Asal Usul Kawasan Patuk Yogyakarta

Rate this post

Asal Usul Kawasan Patuk di kota Yogyakarta bahwa pada zaman dahulu merupakan komplek perumahan polisi pada zaman penjajahan Belanda. Nama Patuk berasal dari kata “Pathook” yang memiliki arti hiburan karena dikaitan dengan keberadaan rumah hiburan atau night club di kawasan tersebut. Waktu terus berjalan dan kawasan Patuk berubah menjadi sentra oleh-oleh dan penjualan makanan bakpia. Bakpia berasal dari nama China Hokkien atau bila kita sendiri di Jawa seperti bahasa daerah Jawa, Sunda, Banyumas, Madura, dan sebagainya. Bakpia terdiri dari kata “Bak” yang berarti babi dan “Pia” yang berarti kue. Bila kata tersebut digabung menjadi arti kue yang berasal dari daging babi karena memang pada awalnya hingga saat ini banyak warga keturunan china yang hidup di sekitar kampung tersebut atau menjadi penyebaran penduduk kawasan dari wilayah Ketandan.

Masyarakat keturunan China di Yogyakarta pada waktu itu tidak dapat bertani dan hanya bisa berdagang. Alasannya karena terbentur undang-undang agraria yang diterbitkan oleh pemerintah Hindia Belanda tahun 1870 yang berisi tentang hak pengelolaan lahan pertanian.  Masyarakat China di Patuk pada awalnya tidak menjual bakpia saja melainkan berbagai macam makanan dan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari. Bahkan beberapa ari mereka berjualan keliling membawa barang-barang keluar masuk kampung dengan cara dikreditkan atau mindering.

Paada waktu itu di Jalan Mangkubumi atau sekarang berganti nama menjai Jalan Margo Utomo ada sebuah toko kue dan Ice Cream yang cukup terkenal yaitu “Toko Eon” yang buka sejak tahun 1910. Dari toko inilah banyak warga China belajar membuat kue bagi yang berminat. Dari sinilah akhirnya banyak makanan dari China yang kemudian dimodifikasi dan disesuaikan dengan adat dan lidah orang Jawa atau lebih tepatnya Jogja/Yogyakarta. (*dari berbagai sumber*)

Baca Juga  Mie Ayam Palembang Afui Dan Pilihan Menu Lengkapnya

Kirim pendapat