Air Terjun Watu Ondo Magetan, Antara Kekecewaan dan Jauhnya Perjalanan

Air Terjun Watu Ondo Magetan, Antara Kekecewaan dan Jauhnya Perjalanan
5 (100%) 2 vote[s]

Air Terjun Watu Ondo merupakan salah satu wisata air terjun yang mulai dipromosikan di kabupaten Magetan. Ketinggian air terjun yang cukup tinggi dan berada di tepi pedesaan menjadi daya tarik tempat ini. Keberadaannya menjadi wisata alternatif bagi wisatawan yang sudah bosan berulangkali berkunjung ke Telaga Sarangan.

Air Terjun Watu Ondo berada di wilayah Wana Wisata Pundak Kiwo, Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Memiliki ketinggian sekitar 45 meter dengan bentuk air terjun yang bertingkat-tingkat.

Jalan Menuju Air Terjun Watu Ondo

Lokasi Air Terjun Watu Ondo ini berada di tepi pedesaan yang jauh dari jalan raya atau jalan utama. Minimnya papan petunjuk jalan menuju ke lokasi Air Terjun Watu Ondo membuat tempat ini jarang diketahui wisatawan. Selain itu kerusakan jalan dan sempitnya akses jalan menjadi kendala untuk menuju ke tempat ini. Kami sempat beberapakali tersesat dan menanyakan rute jalan menuju ke Air Terjun Watu Ondo.

Area parkir yang tersedia di kawasan Air Terjun Watu Ondo cukup sempit, hanya mampu menampung puluhan kendaraan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat. Kondisi pintu masuk dan pos retribusi juga tidak berbeda karena belum dibuat bangunan permanen dan terkesan tidak ada perbaikan. Walaupun telah menjadi wisata alternatif di kabupaten Magetan, obyek wisata Air Terjun Watu Ondo belum mengalami pembangunan dan penambahan fasilitas yang mendukung obyek wisata.

Mitos yang berkembang, Air Terjun Pundak Kiwo (Watu Ondo) dikenal sebagai petilasan dari Eyang Singo Wijoyo. Air dari petilasan ini dianggap berkasiat sehingga tidak jarang pengunjung yang datang menyempatkan mandi di bawah air terjun ini. Diatas air terjun juga terdapat prasasti Pundak Kiwo yang dipercaya sebagai petilasan Eyang Ongko Wijoyo.

Kelelahan Saat Berjalan Menuju Air Terjun Watu Ondo

Setelah membayar retribusi masuk, kami harus berjalan sejauh beberapa ratus meter untuk menuju ke lokasi Air Terjun Watu Ondo. Jalan yang kami lalui adalah jalan setapak yang terbuat dari tanah dan disamping kiri kanan tumbuh subur tanaman ilalang. Sebagian jalan menanjak telah dibangun anak tangga meski sebagian kondisinya telah rusak dan belum diperbaiki.

Kami sempat berhenti sejenak untuk beristirahat karena kelelahan dan panasnya udara di siang hari. Ketiadaan gasebo atau bangunan untuk beristirahat membuat kami terpaksa duduk ditepi jalan. Perjalanan yang kami lalui sudah cukup jauh namun belum ada tanda-tanda bahwa kami sudah dekat dengan air terjun. Kami belum menyerah dan meneruskan perjalanan menuju Air Terjun Watu Ondo.

Batuan yang terdapat pada Air Terjun Watu Ondo merupakan batuan andesit berwarna hitam gelap. Batuan tersebut membentuk susunan bertingkat dengan kemiringan yang hampir sama dengan tebing disampingnya.

Pemandangan Air Terjun Watu Ondo

Akhirnya setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami tiba di Air Terjun Watu Ondo. Namun sayang, debit air yang mengalir pada Air Terjun Watu Ondo cukup rendah sehingga tidak dapat dinikmati. Aliran air hanya mampu mengalir pada sela-sela batuan dinding Air Terjun Watu Ondo. Menurut informasi yang kami dapat, Air Terjun Watu Ondo terlihat deras saat memasuki musim hujan hingga awal-awal musim kemarau.

Kami cukup kecewa setelah bersusah payah melakukan perjalanan beberapa puluh menit hanya mendapati air terjun yang terlihat kering dengan debit air yang rendah. Sepertinya kami harus mengulang lagi mengunjungi tempat ini saat debit airnya sedang tinggi. Beberapa pengunjung lain yang datang setelah kami tampak kecewa karena tidak mendapati keindahan air terjun seperti yang mereka harapankan.

Sepertinya Air Terjun Watu Ondo belum siap dikembangkan sebagai obyek wisata alternatif. Bila hanya mengandalkan keindahan alam saja, obyek wisata ini hanya dapat dibuka beberapa bulan setiap tahun karena pada saat itu air terjun terlihat deras dan indah dipandang. Ketiadaan daya tarik lain dapat membuat obyek wisata ini kehilangan pengunjung. Selain itu belum adanya fasilitas umum seperti wc umum, gasebo, taman, area parkir, dan sebagainya patut menjadi koreksi untuk pemerintah Magetan. (text/foto: annosmile)

Baca Juga  Menikmati Secangkir Kopi di Sudut Kota Magetan

Kirim pendapat