Warung Apung Rawa Jombor

This item was filled under [ Kuliner, Makanan ]

Warung apung sebetulnya hanyalah sebuah bangunan yang mengapung di atas air. Namun warung apung di Rawa Jombor ini memberikan daya tarik tersendiri berikut nuansa kuliner yang ditawarkan. Sebagai salah satu wisata unggulan di kabupaten Klaten, Rawa Jombor dan kuliner warung apung mampu menyedot banyak wisatawan baik dari dalam daerah maupun luar daerah untuk datang ke tempat ini.

Rawa Jombor (Rowo Jombor) terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten atau sebelah selatan sejauh 15 kilometer dari Kota Klaten. Merupakan daerah wisata alam dipadukan dengan kuliner hidangan air tawar.

Konsep pembuatan warung apung Rawa Jombor ini cukup sederhana dan tidak menggunakan teknologi yang canggih. Warung apung dibuat dengan mengikat beratus-ratus drum kosong kemudian diberi alas kayu dan atap sehingga mirip seperti bangunan semi permanen. Bangunan tersebut diapungkan dan sedikit digeser ke tengah rawa kira-kira 20-30 meter dari tepi rawa. Jumlah warung apung di Rawa Jombor ini cukup banyak dan dibatasi per kapling, para pengunjung tinggal memilih warung apung yang akan dijadikan tempat untuk menikmati wisata kuliner di Rawa Jombor.

Lokasi warung apung Rawa Jombor ini cukup dekat dari kota Klaten sehingga berpotensi menjadi salah satu kawasan wisata unggulan di kabupaten ini. Keberadaannya cukup menarik karena hanya ada satu-satunya di kabupaten Klaten, bahkan mungkin di beberapa daerah yang ada di dekatnya. Namun efek negatifnya, dari tepi Rawa Jombor tidak terlihat sebagai kawasan rawa (danau alam) dan rawa terancam pendangkalan akibat pembangunan warung yang terkesan asal-asalan.

Untuk menuju warung apung yang berada di tengah rawa dengan menggunakan rakit atau perahu yang ditarik dengan tali di kedua sisi. Rakit tersebut telah disediakan setiap warung apung dan aman dilewati dengan batas maksimal jumah orang yang menaikinya. Sensasinya memang unik karena wisatawan jarang menyeberang sungai dengan menggunakan rakit apalagi menyeberang di tengah-tengah rawa atau danau.

Warung apung Rawa Jombor lebih mengedepankan wisata kuliner rawa daripada sebagai kawasan pemancingan, meskipun di warung apung ini juga disediakan alat untuk memancing beserta umpannya untuk memancing. Alat pancing berupa pancing sederhana yang terbuat dari ranting kayu dibagian ujung diikat dengan tali. Tali yang memiliki panjang sekitar 2-3 meter diberi kait dibagian ujung untuk meletakkan umpan. Kegiatan memancing ini hanya sebagai hiburan dan ketika kami mencobanya cukup sulit untuk mendapatkan ikan.

Ikan air tawar yang menjadi menu utama kuliner di warung apung Rawa Jombor bukan berasal dari ikan yang dipelihara atau ditangkap di Rawa Jombor. Para pemilik warung apung mengambil stok ikan air tawar dari luar daerah. Kondisi air Rawa Jombor yang terlihat kotor, keruh, berwarna kehijauan, dan diperkirakan terkena pencemaran ini membuat jumlah ikan berkurang drastis dan susah untuk ditangkap. Kerusakan alam yang terjadi di Rawa Jombor diperparah dengan pertumbuhan enceng gondok di beberapa bagian rawa yang tidak digunakan untuk warung apung yang mengakibatkan pendangkalan dan penurunan luas area rawa.

Sambil menunggu hidangan tiba, kita masih bisa menikmati segarnya suasana Rawa Jombor yang belum banyak terkena polusi udara seperti daerah ibukota. Pemandangan alam terlihat cukup menarik dengan jajaran pegunungan seribu di sisi selatan. Selain itu hiburan yang disediakan pengelola warung apung setiap hari libur seperti orkes keroncong atau dangdut ini cukup memeriahkan suasana.

Ketiadaan pembatasan jumlah warung apung membuat hampir sebagian Rawa Jombor tertutup oleh bangunan warung apung. Pemandangan rawa yang luas tertutup bangunan warung sehingga tampak seperti menikmati suasana di kolam pemancingan saja. Pemerintah sepertinya kurang tanggap dan sepele menghadapi masalah semacam ini. Selain isu kerusakan lingkungan dan cepatnya pertumbuhan enceng gondok yang terjadi di Rawa Jombor membuat obyek wisata ini menjadi sorotan di beberapa media massa.

Dibalik permasalahan dan kerusakan yang terjadi di Rawa Jombor, pesona kuliner yang ada memang cukup menggoda. Hidangan kuliner berupa ikan nila bakar, bawal bakar, lele bakar, udang air tawar, dan masih banyak hidangan ikan air tawar dimasak dengan bumbu khas daerah sekitar cukup enak dan unik untuk dinikmati. Harganya cukup murah terjangkau untuk semua kalangan. (text/foto: annosmile)

==

Peringatan

Sekarang untuk memasuki kawasan wisata Warung Apung Rawa Jombor dikenakan tiket masuk sebesar Rp 4.000,-./orang. Kami kurang tahu apakah loket dan portal ini resmi dibuat oleh pemerintah setempat mengingat tidak ada fasilitas umum penunjang kawasan wisata Rawa Jombor. Selain itu terkesan liar karena tarif masuk yang kurang wajar dan diperbolehkannya pengunjung yang tidak menggunakan helm memasuki kawasan dengan tidak membayar tiket.

Selain itu terdapat pemaksaan para pemilik warung apung kepada pengunjung dengan mencegat pengunjung ditengah jalan supaya pengunjung memilih warung apung mereka. Hal ini cukup mengganggu kenyamanan para pengunjung Warung Apung Rawa Jombor.

-----------
Bookmark and Share
Popularity: 9,330 views

Artikel yang Berkaitan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

20 Comments on “Warung Apung Rawa Jombor”

  • nahdhi
    25 June, 2010, 10:25

    nek saya denger kata rawajombor nyantolnya itu kampus lapangan buat belajar geologi…. (doh)

  • ciwir
    25 June, 2010, 15:34

    ora mampir sisan golek pesugihan neng bulus jimbung???

  • mawi wijna
    25 June, 2010, 15:57

    aku nggolek ki curug cerak kono, jare enek

  • aRai
    26 June, 2010, 0:07

    dolo sempet mo nyimpang ke tempat ini tapi ga sempet … hiks

  • wibisono
    26 June, 2010, 17:51

    seep.. marai pengen.. hehehe

  • Irawan
    26 June, 2010, 20:46

    wah udah lama gak kesini… kangen ama gurame gorengnya…

  • Andy MSE
    27 June, 2010, 7:36

    wah… aku belum pernah ke sana…

  • nurrahman
    27 June, 2010, 14:14

    wah kangen jombor, sue ra rono cah

  • neorenggana
    28 June, 2010, 11:06

    kapan-kapan ajak saya ya.. mas.. :D

  • Estiko
    29 June, 2010, 20:19

    Nek dolan neng Klaten, moga wae iso mampir…

  • Pencerah
    1 July, 2010, 0:19

    dadi kelingan jaman smu…saben minggu mangan nang rowo jombor. Nek gak ono sing ulang tahun yo patungan…. nganti sing duwe warung+tukang parkire apal

  • alief
    1 July, 2010, 5:18

    manteb abis no, mancing sambil nungguin hidangan tersedia

  • pelintas batas
    1 July, 2010, 5:21

    wah……, jadi pengen makan gurami bakar…

  • Realodix
    1 July, 2010, 17:06

    Pasti nyaman bgt makan disana.. Makan ikan sambil ngapung2 gitu.. hehe

  • itempoeti
    1 July, 2010, 18:02

    diluk meneh asat banyune…

  • sugeng
    5 July, 2010, 17:25

    wis tau rono, apik tenan tempate pengen bali maneh rono heee

  • Bochatsu
    24 July, 2010, 9:56

    Pngn ny0ba tp blm ngrti t4e,

  • alhzeta
    26 August, 2010, 9:31

    denger kata warung saja sudah berasa nikmatnya, karena bagi saya warung itu berarti tempat makanan enak. apalagi pake ngambang di atas air. aduhhh

  • sigit
    9 January, 2011, 16:03

    wuihhh kagen pisan oe…..suwe bangat ora dolan rono.

Trackbacks

  1. Pertemuan itu « Pradna's Corner

Leave a Comment