Air Terjun Tuwondo Banyakan, Blusukan Air Terjun Musiman Di Piyungan Bantul

Air Terjun Tuwondo atau bernama lain Grojogan Tuwondo merupakan daya tarik wisata baru di daerah Piyungan Bantul. Kawasan ini mulai dikembangkan menjadi obyek wisata berbasis pedesaan ketika masyarakat sekitar melihat peningkatan jumlah pengunjung dari hari ke hari saat musim penghujan. Air terjun ini cukup ramai dikunjungi wisatawan saat akhir pekan/libur dan cukup sepi saat hari-hari biasa.

Wisata Alam Grojogan Tuwondo (Air Terjun Tuondo atau Watu Ondo) berada di kampung Lemah Abang, dusun Banyakan 3, desa Sitimulyo, kecamatan Piyungan, kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Pintu Masuk Wisata Air Terjun Tuwondo Banyakan

Lokasi Air Terjun Tuwondo Banyakan berada di dekat kawasan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Piyungan. Jaraknya hanya sekitar satu bukit dihadapan kawasan ini. Bau tidak sedap dari TPA Piyungan kadang tercium dari tempat ini ketika ada hembusan angin. Selain itu, kadang bunyi buldoser terdengar samar-samar dari kawasan wisata ini. Letak air terjun ini berada di lereng perbukitan sebelah pemukiman penduduk. Papan informasi menuju kawasan wisata ini telah terpasang di beberapa titik mulai gang kecil dari Jalan Piyungan-Pleret hingga tempat ini.

Akses jalan menuju ke lokasi Air Terjun Tuwondo hanya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua saja. Rute mudahnya dari perempatan lampu merah sebelah timur Kid’s Fun (Jalan Wonosari KM 10) ambil jalan ke arah selatan (kanan) hingga Gedung Serba Guna Banyakan. Dari Gedung Serba Guna ikuti jalan terus ke selatan sejauh 200 meter hingga ada gang kecil dengan kondisi jalan beraspal selebar 2 meter. Masuk gang jalan tersebut dan melewati area persawahan hingga tiba di sebuah persimpangan. Ketika tiba pada sebuah pertigaan, bila ke arah kiri akan menuju Bukit Bucu dan ke arah kanan akan menuju ke Air Terjun Tuwondo. Pilih jalan ke arah kanan yang semula berupa jalan cor semen hingga berubah menjadi jalan tanah. Ujung jalan yang dilalui merupakan area parkir kawasan Air Terjun Tuwondo.

Asal usul nama Air Terjun Tuwondo berasal dari kata ‘tu’ yang merupakan singkatan kata ‘watu‘ dalam bahasa Jawa berarti ‘batu dan kata ‘ondo‘ berarti ‘tangga’. Mengapa disebut ‘tangga’ karena air terjun tersebut bertingkat seperti ‘tangga’.

Parkir Sepeda Motor Wisata Air Terjun Tuwondo Banyakan

Kawasan Air Terjun Tuwondo Banyakan telah dibangun area parkir dan beberapa bangunan warung makanan dan minuman. Kendaraan pengunjung dipersilakan parkir di area parkir yang telah disediakan. Jangan khawatir karena saat ini telah ada petugas jaga parkir dari pengelola wisata setempat. Perjalanan menuju ke Air Terjun Tuwondo dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak yang kondisinya basah dan licin. Pengunjung diminta untuk berhati-hati dalam melangkah agar terhindar dari kecelakaan kecil seperti terjatuh dan terpeleset. Tidak lama kemudian akhirnya pengunjung tiba di kawasan Air Terjun Tuwondo Banyakan.

Baca Juga  Warung Chie Rasa, Pilihan Kuliner Mie dan Nasi Goreng Aceh Di Yogyakarta

Air Terjun Tuwondo Banyakan memiliki bentuk air terjun bertingkat tiga dan terbelah menjadi dua aliran. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian antara 3 hingga 5 meter. Disekitar air terjun banyak terdapat pohon jenis jati dan tanaman semak belukar. Batuan yang berada di sekitar air terjun merupakan batu kapur dan batuan andesit. Kondisi bebaruan disekitar air terjun cukup basah dan licin. Diharapkan pengunjung yang berwisata ke tempat ini selalu berhti-hati dan memperhatikan larangan yang terpasang pada dinding batu sekitar air terjun.

Jalan Setapak Menuju Air Terjun Tuwondo Banyakan

Aliran air yang mengalir di Air Terjun Tuwondo Banyakan sangat dipengaruhi oleh cuaca hujan pada hari sebelumnya. Jika hari sebelumnya terjadi hujan lebat maka debit air pada Air Terjun Tuwondo cukup melimpah pada hari berikutnya. Namun bila beberapa hari tidak mengalami hujan atau hanya terjadi hujan gerimis, debit air turun akan drastis dan mengurangi keindahan yang dipancarkan oleh air terjun ini.

Pada musim kemarau, Air Terjun Tuwondo mengering atau tidak mengalir airnya. Sumber air yang mengarah ke Air Terjun Tuwondo tidak cukup banyak menghasilkan air bahkan mengering sementara. Tidak ada daya tarik yang dipancarkan oleh Air Terjun Tuwondo saat musim kemarau. Bisa dibilang Air Terjun Tuwondo Banyakan tergolong air terjun musiman yang berfungsi pada musim hujan saja.

Pemandangan Air Terjun Tuwondo Banyakan

Kondisi air pada Air Terjun Tuwondo Banyakan tidak sejernih air terjun lain. Warna air sedikit berwarna merah kecoklatan karena membawa partikel halus dari tanah merah yang banyak terdapat di sekitar air terjun. Endapan tanah yang tidak hanyut tampak pada setiap dasar pada aliran air terjun. Namun jangan khawatir kualitas air masih baik dan tidak tercemar.

Baca Juga  Situs Ngejaman Malioboro

Sebelum dibuka menjadi kawasan wisata, Air Terjun Tuwondo dimanfaatkan warga sekitar sebagai tempat memandikan hewan ternak (sapi) mereka. Namun setelah Air Terjun Tuwondo dibuka menjadi kawasan wisata, masyarakat sekitar yang mengelola sepakat untuk tidak menggunakan lagi kawasan air terjun untuk beraktivitas. Mereka beralasan bahwa aktivitas warga disekitar air terjun akan mengganggu kenyamanan wisatawan dalam berwisata di air terjun tersebut. Untuk kegiatan memandikan hewan ternak dipindah ke selokan yang berada di dekat persawahan warga di bawah bukit.

Annosmile Di Air Terjun Tuwondo Banyakan

Sebagai air terjun musiman, Air Terjun Tuwondo Banyakan hanya menarik dinikmati saat musim penghujan saja. Itupun harus pintar-pintar dalam memilih hari dimana ada hujan lebat pada hari berikutnya. Fasilitas pendukung wisata sudah dibangun berupa akses jalan dan area parkir meskipun minus kamar mandi umum.

Menjelang berakhirnya musim penghujan, obyek wisata ini berangsur-angsur mulai sepi ditinggalkan wisatawan. Penyebab utamanya aliran air Grojogan Tuwondo mengering dan tidak dapat dinikmati. Pengembangan pariwisata di tempat ini berhenti sementara dan mungkin dilanjutkan pada musim hujan berikutnya seiring dengan mengalir kembali aliran air pada air terjun. Sebenarnya ada daya tarik wisata lain di sekitar Banyakan yang cukup menarik namun belum tergarap maksimal yaitu Puncak Watu Putih (Puteh) dan DAM Pengendali. (text/foto: annosmile)

INFORMASI
Wisata Alam Grojogan Tuwondo (Air Terjun Tuondo)
Lemah Abang, Banyakan 3, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, DIY 55792

Tiket Masuk
Gratis

Parkir
Sepeda Motor : Rp 2.000,-

Ada 3 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Rullah:

    Waktu aku main ke sini malah airnya nggak ada :-(

  2. Ditter:

    Sayang ya kalau cuma musiman gitu… Tapi apa boleh buat. Seandainya ada cara supaya air terjun itu tetap mengalir pas musim kemarau, hehe….

  3. Idah Ceris:

    Iiih, kalau ngga kemarau, pasti tambah segeer bgtt yo, Mas. Minginii. . .

Balas pendapat dari Rullah