengunjung yang pertama kali datang pasti terkaget-kaget. Biasanya pengunjung yang beruntung mendapat jawaban bila antrian baru mencapai belasan porsi. Namun bila kurang beruntung akan mendapat jawaban puluhan porsi. Sebagian besar orang yang sudah langganan lebih memilih mengambil nomor antrian terlebih dahulu kemudian pergi meninggalkan warung. Mereka kembali datang ke Warung Bakmi Jawa Bu Jazim ketika waktu gilirannya akan tiba. Jadi jangan heran atau emosi bila ada pengunjung yang baru datang langsung dilayani terlebih dahulu.

Suasana Warung Bakmi Jawa Bu Jazim Pindahan Puskesmas Imogiri Bantul

Proses pemasakan di Warung Bakmi Jawa Bu Jazim dilakukan satu porsi untuk sekali pemasakan. Ibu Jazim dibantu asistennya yang juga seorang wanita untuk membantu memasak Bakmi Jawa. Cukup jarang penjual bakmi Jawa yang dilakukan oleh wanita, rata-rata orang yang berjualan bakmi jawa dilakukan oleh laki-laki. Ada yang bisa menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Cara memasak per porsi di Warung Bakmi Jawa Bu Jazim tetap dipertahankan meskipun antrian pemesanan makin hari makin bertambah banyak. Pemilik warung beralasan bahwa hal ini merupakan daya tarik utama sajian bakmi Jawa yang menyesuaikan selera masing-masing penikmat kuliner ini. Pengunjung rela antri dan bersabar untuk mendapat giliran memesan meskipun harus mengantri panjang. Bila metode pemasakan ini diganti menjadi satu kali pemasakan untuk beberapa porsi dikhawatirkan pembeli akan menjauhi warung ini dan tidak mampir lagi.

Baca Juga  Warung Klangenan, Angkringan Dengan Kemasan Mewah Di Barat Jogja

Sajian Bihun Rebus Di Warung Bakmi Jawa Bu Jazim Pindahan Puskesmas Imogiri Bantul

Pesanan bakmi godhog atau rebus yang saya pesan di Warung Bakmi Jawa Bu Jazim disajikan dengan mangkok tanggung yang isinya hampir penuh dan terlihat mantap. Sajian Bakmi Bu Jazim hampir sama dengan bakmi Jawa pada umumnya. Untuk bakmi rebus diberi taburan seledri dan bawang goreng dibagian atasnya. Bau harum dari masakannya membuat saya tidak sabar ingin segera menyantapnya.

Mengenai rasa sudah tidak diragukan lagi alias sangat lezat. Kuah bakmi jawa godhog terasa gurih dari kaldu ayam kampung dan bukan berasal dari bahan penguat rasa buatan. Penggunaan telur itik menambah rasa kuah menjadi lebih gurih dan mantap. Potongan daging ayam kampung yang empuk berpadu dengan bakmi basah yang dibuat dengan cara tradisional. Tidak ketinggalan pula rasa yang dihasilkan dari pemanas dari arang yang unik dan berbeda ketika memasak menggunakan kompor gas. Bagi kami kuliner bakmi jawa di Warung Bakmi Jawa Bu Jazim pindahan Puskesmas Imogiri sangat enak dan harganya lebih murah dibandingkan bakmi jawa di sekitar kota Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

DAFTAR MENU

Nasi Goreng : Rp 11.000,-
Bakmi Goreng/Rebus : Rp 11.000,-
Bihun Goreng/Rebus : Rp 11.000,-
Kripik : Rp 500,-
Teh Panas/Es : Rp 2.000,-
Jeruk Panas/Es : Rp 2.000,-

INFORMASI
Warung Bakmi Jawa Bu Jazim Pindahan Puskesmas Imogiri
Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta

Ada 4 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. wahyu am:

    ketoke maknyus mas..!

  2. Goiq:

    ngiler maksimal..

  3. siswanto:

    ayo podo di parani bareng2

  4. Kucari:

    wah jadi ngiler nih jadi laper..,mantap review kulinernya :)

Kirim pendapat