Ayam Geprek Bu Nanik Dengan Spesial Kuah Tongseng

Ayam Geprek Bu Nanik Dengan Spesial Kuah Tongseng
4 (80%) 1 vote

Ayam Geprek Bu Nanik merupakan salah satu pilihan bersantap ayam geprek di seputaran daerah Gejayan. Keberadaannya cukup dikenal oleh para penikmat hidangan ayam geprek di Yogyakarta. Warung ini buka mulai pagi hari hingga malam hari sehingga cocok digunakan sebagai lokasi sarapan, makan siang, maupun makan malam.

Ayam Geprek Bu Nanik Sleman terletak di Jalan Wulung, desa Caturtunggal, kecamatan Depok, kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Lokasi Ayam Geprek Bu Nanik berada di tepi Jalan Wulung atau berada di daerah Papringan sebelah timur dari kampus Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya (UAJ) Yogyakarta. Posisinya sedikit masuk-masuk ke jalan sempit sehingga orang yang baru pertama kali ingin mengunjungi kadang tersesat. Sedangkan mahasiswa yang tinggal lama disekitar daerah tersebut sudah cukup hafal dengan jalan-jalan kecil disebelah timur kampus UAJ Gejayan tersebut. Sedikit tambahan bahwa warung ayam geprek ini berdekatan dengan salah satu cabang Warung Ayam Geprek Bu Rum yang sudah banyak membuka cabang di sekitar kampus UGM, UNY, dan daerah Gejayan.

Pengunjung Warung Ayam Geprek Bu Nanik yang baru datang langsung dipersilakan memilih lauk yang akan digeprek dengan cabe. Ada pilihan lauk mulai dari daging ayam, telur, tempe, dan tahu. Setelah memilih lauk, pengunjung dipersilakan mengambil atau memilih cabenya sendiri sesuai dengan tingkat kepedasan masing-masing. Cabe rawit yang diambil tidak dibatasi jumlahnya dan biaya yang dibebankan sama atau menjadi satu dengan harga lauk ayam. Selanjutnya piring berisi lauk (ayam goreng) dan cabe diserahkan pelayan untuk digeprek. Sambil menunggu pengunjung dipersilakan mengambil nasi dan sayur sendiri atau secara prasmanan. Ada pilihan sayur oseng-oseng buncis dan soun/bihun goreng, Pengunjung tidak dibatasi berapa banyak nasi dan sayur yang diambil dan boleh tambah sepuasnya. Ayam geprek akan diantarkan pelayanan ke meja tempat pengunjung duduk ketika selesai digeprek.

Tidak lama kemudian pelayan Warung Ayam Geprek Bu Nanik mengantarkan satu piring berisi kuah tongseng dan satu piring berisi ayam goreng yang telah di geprek dengan cabe. Kuah tongseng disini merupakan kuah tongseng yang terlihat sedikit encer dengan potongan kobis. Rasa kuah tongseng didominasi rasa manis dan sedikit gurih seperti bumbu tongseng yang encer dan minim bumbu. Bila diperhatikan memang berbeda dengan kuah tongseng pada tongseng kambing dan bagi saya pribadi cenderung lebih mirip rasa tongseng ayam yang pernah saya cicipi. Sedangkan cita rasa ayam geprek di warung ini hampir sama dengan warung ayam geprek lain dimana ayam goreng tepung digeprek dengan cabe yang diambil sendiri oleh pengunjung saat memiliki potongan daging ayam.

Harga makanan serta minuman yang ditawarkan oleh Warung Ayam Geprek Bu Nanik tergolong terjangkau, murah, dan pas buat dompet para mahasiswa yang tinggal di sekitar daerah tersebut. Secara keseluruhan Warung Ayam Geprek Bu Nanik dapat menjadi salah satu pilihan bersantap ayam geprek dengan keunikan kuah tongseng di sekitar Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat

porno izle ücretsiz porno porno izle