Air Terjun Banyunibo, Sisi Lain Perbukitan Patuk Gunungkidul

Air Terjun Banyunibo, Sisi Lain Perbukitan Patuk Gunungkidul
3.3 (66.67%) 3 votes

Kawasan perbukitan Patuk di ujung barat kabupaten Gunungkidul sepertinya surga bagi para pemburu air terjun karena banyak ditemukan air terjun di kawasan ini. Sebagian besar air terjun yang ada di perbukitan Patuk merupakan air terjun alami yang belum dikembangkan menjadi kawasan wisata.

Air Terjun Banyunibo Patuk terletak di dusun Batur, desa Putat, kecamatan Patuk, kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Asal usul nama Air Terjun Banyunibo berasal dari bahasa Jawa yaitu banyu (air) dan nibo (jatuh).

Jalan Setapak Menuju Air Terjun Banyunibo Patuk

Sebut saja air terjun Njurug Gedhe, air terjun Gembyong, beberapa air terjun di desa wisata Kemuning, area Gogor Park, air terjun Banyunibo, dan lain-lain. Air terjun Banyunibo yang disebutkan terakhir tersebut saat ini mulai dikembangkan menjadi wisata air terjun berbasis pedesaan dan desa wisata. Nama air terjun ini ada kesamaan dengan Air Terjun Banyunibo di Pajangan Bantul meskipun tidak ada kaitannya apa-apa.

Nama Air Terjun Banyunibo mulai mencuat setelah dikembangkan sebagai kawasan wisata oleh penduduk setempat dan dijadikan menjadi satu paket wisata dengan desa wisata Bobung yang ada didekatnya. Fasilitas obyek wisata dibangun mulai dari area parkir, akses jalan menuju ke lokasi air terjun, dan sebagainya.

Gasebo Dalam Perjalanan Menuju Air Terjun Banyunibo Patuk

Perjalanan menuju ke lokasi air terjun Banyunibo ini cukup mudah dengan melewati jalan utama penghubung kota Yogyakarta dengan kota Wonosari. Setelah menaiki bukit Patuk, ikuti jalan terus hingga menemui papan petunjuk arah Desa Wisata Bobung dan berbelok menuju ke desa wisata tersebut. Dari desa wisata Bobung perjalanan masih terus hingga tiba di dusun Batur. Dari dusun Batuk perjalanan berbelok melewati perkampungan penduduk hingga tiba di area parkir Air Terjun Banyunibo.

Meski bukan hari libur, kawasan ini sudah dijaga masyarakat setempat secara bergantian. Setelah membayar retribusi, perjalan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang telah dilebarkan. Di sepanjang jalan setapak dibangun beberapa gasebo sebagai tempat istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang ada disekitar.

Persawahan di Sekitar Air Terjun Banyunibo Patuk

Panorama terasering sawah bertingkat-tingkat terhampar apik sebelum memasuki area air terjun Banyunibo. Dari area persawahan ini dulunya merupakan jalan setapak menuju ke lokasi air terjun namun sekarang telah dibuatkan jalan khusus yang mempermudah akses menuju ke lokasi air terjun. Tidak lama kemudian akhirnya kami tiba di area air terjun Banyunibo. Aliran air yang jatuh dari atas tebing tidak terlalu deras namun membentuk pemandangan yang cukup apik. Disekitar air terjun terdapat beberapa gasebo yang disediakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan air terjun.

Bongkahan batuan yang ada di sekitar Air Terjun Banyuno menurut informasi terbentuk akibat dinding air terjun runtuh saat gempa Jogja tahun 2006 silam. Runtuhnya dinding batu menyebabkan kolam yang ada di dasar air terjun tertimbun batu dan membentuk aliran air terjun baru seperti yang terlihat sekarang ini. Selain itu tidak heran bila dari kejauhan pemandangan Air Terjun Banyunibo sedikit terhalang oleh bebatuan dan harus mendekat untuk melihat pemandangan air terjun secara utuh.

Pemandangan Air Terjun Banyunibo Patuk

Sama seperti air terjun lain di kawasan Gunungkidul, Air Terjun Banyunibo terlihat deras setelah hujan melanda sekitar tempat ini. Saat musim kemarau Air Terjun Banyunibo tidak mengering namun debit airnya turun drastis dibandingkan musim penghujan dan tidak menarik untuk dikunjungi. Aliran air dari Air Terjun Banyunibo saat ini masih digunakan untuk mengairi sawah yang ada disepanjang aliran tersebut dan beberapa ratus meter telah dibangun bendungan kecil untuk disalurkan ke parit-parit.

Gemericik Air Terjun Banyunibo Patuk

Sedikit kabar, obyek wisata yang mulai dikembangkan sejak tahun 2013 ini akan dilakukan pembangunan akses jalan dan penambahan fasilitas untuk meningkatkan daya tarik pengunjung yang setiap tahun semakin bertambah. Diharapkan air terjun Banyunibo Patuk ini menjadi kawasan wisata alam alternatif khususnya air terjun selain air terjun Srigethuk dan air terjun Gedangsari (curug Indah). (text/foto: annosmile)

==

Tiket Masuk: Rp 2.000,-/orang

INFORMASI
Air Terjun Banyunibo
Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta

Retribusi
Tiket Masuk : Rp 3.000,-
Parkir Motor: Rp 2.000,-

Kirim pendapat