Wisata Edukasi di Museum Gunung Merapi

Di dekat Kawasan Wisata Alam Kaliurang terdapat museum yang belum lama selesai dibangun. Museum itu bernama Museum Gunung Merapi yang belum lama ini dibuka untuk umum. Lokasinya berada tidak jauh dari gerbang masuk Kawasan Wisata Alam Kaliurang.

Museum Gunung Merapi (MGM) diresmikan dan dibuka pada tanggal 1 November 2009. Museum ini terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Bangunan museum yang berbentuk limasan segitiga tidak beraturan dibangun sesuai filosofi bangunan Jawa (Yogyakarta) serta wilayah Gunung Merapi yang berwujud kombinasi teknologi dan budaya yang disesuaikan dengan aturan adat (Pakem) mengikuti garis imaginer. Garis Imaginer merupakan penghubung gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta serta laut selatan.

Sebelum pintu masuk terdapat pos pembelian tiket masuk. Kami mendapat informasi bahwa bangunan Museum Gunung Merapi terdiri dari dua lantai, namun baru lantai dasar yang baru difungsikan karena lantai dua sedang mengalami pembangunan. Rencananya area lantai dua akan dikembangkan menjadi bioskop untuk pemutaran film tentang Gunung Merapi.

Memasuki ruangan pertama Museum Gunung Merapi, terdapat sebuah miniatur Gunung Merapi yang terdapat beberapa tombol untuk melihat gambaran secara visual beberapa peristiwa erupsi yang terjadi di Gunung Merapi dari tahun ke tahun. Miniatur ini dilengkapi dengan suara orang yang menjelaskan peristiwa erupsi yang dibarengi suara gemuruh layaknya gunung sedang mengalami erupsi.

Fasilitas yang terdapat di dalam Museum Gunung Merapi antara lain informasi mengenai pengetahuan kegunungapian, diorama, peralatan yang digunakan untuk mengawasi kegiatan gunung berapi, foto-foto letusan gunung berapi, dan On The Merapi Volcano Trail. Koleksi yang dipamerkan antara lain Volcano World berisi bahan-bahan pengetahuan tentang gunung merapi di dunia, perlengkapan upacara ritual penghormatan gunung Merapi, koleksi bencana gempa bumi dan Tsunami, dan koleksi puing-puing bencana letusan Gunung Merapi

Kami mencoba memencet salah satu tombol untuk melihat gambaran erupsi gunung Merapi berikut penjelasannya. Proses visualisasi yang ada pada miniatur tersebut berupa kepulan asap buatan beribut lampu yang menunjukkan arah letusan dan aliran magma. Cukup atraktif dan menarik untuk disimak, bahkan bagi anak kecil yang sedang karya wisata di Museum Gunung Merapi.

Perjalanan selanjutnya, kami memasuki sebuah area yang disebut Area Gunung Berapi. di area ini terdapat dokumentasi berupa foto mengenai peristiwa erupsi Gunung Merapi sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang dan foto-foto gunung berapi yang terdapat di Indonesia beserta keterangannya. Keterangan foto-foto yang ada disajikan lengkap dengan bahasa Indonesia dan bahasa internasional, tanpa pemandu dari Museum Gunung Merapi kami dapat mengetahui informasi yang ada.

Indonesia mempunyai 500 gunung merapi dengan 129 diantaranya adalah gunung merapi aktif atau sekitar 13 % dari jumlah gunung berapi di dunia.

Ruangan selanjutnya berupa koleksi peralatan yang digunakan pada Pos Pengamatan Gunung Merapi yang tidak digunakan lagi. Benda-benda tua seperti radio, laptop dan komputer tua, seismograf, dan lain-lain dipajang di dalam etalase kaca. Selain itu terdapat koleksi batuan vulkanik Gunung Merapi dari setiap peristiwa erupsi.

Selanjutnya kami memasuki area zona khusus Gunung Merapi dimana isinya berupa foto-foto dokumentasi secara lengkap Gunung Merapi dari tahun ke tahun yang terdiri dari foto erupsi, luncuran awan panas, pertumbuhan kubah lava, proses evakuasi, banjir lahar dingin, pos pengamsatan gunung Merapi, dan sebagainya.

Akhir tour mengelilingi museum, kami melihat sebuah ruangan yang memamerkan puing-puing sisa bencana wedhus gembel (awan panas) yang melanda daerah Kaliadem beberapa tahun lalu yang mengakibatkan 2 korban tewas terpanggang didalam bunker. Di ruangan ini dipamerkan beberapa batuan lava yang menimbun kawasan Kaliadem, bangkai sepeda motor, dan foto-foto bencana wedhus gembel di Kaliadem. Di bagian tengah musium terdapat sebuah ruangan yang sedang dibuat diorama yang menggambarkan kondisi alam yang habis terkena serangan awan panas, beberapa pekerja sedang menyelesaikan pengerjaannya.

Perjalanan mengelilingi museum telah berakhir, kami disuruh mengisi buku tamu yang telah disediakan dan meninggalkan museum ini. Museum Gunung Merapi memang cocok digunakan sebagai wisata edukasi bagi siswa-siswa yang masih menimba ilmu di sekolah. Namun masih perlu banyak pembenahan karena masih banyak fasilitas yang belum selesai pengerjaannya, ada kekurangan dari segi penyampaian informasi, dan sedikitnya koleksi yang dipamerkan di museum ini. Kedepannya semoga ada penambahan koleksi dan media informasi yang dapat menambah minat wisatawan berkunjung ke tempat ini. (text/foto: annosmile)

== Tiket Masuk Museum Gunung Merapi

Dewasa: Rp3.000,-/orang

Anak: Rp2.000,-/orang

== Rute

berjarak 600 meter arah selatan dari pintu gerbang obyek wisata Kaliurang

-----------
Bookmark and Share

Ada 23 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. nahdhi:

    Wah sayang sekali disitu tidak ditemukan set telemetri. padahal itu teknologi yang ternyata dari dahulu kala hingga sekarang masih terus digunakan lho. cuma kalau dahulu kala masih menggunakan telemetri analog, sekarang sudah digital.

  2. mawi wijna:

    Hanya 6 km dari Warung Ijo, Pakem, berkali-kali nyepeda kesana. Masih sepi …

  3. Tunggul:

    jadi kepingin nih … jalan2 ke lereng merapi

  4. MattWahyu:

    jalan-jalan ke Merapi … bisa ketemu mak Lampir gak ya :)

  5. geblek:

    di dalam museum boleh putu2 ?

  6. Jidat:

    Mantap ki mas, gek harga tiketnya masuk juga murah. . . hemm pengen kesana ki!!! :)

  7. siayi:

    Kapan ya ku bisa jalan2 ke situ?
    Pengin tau banyak tentang kegunungapian…

  8. moko:

    Waaahhh kayaknya perlu meluncur kesitu neh.. okay okay thank infone.. dtunggu info selanjutny

  9. alief:

    jadi pengen main main ke jogja lagi

  10. pelintas batas:

    kalau ada banyak interaktif di musium, pasti gak akan membuat pengunjung bosan. Selama ini yang aku jumpai di musium hanya benda benda diam.gimana ya dengan di museum gunung merapi itu?jadi pengen melihat lihat juga

  11. aRai:

    lek mene aku nang jogja anter nang kene yo jew … xixixi

  12. nurrahman:

    baru berencna kesana hiks

  13. Andy MSE:

    wes suwe ra dolan Merapi…
    *wes suwe yo ra dolan mrene*

  14. ciwir:

    wis tau mrono tapi rak mlebu njerone

  15. admin:

    boleh bro :)

  16. neorenggana:

    :D mantap

  17. arafi:

    kayaknya aq pernah ke sana mas,,tp pengen kesana lg..ini ndak keteb pass mas??

  18. Qinz:

    Meletus

  19. bolehngeblog:

    beberapa waktu yang lalu di sebuah surat kabar jawa barat, dikatakan bahwa muncul perilaku buruk dari beberapa orang yang mengunjungi beberapa lokasi di sekitar meletusnya gunung merapi yang tujuannya bukan untuk membantu meringankan kesulitan saudaranya, tetapi hanya untuk “berwisata” saja..saya heran koq ada ya orang yang seperti itu…

  20. Wiwin:

    Meski orang asli daerah sana, tapi saya baru pertama kali kemarin datang ke sana :-) Yesss… !! It’s really recommended untuk wisata edukasi pergunungapian :-) Murah lhooo.. cuma Rp 3.000 tiket masuknya :-)

  21. Wisata Lava Merapi, Ketika Sisa Bencana Menjadi Kawasan Wisata | TeamTouring:

    […] panas yang menghancurkan desa Kinahrejo. Menurut informasi, beberapa puing sudah dipindahkan ke Museum Gunung Merapi sebagai bukti terjadinya erupsi Gunung Merapi di pengujung tahun […]

  22. Mendaki Bukit Pronojiwo | TeamTouring:

    […] puncak bukit terdapat gardu pandang untuk melihat Gunung Merapi. Namun karena waktu telah siang, Gunung Merapi tertutup kabut sehingga tidak dapat dilihat.¬†Gardu […]

  23. Melihat Panorama dari Ketep Pass | TeamTouring:

    […] dengan aktivitas Gunung Merapi dari masa lampau. Cukup lengkap dan menarik walaupun tidak selengkap Museum Gunung Merapi karena ukuran museum ini cukup […]

Kirim pendapat

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan TeamTouring. Redaksi berhak menyunting atau menghapus kata-kata yang berbau narsisme, promosi, spam, pelecehan, intimidasi dan kebencian terhadap suatu golongan.