Akankah Tambang Ramah Lingkungan ???

Saat saya berkeliling Kecamatan Belinyu, hampir semua desa telah dimasuki tambang timah inkonvensional. Semakin lama saya terheran-heran melihatnya karena jumlah tambah timah yang begitu banyak setiap kali kita melakukan perjalanan di pulau Bangka ini

Sejak Kabupaten Bangka mengeluarkan Perda Pertambangan no: 6 tahun 2000 yang membuka peluang bagi masyarakat untuk menambang timah selain penambang resmi PT. Timah maka kerusakan lingkungan semakin parah. Penambangan rakyat dengan cara konvensional maupun semi konvensional. Dalam perkembangannya masyarakat akhirnya melakukan penambangan modern memakai exavator dan kapal keruk. Aktivitas penambangan seperti ini kemudian dikenal dengan TI (tambang inkonvensional).

Timah inkonvensional telah dilakukan di darat dan di laut. Bisa dibayangkan rusaknya hampir semua ekosistem yang ada di Pulau Bangka ini. Dalam setiap perjalanan menuju kota-kota di Pulau Bangka, pasti anda melihat banyak tambang timah disamping kanan dan kiri.

Tambang timah inkonvensional yang di lakukan darat menggunakan teknik pengerukan tanah untuk dibuat sebuah lobang raksasa yang kemudian diisi dengan air bawah tanah sampai penuh. Baru dilakukan penambangan timah dengan cara menyedot tanah yang telah bercampur air dengan menggunakan kompresor. Tanah yang bercampur air tersebut disedot oleh sebuah kapal kecil yang berada di permukaan air yang juga memiliki fungsi sebagai penyaring timah yang terangkut ke atas. Tanah yang bercampur air tersebut kembali masuk ke air. Sehingga air sekitar menjadi keruh dan tidak layak untuk dikonsumsi. Tidak heran bila di Pulau Bangka cukup sulit untuk mencari air, khususnya di daerah yang dekat pertambangan dan rawa.

Satu unit TI beroperasi pada lahan seluas satu hektar, di dalam daftar resmi tercatat 6.000 TI sehingga membutuhkan lahan seluas 6.000 ha. Namun bisa dibayangkan berapa jumlah TI yang beroperasi secara tidak resmi.

Tambang timah inkonvensional apung yang berada di laut biasa disebut TI Apung cara kerjanya hampir sama. TI Apung langsung menyedot tanah atau pasir yang ada di dasar laut. Hanya satu yang membuat saya hampir menangis, TI apung ini secara tidak sengaja menghancurkan terumbu karang yang ada di dasar laut.

Fakta: TI Apung sudah menambang di semua pesisir pantai Pulau Bangka sehingga dapat dipastikan kerusakan terumbu karang di Pulau Bangka sudah sedemikian parah. Hanya beberapa tempat yang belum terjamah oleh TI Apung ini. Selain itu TI Apung di laut diperkirakan menambah abrasi pantai sehingga setiap tahun Pulau Bangka berkurang luasnya akibat naiknya air laut ke daratan.

Memang telah dilakukan proses reklamasi bekas tambang timah yang kembai ditanami vegetasi khas Bangka. Namun itu baru beberapa dan sifatnya hanya sebagai percontohan karena biaya untuk reklamasi sangat mahal. Dan ribuan hektar bekas tambang masih dibiarkan begitu saja.

Saya berkesimpulan menyusutnya luas Negara Indonesia ini gara-gara pertambangan di laut yang menyebabkan abrasi di pulau-pulau kecil yang ada di dekatnya sehingga perlahan-lahan pulau tersebut kehilangan penghuninya dan tenggelam oleh air laut.

Dari beberapa informasi hanya lautan berdekat obyek wisata yang bebas dari TI Apung.Selain itu sebuah pantai tempat saya KKN yaitu pantai Pesaren masih bebas dari TI Apung dan semoga tetap masih terjaga kelestariannya.

Saya hanya bisa merenung dan pasrah melihat nasib salah satu pulau di Indonesia ini. Walaupun disebut sebagai pulau penghasil timah terbesar tapi lingkungan rusak tetap saja tidak membuat bangga bangsa ini. Exploitasi yang berlebihan membuat proses reklamasi diperkirakan akan berlangsung ratusan tahun.

Sampai sekarang saya masih belum mendapat informasi bahwa pertambangan akan memperhatikan lingkungan. Terbukti masih banyak terjadi kerusakan lingkungan. Akankah memang seperti ini atau akankah ada perubahan??

Baca Juga  Fenomena Bocah Rambut Gimbal Dieng

Ada 18 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. NoRLaNd:

    wah… nice info ne… baru tw ada efek seperti itu..

  2. Pencerah:

    Turut prihatin. Hal itu blaku jg dipertambangan pasir daerah klaten, sleman, magelang dan sekitarnya

  3. genial:

    Mohon samudera jiwa kakanda, kita bisa saling merdeka-memerdekakan dan dengan begitu akan lebih lapang jalan tuk memperoleh pengampunan Allah.

  4. Seno Rasca:

    kebanyakan penambangan merusak alam (ga semua sih), walaupun sebenarnya hal itu bisa dicegah. Hanya saja owner perusahaan ga mau tau, yg penting omset jalan terus…

  5. sarah:

    Indonesia emang kekayaannya banyak banget smp di kerok2 melulu…….. hhmmhhh

  6. awi:

    wah sayang bgt
    ekosistem rusak karena tambang liar
    manusia emang egois ya
    hanya mementingkan materi
    nggak peduli pada lingkungan

  7. kabol:

    Manusia memang serakah dan manusia selalu kurang, dan kurang. itu sudah menjadi sifat manusia. kerusakan alam sudah menjadi pemandangan yang jamak, di sekitar kita. manusia hanya mementingkan materi tanpa peduli akan dampak yang di tinggalkan pertambangan

  8. Oelil:

    waduh…. dikeruk terus ya pasti rusak yo mas…. mungkin mereka tahu tapi pura2 tidak tahu….ataou pura2 budeg…
    buat mereka yg penting duit masuk kantong……alam rusak urusan belakangan…
    Bener2 gak bijaksana…. sadis ….. kejam….. hik hik hik… trenyuh aku…

  9. keboaja:

    pertambangan dan pelestarian lingkungan adalah suatu hal yang berbeda. Sangat jarang atau bahkan tidak pernah kedua hal ini berjalan bersamaan

  10. Blog Ijo:

    weh…bicara soal tambang sebenarnya tiap perusahaan ada program environment yang bertanggung jawab terhadap penghijauan lahan serta dampak lingkungan akibat tambang.
    Namun sayangnya tidak semua perusahaan pertambangan mempunyai sistem yang baik yang mendukung penghijauan kembali..

  11. addiehf:

    setuju ama Blog Ijo kebanyakan para pengusaha/perusahaan selalu mengenyampingkan tentang AMDAL (doh) dan setelahnya lahan yang satu ga ada manfaatnya lagi wat perusahaan pindah lagi ke lahan yang lainnya (untuk meng-ekspolitasinya), dan parahnya lagi selalu saja tanpa ada perbaikan apalagi pemeliharaan terhadap lahan yang telah ditinggalkannya. di negeri ini memang selalu begitu dan memang faktanya juga seperti begitu, walaupun banyak bencana dan korban daripada pertambangan yang tidak memerdulikan tentang amdal tetep saja operasi pengEksplolitasian terlaksanakan. hukum dan bahkan pemerintah (pusat ato daerah) sepertinya sudah tak berdaya menghadapi para pelaku perusak lingkungan ini. apalah arti dari peranan manusia dalam lingkungan kalo memang kenyataannya banyak yang mengeksploitasi lingkungan seperti itu dan meninggalkannya tanpa membenahinya terlebih dahulu (tears)

    mari kita galang kekuatan untuk kelestarian alam, bukan kekuatan untuk kekuasaan

  12. Rossa:

    kalo di liat dari artikel diatas,
    pasti bakal berdampak buruk deh. :(

  13. arkasala:

    kalo tidak salah ada peraturan mengembalikan ke status semula, tapi kayaknnya gak effektif ya.
    Mental penambang kita memang belum betul kali ya, lupa bahwa hidup kita perlu alam yang lestari.

  14. rayearth2601:

    Kita doakan boss, semoga lingkungan menjadi prioritas utama juga untuk dipelihara sebaik-baiknya, akibat dari pertambangan tersebut

  15. alamendah:

    Cukup memprihatinkan.
    Peraturan tentang pemulihan lokasi penambangan lebih mirip macan ompong ketika sudah berhadapan dengan implementasi di lapangan.

  16. sawali tuhusetya:

    memang sungguh menyedihkan nasib negeri ini, mas anno. dikenal sebagai negeri yang kaya dan subur, tapi eksploitasi kekayaan alam tanpa perhitungan jalan terus, hingga akhirnya jatuh dalam kebangkrutan. sungguh menyedihkan sekaligus memprihatinkan.

  17. Edi Psw:

    Kalau memang membuat air menjadi keruh, berarti tambang inkonvensional ini sangat merusak lingkungan.

  18. Alfi:

    Memang yang namanya manusia itu selalu dinaungi nafsu serakah………….. sehingga sering tidak memperhatikan efek lain yang timbul akibat keserakahannya itu………

Kirim pendapat