Menikmati Kabut Pagi Di Persawahan Kalibening Banjarnegara

Udara pagi yang dingin di kecamatan Kalibening tidak mengurungkan kami untuk menjelajah sekitar area persawahan. Menjelang matahari terbit, kami telah bersiap-siap berkeliling area persawahan dan desa sekitar rumah teman kami. Motor kami keluarkan dari dalam rumah dan kami pacu pelan-pelan mengelelilingi area persawahan.

Area Persawahan Kalibening dikelilingi oleh pegunungan yang membuat suhu udara disekitarnya lebih rendah daripada biasanya.

Kabut Pagi Di Persawahan Kalibening Banjarnegara

Setelah mesin motor sudah stabil dan dipanaskan, kami bergegas memacu kendaraan pelan-pelan melewati area persawahan yang masih berkabut. Hawa dingin cukup menusuk kulit kami yang hanya berbalut kain sarung tanpa mengenakan jaket. Sesekali kami berpapasan dengan warga sekitar yang berjalan menyusuri jalan yang membelah persawahan.

Udara pegunungan yang cukup dingin ini tidak membuat warga sekitar bermalas-malasan dan berdiam diri di dalam rumah untuk menghangatkan badan. Semakin jauh kami mengendarai sepeda motor melewati area persawahan, semakin bertambah ramai aktivitas masyarakat yang memiliki banyak tujuan. Ada sekelompok anak yang berangkat ke sekolah, serombongan petani yang berangkat ke ladangnya, para ibu yang berangkat ke pasar, dan masih banyak yang lain.

Annosmile Di Persawahan Kalibening Banjarnegara

Akhirnya saya dan kawan-kawan berhenti di tepi area persawahan untuk menikmati suasana pagi di daerah sekitar Kalibening. Kabut-kabut tipis masih terlihat dan mulai pudar terkena pancaran sinar matahari yang keras. Setelah tadi berselimut sarung sambing mengendarai sepeda motor, sekarang sarung tersebut saya lipat dan dikalungkan pada leher sebagai syal.

Baca Juga  Bunker Kaliadem, Melihat Sisa Keganasan Awan Panas Erupsi Merapi

Puncaknya sambil menikmati suasana pagi di area persawahan, saya berfoto dengan motor saya Si Biru, sepeda motor Shogun 125 keluaran salah satu perusahaan kendaraan asal Jepang. Kabut menghilang dan sinar matahari bersinar dengan terang. Akhirnya kami meneruskan perjalanan menuju ke kawasan pasar untuk mencari jajanan pasar. (text/foto: annosmile)

Kirim pendapat