Alun-Alun Utara Yogyakarta

Alun-Alun Utara Yogyakarta
5 (100%) 2 votes

Siapa saja yang berkunjung ke kota Yogyakarta pasti tidak akan pernah melewatkan mengunjungi Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta walaupun cuma sejenak. Salah satu bagian dalam kompleks Kraton Kasultanan Yogyakarta ini menjadi salah satu landmark kota Yogyakarta dengan berlatar Pagelaran Kraton Yogyakarta.

Alun-Alun Utara (Altar) atau dalam bahasa jawa disebut Alun-Alun Lor terletak di sebelah utara Pagelaran Kraton Yogyakarta. Fungsi Alun-Alun Utara pada zaman dahulu sebagai lokasi acara dan penyelenggaraan upacara yang dihadiri rakyat.

Lokasi Alun-Alun Utara berada di sebelah selatan dari Kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta sejauh seratus meter ke arah selatan dan di sebelah utara Pagelaran Kraton Yogyakarta. Alun-Alun Utara ini dikelilingi oleh jalan beraspal yang salah satunya menuju ke Jalan Kauman dan Jalan Yudonegaran. Di salah satu sudut Alun-Alun Utara terdapat Museum Sonobudoyo Yogyakarta dan Masjid Besar Kraton Yogyakarta.

Jalan berpaving dibangun membelah Alun-Alun Utara hingga menuju ke depan Pagelaran Kraton dengan lebar sekitar 10 meter. Di bagian tengah alun-alun terdapat dua buah pohon beringin besar. Dua pohon beringin tersebut dikelilingi pagar segi empat sehingga dinamakan “Waringin Kurung”. Keberadaan sepasang pohon beringin menjadi salah satu ciri khas alun-alun di Kraton Yogyakarta dan juga ditemukan di Alun-Alun Selatan Kraton Yogyakarta.

Saat ini kawasan Alun-Alun Utara telah mengalami renovasi dengan pembangunan taman-taman kecil di sekeliling tepian jalan untuk menyejukkan suasana. Pohon-pohon besar yang ditanam disekeliling alun-Alun Utara masih dapat dijumpai walaupun seiring dengan zaman beberapa tumbang saat terkena angin kencang.

Sebagai kawasan publik saat ini kondisi Alun-Alun Utara cukup memprihatinkan. Lapangan tanah atau pasir terlihat gersang ketika musim kemarau, tidak terlihat tanaman rumput yang hidup menutupi tanah. Kerusakan tanaman rumput ini sebagian besar disebabkan oleh seringnya Alun-Alun digunakan untuk acara publik seperti konser, pentas seni, pasar malam, dan sebagainya dimana pengguna lahan tidak merawat dan memperhatikan lingkungannya. Beberapa paving dan trotoar rusak akibat sering dilalui kendaraan seperti mobil dan bus yang parkir di tengah alun-alun. Kondisi Alun-Alun Utara tidak seindah dahulu, walaupun demikian tetap menjadi salah satu daya tarik wisata ke kota Yogyakarta. (text/foto: annosmile)

Ada 6 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. applausr:

    alun alun identik dengan pohon beringinnya.. seneng bisa main disana…¬†

    iya kok sekarang gersang banget ya… hiks

  2. dafhy:

    yang sudah tak datengi itu alun-alun kidul mas. kalau alun-alun utara belum kayaknya :D

  3. Sang Nanang:

    Setiap bagian dari sudut Keraton Jogja memang sangat melegenda dan ngangeni kang!

  4. tomi:

    kalau di madrid ada stadion santiago bernabeu kalau alun-alun utara itu santiago berdebu mas..
    asal ada angin kencang. wahh badai pasir :D

  5. heqris:

    wahh,,dulu pas ke sana cuma lewat aja, belum sempet foto-foto :(

  6. Dhidhit:

    Alun Alun Utara Yogyakarta, layak di kunjungi……………

Kirim pendapat