Warung Apung Rawa Jombor
Warung apung sebetulnya hanyalah sebuah bangunan yang mengapung di atas air. Namun warung apung di Rawa Jombor ini memberikan daya tarik tersendiri berikut nuansa kuliner yang ditawarkan. Jumlah warung apung di Rawa Jombor ini cukup banyak dan dibatasi per kapling, para pengunjung tinggal memilih warung apung yang akan dijadikan tempat untuk menikmati wisata kuliner di Rawa Jombor.
Rawa Jombor (Rowo Jombor) terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten atau sebelah selatan sejauh 15 kilometer dari Kota Klaten. Merupakan daerah wisata alam dipadukan dengan kuliner hidangan air tawar.
Konsep warung apung ditempat ini dengan mengikat beratus-ratus drum kosong kemudian diberi alas kayu dan atap sehingga mirip seperti bangunan semi permanen. Kemudian diapungkan sedikit ke tengah rawa kira-kira 20-30 meter dari tepi rawa. Untuk menuju warung apung dengan menggunakan rakit atau perahu yang ditarik dengan tali di kedua sisi.
Di warung apung Rawa Jombor ini juga disediakan alat untuk memancing beserta umpannya untuk memancing di rawa ini. Bila beruntung anda bisa mendapatkan ikan dalam ukuran besar, namun kebanyakan orang yang mencoba memancing hanya mendapatkan ikan yang berukuran kecil.
Ikan yang dipancing bukan berasal dari kolam yang dibuat oleh penyedia warung apung dari jaring namun berasal dari rawa. Susahnya mencari ikan di Rawa Jombor diakibatkan air rawa terlihat keruh, berwarna kehijauan dan beberapa bagian rawa telah mengalami pendangkalan. Diperparah dengan pertumbuhan enceng gondok di beberapa bagian rawa yang tidak digunakan untuk warung apung. Mengakibatkan banyak orang tidak mengetahui bahwa Rawa Jombor merupakan rawa atau telaga yang terbentuk secara alami bukan buatan.
Namun dibalik permasalahan yang terjadi di Rawa Jombor, pesona kuliner yang ada memang cukup menggoda. Hidangan kuliner berupa ikan nila bakar, bawal bakar, lele bakar, udang air tawar, dan masih banyak hidangan ikan air tawar dimasak dengan bumbu khas daerah sekitar cukup enak dan unik untuk dinikmati.
==
update September 2010
Sekarang untuk memasuki kawasan wisata Warung Apung Rawa Jombor dikenakan tiket masuk sebesar Rp 4.000,-./orang. Kami kurang tahu apakah loket dan portal ini resmi dibuat oleh pemerintah setempat mengingat tidak ada fasilitas umum penunjang kawasan wisata Rawa Jombor. Selain itu terkesan liar karena tarif masuk yang kurang wajar dan diperbolehkannya pengunjung yang tidak menggunakan helm memasuki kawasan dengan tidak membayar tiket.
Selain itu terdapat pemaksaan para pemilik warung apung kepada pengunjung dengan mencegat pengunjung ditengah jalan supaya pengunjung memilih warung apung mereka. Hal ini cukup mengganggu kenyamanan para pengunjung Warung Apung Rawa Jombor.
Incoming search terms for the article:
- rowo jombor warung apung rowo jombor Telaga Jombor asal usul rowo jombor sejarah warung apung sejarah rowo jombor Legenda Rawa Jombor rumah makan rawa jombor sejarah rawa jombor riwayat rowo jombor rawa jombor pengertian pungutan liar pemancingan jombor klaten asal usul rawa jombor pengertian rowo jombor asal mula rowo jombor waduk jombor waduk di klaten umpan mancing nila rawa tentang klaten kuliner ikan tawar pemancingan nila di semarang pemancingan sri getuk RUMAH MAKAN APUNG JIMBUNG wisata rowo jombor struktur geografi rawa jombor warungjombor website warung apung jalan menuju curug bayat asal usul kota bayat cerita curug bayat klaten cerita rakyat asal mula rawa jombor danau jombor klaten deskripsi rawa jombor asal mula obyek wisata rawa jombor sejarah curug bayat Tempat kuliner klaten selatan asal usul desa krakitan terjadinya rowo jombor tiket masuk bayat jombor tiket masuk rowo jombor tehnikmancingnila Tehnik mancing nila mengapung tawar agung nyepi gedong songo struktur organisasi dari restoran apung asal usul nama jomboran sejarah wisata air rawa jombor asal usul warung apung jombor asal-usul rowo jombor cerita asal mula rawa jombor sejarah danau telaga menjer dieng tips mancing nila di rawa umpan mancing di waduk cengklik asal mula telaga menjer wonosobo asal mula rawa jombor wisata alam curug bayat wisata bayat wisata kuliner dan pemancingan bogor wisata kuliner rowo jombor wisata kuliner warung apung




20 Comments on “Warung Apung Rawa Jombor”
nek saya denger kata rawajombor nyantolnya itu kampus lapangan buat belajar geologi…. (doh)
ora mampir sisan golek pesugihan neng bulus jimbung???
aku nggolek ki curug cerak kono, jare enek
dolo sempet mo nyimpang ke tempat ini tapi ga sempet … hiks
seep.. marai pengen.. hehehe
wah udah lama gak kesini… kangen ama gurame gorengnya…
wah… aku belum pernah ke sana…
wah kangen jombor, sue ra rono cah
kapan-kapan ajak saya ya.. mas.. :D
Nek dolan neng Klaten, moga wae iso mampir…
dadi kelingan jaman smu…saben minggu mangan nang rowo jombor. Nek gak ono sing ulang tahun yo patungan…. nganti sing duwe warung+tukang parkire apal
manteb abis no, mancing sambil nungguin hidangan tersedia
wah……, jadi pengen makan gurami bakar…
Pasti nyaman bgt makan disana.. Makan ikan sambil ngapung2 gitu.. hehe
diluk meneh asat banyune…
wis tau rono, apik tenan tempate pengen bali maneh rono heee
Pngn ny0ba tp blm ngrti t4e,
denger kata warung saja sudah berasa nikmatnya, karena bagi saya warung itu berarti tempat makanan enak. apalagi pake ngambang di atas air. aduhhh
wuihhh kagen pisan oe…..suwe bangat ora dolan rono.