Wisata Lava Merapi, Ketika Sisa Bencana Menjadi Kawasan Wisata

Setelah erupsi Gunung Merapi berhenti dan berubah menjadi status siaga, akhirnya diseputaran kawasan yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi seperti daerah Kinahrejo, Kaliadem, Kaliurang, dan daerah lingkaran Merapi kembali dibuka.

Gunung Merapi memiliki ketinggian sekitar 2.968 mdpl yang terletak di antara Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merupakan gunung berapi yang teraktif di Indonesia

Selamat Datang Di Deta Kinahrejo Lereng Gunung Merapi

Lokasi Wisata Lava Merapi merupakan bekas kawasan pemukiman penduduk di desa Kinahrejo memanjang ke arah timur menuju bekas kawasan wisata Kaliadem. Posisinya berada di sebelah timur laut dari kawasan Wisata Alam Kaliurang. Area Wisata Lava Merapi cukup luas karena terbentuk akibat erupsi Gunung Merapi yang menghancurkan beberapa kilometer di selatan lereng gunung.

Akses jalan menuju Wisata Lava Merapi hanya sampai ke bekas desa Kinahrejo. Untuk menuju ke Kaliadem yang berada disebelah atas Kineahrejo harus menyewa kendaraan jeep, hartop, atau motor offroad yang banyak disewakan. Pengunjung tidak diperkenankan membawa kendaraannya sendiri bila ingin mengunjungi Kaliadem dari Kinahrejo. Larangan ini sepertinya berasal dari pengelola Wisata Lava Merapi. Rusaknya medan jalan dan sulitnya akses menuju Kaliadem menjadi alasan utama larangan tersebut selain agar pengunjung menyewa kendaraan tersebut.

Puing-Puing Bangunan Di Kinahrejo Lereng Gunung Merapi

Papan petunjuk arah menuju Wisata Lava Merapi cukup banyak ditemukan di persimpangan jalan utama kabupaten Sleman. Pengunjung tidak akan tersesat dengan banyaknya papan petunjuk arah yang ada. Sepertinya Wisata Lava Merapi telah menjadi salah satu wisata unggulan di kabupaten Sleman. Pemerintah daerah setempat cukup jeli dalam menggali potensi wisata yang ada diwilayahnya.

Kondisi jalan menuju Desa Kinahrejo sebagai gerbang masuk Wisata Lava Merapi sudah teraspal dengan baik dan mampu dilalui kendaraan besar semacam bus. Rute terdekatnya dari pusat kota Yogyakarta dengan melewati Jalan Kaliurang hingga kecamatan Pakem kemudian belok ke kanan menuju arah Cangkringan. Pada sebuah tikungan jalan ada simpangan jalan pilih jalan ke arah kiri yang sedikit menanjak. Ujung jalan kecil tersebut adalah desa Kinahrejo yang berubah menjadi kawasan Wisata Lava Merapi . Waktu tempuh perjalanan sekitar 1-1.5 jam tergantung kepadatan lalu lintas.

Puing-Puing Mobil Yang Terkena Erupsi Merapi Di Kinahrejo

Pengunjung Wisata Lava Merapi ditarik tiket masuk ketika melewati gerbang masuk. Setelah melewati gerbang masuk ada simpangan jalan kecil dan tetap ambil jalan lurus menanjak. Bila berbelok akan menuju kawasan Jembatan dan DAM Plunyon. Pemandangan di kawasan Wisata Lava Merapi masih tampak gersang karena erupsi terjadi belum genap setahun. Sedangkan Wisata Lava Merapi ini telah dibuka menjadi wisata sejak status Gunung Merapi turun status menjadi Siaga.

Kantong-kantong parkir banyak tersedia di pinggir jalan menuju desa Kinahrejo. Pengunjung Wisata Lava Merapi tidak perlu takut tidak mendapat tempat parkir. Area parkir di sekitar Kinahrejo cukup luas dan mampu menampung ribuan kendaraan pengunjung. Namun bila mendapatkan tempat parkir pada area paling bawah, pengunjung harus berjalan cukup jauh menuju bekas desa Kinahrejo.

Pemandangan Gunung Merapi Setelah Erupsi Th 2010

Disepanjang jalan menuju Desa Kinahrejo banyak berdiri warung semi permanen. Diantaranya ada yang menjual makanan dan minuman, serta lainnya ada yang menjual souvenir atau cinderamata khas Wisata Lava Merapi seperti batuan lava, kaos, hiasan dinding, dan sebagainya. Tidak ketinggalan pula jasa foto langsung jadi banyak ditemukan ditempat ini.

Memasuki desa Kinahrejo, pengunjung disambut dengan papan bertuliskan Selamat Datang Di Kampung Kinahrejo. Pemandangan di sekitar kampung Kinahrejo telah hancur diterjang awan panas saa erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu. Bangunan rumah penduduk desa hanya tersisa puing-puingnya dan rata dengan tanah. Untung saja penduduk desa Kinahrejo telah mengungsi sebelum terjadi erupsi yang menghancurkan kawasan desanya.

Suasana Sekitar Kinahrejo Lereng Gunung Merapi

Beberapa puing-puing yang tampak utuh seperti bangkai sepeda motor, bangkai mobil, perabot rumah, tulang ternak, dan sebagainya ditata di tepi jalan untuk dipamerkan kepada pengunjung tentang dasyatnya efek awan panas yang menerjang desa Kinahrejo. Beberapa puing-puing lain yang hancur hanya dibiarkan menumpuk di reruntuhan rumah. Saat ini beberapa puing yang ada diminta oleh Museum Gunung Merapi untuk menjadi bagian koleksi museum.

Berubahnya kawasan desa Kinahrejo menjadi lautan pasir menyebabnya banyak debu-debu yang beterbangan. Diharapkan pengunjung yang datang ke Wisata Lava Merapi membawa masker atau penutup hidung. Bila lupa membawa masker, disekitar kawasan Wisata Lava Merapi ada penjual masker penutup hidup. Tidak jarang pengunjung yang meninggalkan kawasan Wisata Lava Merapi mengalami ganggung kesehatan seperti batuk dan gangguan pernafasan.

TeamTouring Di Wisata Lava Merapi Kinahrejo

Daya tarik Wisata Lava Merapi di Kinahrejo yang lain seperti makam desa Kinahrejo, puing-puing pemukiman penduduk, dan bekas bangunan rumah Mbah Maridjan yang tertimbun pasir. Mbah Maridjan adalah salah seorang juru kunci Gunung Merapi Kraton Yogyakarta yang tinggal didesa tersebut. Beliau meninggal saat awan panas menghancurkan desa Kinahrejo karena tidak mau ikut mengungsi bersama penduduk lain. Saat ini makam Mbah Maridjan berada di sebelah timur kawasan Kaliadem tepatnya di desa Srunen.

Ujung paling atas desa Kinahrejo terdapat sebuah pos pengamatan untuk memantau Gunung Merapi. Disekitarnya dipasang garis batas larangan untuk dilewati. Dari garis batas ini jarak dengan puncak Gunung Merapi hanya berkisar 5 kilometer dan cukup berbahaya bila terjadi luncuran awan panas ke area ini. Sedikit informasi tambahan beberapa tanah gersang yang ada telah mulai ditanami bibit pohon untuk menghijaukan kembali lereng Gunung Merapi.

Wisata Lava Merapi menjadi primadona wisata baru setelah tahun 2010 selain Museum Gunung Merapi. Keberadaannya dilengkapi dengan wisata Lava Tour Merapi dengan rute Kinahrejo menuju ke Kaliadem melewati jalan berpasir dan cukup memacu adrenalin. Pemandangan Lava Tour Merapi ini hampir sama dengan kawasan Kinahrejo namun bedanya pemandangan Gunung Merapi lebih dekat, lautan pasir luas seperti Taman Nasional Gunung bromo, dan puing-puing erupsi di sekitar Kaliadem. Harga yang ditawarkan oleh Lava Tour Merapi cukup mahal namun tidak ada salahnya sekali-kali mencobanya. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk Wisata Lava Merapi

Dewasa: Rp 5.000,-/orang

== Biaya Lava Tour Merapi

  • Short Trip (1-1,5 jam) : Rp 250.000,-. Rute kali opak – museum sisa hartaku – bunker merapi – batu alian/batu wajah – kaliadem
  • Medium Trip (2-2,5jam) : Rp 350.000,-. Rute kali opak – museum sisa hartaku – bunker merapi – batu alian/batu wajah – kaliadem – makam alm mbah maridjan
  • Long Trip (3-3,5 jam) : Rp 450.000,-. Rute kali opak – museum sisa hartaku – bunker – batu alian/batu wajah – kaliadem – makam alm mbah maridjan – rumah alm mbah maridjan
-----------
Bookmark and Share

Ada 9 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. Wisata Edukasi di Museum Gunung Merapi | TeamTouring:

    […] selanjutnya, kami memasuki sebuah area yang terdapat banyak foto-foto mengenai peristiwa erupsi Gunung Merapi dari tahun ke tahun dan foto gunung berapi yang terdapat di […]

  2. Mendaki Bukit Plawangan | TeamTouring:

    […] informasi, bila kita tiba dipuncak kita bisa melihat pemandangan Gunung Merapi dengan jelas. Namun sayang ketika kami tiba di puncak bukit Plawangan, Gunung Merapi tertutup oleh […]

  3. Jembatan Plunyon Kalikuning setelah Erupsi Merapi | TeamTouring:

    […] terlalu sulit karena sudah mengetahui rutenya. Jalan yang dilalui hampir sama dengan jalan menuju Wisata Lava Merapi yang berada di desa Kinahrejo. Namun sebelum memasuki pos retribusi, kami berbelok ke kiri melewati […]

  4. Menengok Kawasan Mangrove Muara Sungai Opak | TeamTouring:

    […] Sungai Opak merupakan salah satu sungai yang mempunyai hulu di Gunung Merapi (Sungai Code, Sungai Gajahwong, dan Sungai Opak) dan kawasan karst pegunungan seribu (Sungai Oyo). […]

  5. Melihat Kondisi Situs Kaliworo B | TeamTouring:

    […] terkait untuk penyelamatan Situs Kaliworo yang setiap saat bisa terkena banjir lahar dingin Gunung Merapi. Popularity: 2 […]

  6. Candi Sambisari | TeamTouring:

    […] sekelilingnya. Diperkirakan zaman dahulu Candi Sambisari tertutup abu vulkanik saat terjadi letusan Gunung Merapi. Proses pemugaran dilakukan oleh Dinas Purbakala pada tahun […]

  7. Kaliurang | TeamTouring:

    […] sejauh 900 meter. Pada pagi hari di puncak Pronojiwo akan melihat dengan jelas pemandangan Gunung Merapi di saat cuaca cerah tanpa kabut. Incoming search terms for the article: kaliurang bumi perkemahan […]

  8. soewoeng:

    lha kalo naik dari sini boleh tidak? naik ke puncak kamsudnya

  9. Menengok Kawasan Mangrove Muara Sungai Opak:

    […] Sungai Opak merupakan salah satu sungai yang mempunyai hulu di Gunung Merapi (Sungai Code, Sungai Gajahwong, dan Sungai Opak) dan kawasan karst pegunungan seribu (Sungai Oyo). […]

Kirim pendapat