Ziarah ke Makam Sunan Pandanaran
Wisata ke makam, sebagian orang berpikiran kalau mengunjungi tempat-tempat keramat semacam makam pasti berkaitan erat dengan mencari permohonan atau dalam bahasa kasarnya pesugihan. Namun kali ini saya penasaran dengan apa yang terdapat di makan keramat dan ingin tahu aktivitas yang ada di dalamnya.
Makam Sunan Pandanaran atau biasa dikenal dengan sebutan Sunan Bayat (Tembayat) ini terletak di kelurahan Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Makam ini konon dibangun sejak 1526 Masehi.
Akhirnya saya pilih wisata ziarah makam yang tidak jauh dari kota Yogyakarta yaitu Makam Sunan Pandanaran yang terletak di sebelah selatan ibukota kabupaten Klaten. Kira-kira satu jam, saya sudah sampai di lokasi Makam Sunan Pandanaran dan memasuki gerbang masuk makam. Gerbang Makam Sunan Pandanaran ini cukup unik karena bercirikhas arsitektur gapura zaman kerajaan Majapahit.
Seperti makam raja-raja zaman dahulu, Makam Sunan Pandanaran ini terletak di atas bukit sehingga kita harus menapaki anak tangga yang jumlahnya ratusan untuk menuju kesana. Disebelah kanan dan kiri tangga banyak terdapat kios-kios yang menwarkan oleh-oleh khas Bayat, pakaian, makanan, dan sebagainya.
Dibagian ujung tangga naik terdapat masjid usianya setua usia kompleks makam ini. Ukurannya kecil, bahkan untuk masuk masjid harus menundukkan kepala. Arsitektur masjid Jawa dengan 4 soko guru. Beberapa bagian telah mengalami renovasi karena rusak terkena gempa tahun 2006 lalu.
Sampai disebuah pelataran yang terdapat sebuah masjid tua dan pendopo, akhrinya saya menemui seseorang yang menjadi juru jaga area makam tersebut yang sedang duduk-duduk diarea Pendapa. Ditempat itu saya meminta izin untuk memasuki kawasan makam dan memberikan sumbangan perawatan makam seikhlasnya. Memasuki kawasan makam, gerbang gapura berbentuk candi bentar dengan susunan balok batu dan ukiran yang khas.
Di dekat gapura terdapat dua buah gentong yang terdapat ukiran naga sehingga disebut Gentong Sinogo. Didekatnya disediakan gelas untuk meminum air yang ada pada gentong tersebut. Di dekat area ini juga terdapat beberapa makam namun saya kurang memperhatikan deretan makam tua tersebut merupakan makam siapa dan hubungannya dengan Sunan Pandanaran.
Kemudian mencapai tingkatan makam yang paling tinggi, yaitu Makam Sunan Pandanaran beserta kedua istrinya yang terletak di dalam sebuah bangunan. Memasuki bangunan ini, pengunjung dipersilakan melepas alas kaki dan bersikap tenang ketika memasuki makam. Saya tidak berani motret didalam bangunan karena kondisi cukup gelap dan tidak berani menggunakan bantuan flash pada kamera karena akan mengganggu para peziarah. Didalam bangunan yang gelap ini, cukup banyak peziarah yang memanjatkan doa, entah apa yang mereka ucapkan dan apa yang mereka mohonkan. Saya hanya sebentar menengok aktivitas para peziarah dan tidak beberapa lama meninggalkan area makam Sunan Pandanaran karena takut mengganggu ritual yang mereka jalankan.
Saya mengagumi arsitektur makam ini yang menghubungkan seni arsitektur zaman Majapahit dengan periode zaman perkembangan Islam di Jawa walaupun saya merasa kesan budaya Hindu masih terlihat cukup kental di Makam Sunan Pandanaran ini.
== Tiket Masuk
Rp2.000,-/orang
Incoming search terms for the article:
- sunan pandanaran sunan bayat makam sunan pandanaran sejarah sunan bayat makam pandanaran makam sunan bayat makalah makam sunan pandanaran legenda sunan pandanaran makam sunan tembayat makam sunan sunan bayat klaten ziarah ke makam sunan padan aran sunan pandan aran pengunjung ziarah makam pandanaran bayat kisah sunan bayat sunan tembayat gambar makam sunan pandanaran tempat keramat di jogja sejarah bayat sejarah sunan pandanaran seni arsitektur makam sunan di solo sejarah sunan tembayat silsilah sunan tembayat sejarah makam pandanaran bayat tempat keramat di klaten makam bayat lokasi makam sunan bayat obyek wisata ke makam sunan padan aran makam keramat di semarang wisata sunan pandanaran bayat klaten jawa tengah kisah sunan pandanaran ritual gunung bayat makam para sunan lokasi makam sunan tembayat MAKAM KERAMAT TRAH MATARAM DI SOLO JAWA TENGAH makam keramat di yogyakarta sunan pandanaran bayat tembayat makam keramat di solo cerita sunan bayat tempat ziarah di kuningan makam wali di yogyakarta gentong sinogo sunan bayat jogja luweng sewu klaten makam zaman majapahit MAKAM SUNAN PANDAN ARAN gambar makam sunan bayat cerita sunan pandanaran tempat jiarah islam di bali makam sunan bayat klaten makam sunan di sleman sejarah makam sunan pandanaran tentang klaten sejarah sunan pandan aran sejarah pendanaran ziarah makam pandanaran bayat tempat ziarah pesugihan lokasi makam pandanaran




9 Comments on “Ziarah ke Makam Sunan Pandanaran”
mantap… aku besok di gonceng klo mau jalan2 ya :D
Wah mas kok mlaku2 terusss…. kapan mari kuliahe wkwkwkwk…
aroma mistisnya kental sekalii….
dapet wangsit gak?
serasa ikutan kesana deh membaca postingannya :-D
sukaaaa
Berziarah sekaligus berwisata, sepertinya asik :-D
He? Padahal di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di Candi, Ngaglik, Sleman (Jl. Kaliurang km 12) itu juga ada makam lho No. Makamnya siapa itu ya?