Asal Usul Kampung Badran Yogyakarta

Asal Usul Kampung Badran Yogyakarta
1.5 (30%) 2 votes

Asal Usul Kampung Badran di kota Yogyakarta bahwa pada zaman dahulu merupakan pemakaman China atau bong China. Pada perkembangannya makam China tersebut dibongkar dan rencananya akan dijadikan kawasan pemukiman. Bagi warga China yang mampu, abu leluhur mereka yang berada di Makam China Badran dipindahkan ke Makam China Gunung Sempu. Sedangkan bagi warga China yang tidak mampu, abu leluhur mereka dilarung ke laut atau disimpan saja abunya di dalam rumah. Pada kisaran tahun 1950an, kawasan Badran mulai dihuni oleh penduduk dan menjadi sebuah pemukiman atau kampung baru. Beberapa informasi menyebutkan ada beberapa makam China yang tidak mau dipindah dan akhirnya dibiarkan berada di sekitar kampung tersebut. Jejak lain ada adalah keberadaan Krematorium Wahana Mulia Badran yang berada diseberang kampus Universitas Janabadra.

Cerita lain menyebutkan bahwa kawasan Badran pada zaman dahulu juga dikenal sebagai tempat bebodro atau bermeditasi menjalani laku tirakat. Tepatnya di dekat Sungai Winongo ada sebuah pohon besar yang dikeramatkan oleh masyarakat dan dihuni oleh penunggu gaib yang bernama Ki Bodronoyo. Hingga Akhirnya nama Bebodro dan Ki Bodronoyo menjadi toponim nama kampung tersebut. Warga sekitar lebih mudah menyebut nama Badran karena dirasa lebih enak dalam pengucapan. Kampung Badran saat menjadi salah satu pemukiman pada di kota Yogyakarta dan secara administratif berada di wilayah kelurahan Bumijo, kecamatan Jetis, kotamadya Yogyakarta.  (*dari berbagai sumber*)

Ada 1 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Maria:

    Cerita neneku Mbah djakiyo di pertama kx tinggal d Badran depan rumahnya kuburan cina yang sangat luas n dibelakang rumah jln kereta orang pertama yg Bangun rumah di sana karena kena gusuran di pasar kembang. Gak cuma maling yg dia sering temui ular jelmaan dan keblak katanya dia jln di bawah tanah ni cuma cerita dari neneku Mbah djakiyo n memang gak semua di angkat makamnya sebelumnya gak ad yg berani tinggal di sana setelah di bangun baru ramai. Ni cuma cerita neneku ya

Kirim pendapat