Asal Usul Daerah Turi Sleman

Asal Usul Turi Sleman menceritakan asal usul nama daerah atau kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Dikisahkan sekitar tahun 1900 an terdapat seorang wedono yang memiliki seorang anak gadis semata wayang yang bernama Ningsih Kumalasari. Ningsih Kumalasari tumbuh menjadi seorang gadis berparas cantik dan menjai kembang desa di wilayah tersebut.

Kecantikan Ningsih Kumalasari membuat banyak pemuda tertarik dan menjadi incaran para pemuda. Sang ayah yang risih melihat anak gadisnya yang menjadi rebutan para pemuda memutuskan untuk membuat sayembara. Sayembara tersebut berisi “barang siapa yang sanggup tidur diatas pohon salak maka dia berhak mempersunting anak gadisnya yang bernama Ningsih Kumalasari termasuk mengelola kebun salak milik ayah Ningsih Kumalasari yang sangat luas. Namun tidur diatas batang pohon salak bukanlah perkara yang mudah. Alasannya karena selain harus memiliki keberanian dan tekad yang kuat juga harus dibarengi dengan kemampuan olah kanuragan yang cukup mumpuni.

Tersebutlah pemuda yang bernama Joko Sembodro, seorang pemuda desa sederhana yang memiliki kemampuan kanuragan yang cukup mumpuni. Pemuda tersebut berniat mengikuti sayembara yang diselenggarakan oleh wedono tersebut. Awalnya sudah banyak yang berpesan kepada Joko Sembodro karena sudah banyak yang gagal dalama mengikuti sayembara tersebut. Namun Joko Sembodro tidak bergeming dan melanjutkan niatnya mengikuti sayembara tersebut. Tidak disangka dengan tekad yang kuat akhirnya Joko Sembodro berhasil memenangkan sayembara tersebut dan mempersunting sang anak wedono yang bernama Ningsih Kumalasari. Daerah yang menjadi hadiah bagi Joko Sembodro akhirnya dikenal dengan nama Turi berasal dari kata “TUru nang nduwur eRI” (tidur diatas batang pohon salak). (*dari berbagai sumber*)

Kirim pendapat