Alun-Alun Dan Menara Air, Landmark Kota Magelang Yang Menarik Dikunjungi

Alun-Alun Dan Menara Air, Landmark Kota Magelang Yang Menarik Dikunjungi
2.7 (53.33%) 6 vote[s]

Alun-Alun Kota Magelang merupakan landmark atau ikon sekaligus daya tarik wisata di seputaran Kota Magelang selain Taman Kyai Langgeng. Alun-alun ini memiliki keunikan yang tidak dimiliki alun-alun di kota lain seperti bangunan menara air, patung Diponegoro, hingga taman bunga di salah satu sudut alun-alun. Letak Alun-Alun Kota Magelang berada di pusat kota yang dilewati jalan protokol satu arah yang membelah pusat perbelanjaan.

Tulisan Magelang Di Alun-Alun Kota Magelang

Kondisi Alun-Alun Kota Magelang saat ini telah lebih baik dibandingkan beberapa tahun yang lalu setelah dilakukan pembangunan fasilitas di sekitar kawasan. Dari tepi jalan terlihat tulisan raksasa “Magelang” yang menghadap ke arah timur. Keberadaan tulisan raksasa tersebut cukup menarik sebagian pelintas jalan untuk mampir dan berfoto di depan tulisan tersebut.

Taman Bunga Di Pinggir Alun-Alun Kota Magelang

Sudut Alun-Alun Magelang yang dekat dengan Klenteng Liong Hok Bio dibangun sebuah taman lampion bunga untuk memperkuat citra kota Magelang sebagai “Kota Sejuta Bunga”. Taman lampion bunga tersebut dibuat melingkar dengan tepian berupa pot tanaman bunga dan disela-selanya terpasang lampu lampion berbentuk kelopak bunga. Di dalam taman tersebut disediakan bangku untuk tempat duduk pengunjung alun-alun.

Lorong Jalan Di Alun-Alun Kota Magelang

Lorong jalan yang mengelilingi kawasan Alun-Alun Magelang telah tertata rapi dan lebih enak dipandang. Jalanan yang dahulu hanya dipaving diubah menjadi keramik untuk memperindah suasana. Disamping itu disetiap pohon besar dibuat pondasi keliling untuk tempat duduk pengunjung. Tidak ketinggalan tempat sampah ditaruh di beberapa titik untuk memudahkan pengunjung untuk membuang sampah ditempatnya.

Baca Juga  Bukit Cemuris Dan Melihat Pelepasan Lampion Waisak Borobudur Dari Atas Bukit

Patung Pangeran Diponegoro Di Alun-Alun Kota Magelang

Monumen Patung Diponegoro di Alun-Alun Magelang yang berdiri dengan gagah tidak jauh dari taman lampion bunga kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Monumen ini dibangun pada tahun 1977 diprakarsai oleh Gubernur Jawa Tengah yang menjabat saat itu bernama Suparjo Rustam. Tujuan pembangunan monumen ini agar masyarakat kota Magelang menjiwai kepahlawanan Pangeran Diponegoro. Setelah renovasi, bangunan penopang Patung Diponegoro yang dahulu terlihat kosong dihias dengan relief kemudian diberi pagar keliling untuk melindunginya dari vandalisme yang dilakukan sekelompok oknum. Pada malam hari, Patung Diponegoro ini terlihat menyala oleh lampu yang terpasang disekelilingnya.

Menara Air Di Alun-Alun Kota Magelang

Salah satu hal yang tidak berubah dari Alun-Alun Magelang adalah adanya menara air di sudut barat laut kawasan alun-alun. Menara air ini merupakan peninggalan Belanda yang dahulu dimanfaatkan untuk menampung air untuk menyediakan kebutuhan air bersih di kota Magelang. Usianya sudah burumur ratusan tahun namun masih berfungsi dengan baik hingga saat ini. Masyarakat sekitar lebih sering menyebutnya sebagai kompor raksasa karena bentuknya seperti kompor minyak.

Menara air peninggalan Belanda masih dimanfaatkan oleh PDAM kota Magelang untuk menyediakan air bersih di sekitar alun-alun. Sejak Indonesia merdeka, menara air ini ,menjadi salah satu landmark atau ikon kota Magelang yang penuh dengan nilai historisnya. (text/foto: annosmile)

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Hainur Rofik:

    Wah sudah lama saya tidak mengunjungi tempat yang ada di image tersebut….. mungkin sudah sekitar 4 tahun lebih… Pufhhh
    biasanya saya touring sama kakak,,,

    ” Mengenang masa lalu ”

    Terima kasih infonya sungguh mengena di hati….

  2. bersapedahan:

    alun2 yang paling radikal perubahannya dari pakem taman alun2 … adalah bandung … kerenn
    mudah2-an alun2 kota lainnya ikut terinpirasi untuk lebih dipercantik dan dimanfaatkan untuk ruang publik

  3. Fauzan Rhomadi:

    Izin posting gambar terakhir ya :D

Kirim pendapat