Wajah Baru Alun-Alun Tulungagung

Alun-Alun Tulungagung merupakan salah satu ikon sekaligus fasilitas umum di pusat kota Tulungagung Jawa Timur. Keberadaannya cukup dikenal oleh masyarakat sebagai tempat bersanta dan menghabiskan waktu baik pagi, sang, sore, mapun malam. Pemerintah daerah setempat sedang berupaya mengembangkan kawasan alun-alun sebagai  hiburan rakyat dan tempat wisata alternatif di pusat kota.

Alun-Alun Tulungagung (Aloon Aloon Tulungagung) atau dulu dikenal dengan Taman Kusuma Wicitra Tulungagung berada di Jl. R.A Kartini Tulungagung, Jawa Timur.

Tugu Pancasila di Alun-Alun Tulungagung

Lokasi Alun-alun Tulungagung atau Taman Kusuma Wicitra berada di pusat kota Tulungagung yang dikelilingi oleh beberapa bangunan diantaranya Masjid Al Munawar dan Kantor Pos Tulungagung di sebelah barat; Pendopo Kabupaten “Kongas Arum Kusumaning Bangsa” sebagai pusat pemerintahan kabupaten Tulungagung di sebelah utara; Perpustakaan Daerah Kabupaten Tulungagung, Kantor DPRD dan Kantor Catatan Sipil di sebelah timur; serta bangunan hotel di sebelah selatan. Jarak dari Stasiun Tulungagung juga tidak terlalu jauh sehingga wisatawan yang baru turun dari kereta api bisa langsung menuju ke alun-alun ini dengan menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.

Alun-Alun Tulungagung beberapa waktu yang lalu dikenal sebagai Taman Kusuma Wicitra atau taman kota di pusat ibukota kabupaten Tulungagung. Namanya kemudian dubah menjadi Taman Aloon-Aloon untuk dikembalikan fungsi aslinya sebagai alun-alun. Makna Taman Aloon-Aloon adalah kawasan alun-alun yang terdapat area tamannya.Hanya saja masyarakat atau pengunjung kawasan ini lebih memilih nama Alun-Alun Tulungagung karena lebih mudah diucapkan dan dihafal. Setiap harinya kawasan alun-alun selalu ramai oleh pengunjung mulai dari anak muda hingga orang dewasa. Kebanyakan mereka berasal dari area sekitar kota Tulungagung dan sedikit dari mereka berasal dari luar daerah. Pengunjung waktu pagi hingga sore hari didominasi oleh para orang tua dan anak-anak. Sedangkan malam hari lebih banyak ditemui anak muda seumuran pelajar dan mahasiswa.

Fasilitas Alun-Alum Tulungagng cukup lengkap seperti kamar mandi/wc umum, mushola, tempat duduk, ruang bermain sepatu roda, ruang bermain anak, jalur khusus untuk pijak refleksi kaki, taman, dan sebagainya.

Salah Satu Sudut Alun-Alun Tulungagung

Pengunjung yang akan memarkir kendaraannya tidak perlu kesulitan karena telah disediakan area parkir di kedua sisi Alun-Alun Tulungagung. Area parkir yang disediakan tidak luas namun cukup menampung kendaraan pengunjung Alun-Alun Tulungagung. Beberapa petugas parkir yang berjaga cukup cekatan dalam mengatur kendaraan agar tertata rapi dan enak untuk dipandang. Biaya retribusi parkir Alun-Alun Tulungagung cukup murah hanya sebesar Rp1.000,- saja untuk kendaraan roda dua.

Baca Juga  Menikmati Rawon Nguling Di Tempat Asalnya

Setelah memarkir kendaraan, saya langsung berjalan memasuki kawasan Alun-Alun Tulungagung yang lebih dikenal dengan nama Taman Kusuma Wicitra ini. Untuk memasuki bagian dalam Alun-Alun harus melewati pintu masuk karena sekeliling alun-alun diberi pagar besi yang cukup tinggi. Sepertinya Alun-Alun Tulungagung telah disulap sepenuhnya menjadi taman dan tidak menyisakan tanah lapang.

Suasana Taman di Alun-Alun Tulungagung

Suasana di dalam kawasan Alun-Alun Tulungagung cukup rindang karena banyak ditumbuhi pohon-pohon besar yang daunnya lebat. Sepertinya Alun-Alun Tulungagung yang dahulu berupa tanah lapangan kosong telah berhasil diubah menjadi paru-paru kota. Beberapa jenis pohon besar ditanam di sekitar alun-alun meskipun belum diberi papan informasi mengenai jenis tanaman berikut nama latinnya.

Di beberapa titik jalan yang mengelilingi Alun-Alun Tulungagung diletakkan beberapa kursi besi sebagai tempat berisitirahat pengunjung. Selain itu beberapa gasebo dipasang di beberapa area yang tidak dilindungi oleh pohon rindang. Pengunjung cukup betah berlama-lama di tempat ini sambil duduk dan ngobrol. Diharapkan Alun-Alun Tulungagung dapat menjadi tempat berkumpul, berdiskusi, rapat, dan berbagi ide kreatif untuk membangun kota Tulungagung agar lebih baik lagi.

Pengunjung Memberi Makan Tulungagung

Pada bagian tengah Alun-Alun Tulungagung terdapat tugu atau monumen yang dibagian atasnya terdapat lambang Garuda Pancasila. Tugu tersebut dikelilingi oleh kolam yang jernih dan banyak terdapat ikan. Disekitar alun-alun juga dibangun beberapa kolam ikan yang banyak ditumbuhi oleh tanaman teratai. Tidak ketinggalan pula taman bunga dan rumput-rumputan untuk mempercantik suasana taman.

Daya tarik lain Alun-Alun Tulungagung adalah keberadaan burung merpati yang dibiarkan bebas berkeliaran disekitar kawasan alun-alun. Merpati-merpati tersebut dibangunkan kandang disekitar alun-alun sebagai tempat tinggal mereka. Saat mereka lapar, merpati tersebut keluar dari kandanganya dan berkeliaran di sekitar alun-alun. Pengunjung Alun-Alun Tulungagung dipersilakan memberi mereka (merpati) makan dengan biji jagung banyak yang dijual di sekitar kandang merpati.

Baca Juga  Istana Bogor

Annosmile di Taman Aloon-Aloon Tulungagung

Alun-Alun Taman Kusuma Wicitra Tulungagung sepertinya masih menjadi magnet atau daya tarik utama wisata di pusat kota Tulungagung. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Alun-Alun Tulungagung merupakan salah satu landmark dan simbol kota Tulungagung yang wajib disinggahi ketika berkunjung ke kota tersebut. Hingga saat ini keberadaannya belum tergantikan dan belum ada pilihan wisata lain disekitar kota Tulungagung. Sedikit informasi daya tarik wisata yang ada di Tulungagung harus menempuh perjalanan cukup jauh ke arah pantai seperti Pantai Popoh atau ke atas perbukitan menuju Bendungan Wonorejo.

Pembenahan demi pembenahan harus terus dilakukan oleh pemerintah daerah agar pengunjung tetap nyaman berada di Alun-Alun Tulungagung. Fasilitas yang ada terbilang cukup lengkap namun harus diimbangi dengan adanya perawatan dan pemeliharaan fasilitas. Diharapkan kedepannya diberi petugas pengamanan semacam satpam atau kamera pengawas (cctv) untuk mengamankan sekitar alun-alun. Karena bisa saja kelengahan pengunjung dapat menimpulkan sebuah tindak kejahatan. Selain itu beberapa pengemis dan pemulung yang berada di sekitar alun-alun harusnya diberi pembinaan oleh dinas terkait agar tidak kembali mengemis ditempat tersebut. (text/foto: annosmile)

Ada 2 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. alikolo:

    Wah , saya baru tau bagus juga ternyata alun – alun Tulungagung  , ada banyak burung dan pohon rindang , semoga suatu saat saya ada kesempatan untuk berkunjung ke sana , makasih mas infonya

  2. Badrun:

    Photonya bagus gan… penempatan watermark pada photo ke-5 lebih enak dilihat.
    Pingin berkunjung lagi setelah 18 tahun yang lalu, Thaks infonya gan…

Balas pendapat dari alikolo