Waduk Gajah Mungkur, Daya Tarik Unggulan Yang Terabaikan

Waduk Gajah Mungkur merupakan waduk yang dibuat dengan membendung kawasan Sungai Bengawan Solo di wilayah kabupaten Wonogiri. Kawasan Waduk Gajah Mungkur sempat terkenal saat selesai dibangun dan dilengkapi dengan taman rekresasi keluarga di tepi waduk. Namun kondisinya saat ini berbalik 180 derajat dimana sepi pengunjung dan kondisinya tidak terawat.

Waduk Gajah Mungkur merupakan waduk yang berada di wilayah kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah berfungsi untuk membendung sungai terpanjang di Pulau Jawa yaitu Bengawan Solo dan sebagai penghasil listrik dengan memanfaatkan energi air (PLTA)

Pemandangan Bendungan Gajah Mungkur

Lokasi Bendungan atau Waduk Gajah Mungkur berada kurang lebih 3 km dari ibukota kabupaten Wonogiri. Kondisi jalan menuju ke Waduk Gajah Mungkur cukup lebar dan beraspal halus hingga tepi Waduk Gajah Mungkur atau biasa disebut Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum menuju tempat ini. Transportasi umum yang mengarah ke Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur dapat menggunakan bus kecil dengan rute menuju Pracimantoro.

Gerbang masuk menuju Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur berada di tepi jalan raya penghubung ibukota Wonogiri dengan kecamatan Pracimantoro. dari pintu gerbang, perjalanan dilanjutkan hingga tiba di kawasan tepi Waduk Gajah Mungkur. Kawasan tepi Waduk Gajah Mungkur cukup teduh karena banyak terdapat pohon berukuran besar dan tua. Di sekeliling banyak ditemui warung-warung semi permanen yang menjual beraneka makanan dan minuman. Sepertinya menarik untuk mampir di salah satu warung untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan Waduk Gajah Mungkur. Namun kami mengurungkan niat dan meneruskan perjalanan menuju Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur yang letaknya cukup dekat.

Salah Satu Sudut Bendungan Gajah Mungkur

Area parkir Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur tampak sepi dan tidak terlihat adanya petugas parkir disekitar. Akhirnya kami memarkir kendaraan berdekatan dengan kendaraan yang telah terparkir lebih dahulu. Memasuki Taman Rekreasi Waduk Gajah Mungkur terdapat sebuah tempat berbentuk panggung kecil dengan tempat duduk melingkar dan dibangun secara permanen. Setiap hari libur dan hari raya, di kawasan ini sering diselenggarakan hiburan seperti jatilan dan orkes dangdut.

Di dekat panggung dibangun sebuah patung bedol desa sebagai tanda bahwa proses pembangunan waduk mengambil beberapa kecamatan di kabupaten Wonogiri. Warga yang tinggal di kecamatan tersebut ada dipersilakan pindah (transmigrasi) secara bersama-sama untuk menempati wilayah baru di luar Jawa. Patung Bedol Desa digambarkan oleh satu keluarga yang terdiri dari 4 orang yaitu bapak, ibu, kakak laki-laki, dan adik perempuan. Posisi ayah sedang memegang caping, posisi anak laki-laki sedang membawa buku, dan sang ibu sedang menggendong adik perempuan.

Tugu peringatan berupa Patung Bedol Desa yang terdapat di taman Rekreasi, menjadi saksi pengobanan 51 desa, kurang lebih 12.157 kepala keluarga dan 67.157 jiwa dengan cara bertransmigrasi bedol desa. Pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi Bedhol Deso ke Sitiung, wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Prasasti Bedol Desa Bendungan Gajah Mungkur

Di dekat area panggung dan patung bedol desa terdapat sebuah taman bermain yang kondisinya kurang terawat. Beberapa jenis permainan anak seperti ayunan dan jungkat-jungkit mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Selain itu fasilitas pendukung lain yang ada seperti kamar mandi dan wc umum sudah tidak dapat dipergunakan lagi karena airnya tidak berfungsi dan kondisi bangunan telah rusak.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya sampah yang berserakan di tepi jalan. Sebagian diantaranya menimbulkan bau busuk karena berupa sampah makanan. Ketiadaan tempat pembuangan sampah menjadi salah satu penyebab utama disamping kurangnya kesadaran pengunjung akan kebersihan lingkungan. Selain itu ketiadaan petugas kebersihan yang rutin membersihkan lokasi wisata juga turut menjadi salah satu penyebab kotornya obyek wisata.

Waduk Gajah Mungkur memiliki luas 9.700 hektar dengan panjang waduk mencapai 1.452 meter, tinggi waduk 42 meter dan volume 730 juta meter kubik

Aktivitas Memancing Di Tepi Bendungan Gajah Mungkur

Di sudut waduk Gajah Mungkur yang lain banyak orang melakukan kegiatan memancing. Banyak dari pemancing langsung terjun kedalam air yang dangkal di tepian waduk. Kami sempat melihat seorang pancing mendapatkan ikan air tawar setelah berhasil menarik kailnya.

Waduk atau Bendungan Serba Guna Gajah Mungkur ini mulai dibangun di akhir tahun 70-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt.

Bendungan Dan Tebing Bertuliskan Bendungan Serba Guna Wonogiri

Waduk ini direncanakan bisa berumur lebih dari 100 tahun. Namun karena pengelolaan hutan disekitar waduk tidak berjalan dengan benar, waduk ini mengalami pendangkalan. Erosi tanah ketika hujan turun disekitar waduk dan erosi pada aliran sungai yang bermuara waduk menambah endapan lumpur di waduk semakin meninggi.

Awal tahun 2009, terjadi banjir besar yang melanda hampir seluruh daerah aliran sungai Bengawan Solo. Akibat guyuran hujan yang terus menerus dan penuhnya kapasitas waduk Gajah Mungkur menyebabkan pintu saluran pembuangan waduk harus dibuka agar tidak jebol sehingga air dari waduk ini memperparah banjir yang melanda di daerah aliran sungai Bengawan Solo.

Annosmile Di Bendungan Gajah Mungkur

Secara teknis sudah dilakukan kegiatan pembangunan fasilitas pengendalian erosi seperti cek dam, rehabilitasi lahan, perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Waduk yang menghabiskan dana yang lumayan besar. Namun peran serta msyarakat di seluruh daerah disekitar waduk untuk tidak melakukan penebangan pohon, perusakan sabuk hijau yang mengelilingi waduk, dan tidak memanfaatkan DAS sebagai lahan pertanian perlu mendapat perhatian serius karena wialayah tersebut merupakan penyangga utama pelestarian waduk.

Keterlibatan masyarakat merupakan kunci pokok utama untuk menjaga kelestarian Waduk Gajah Mungkur. Semoga Waduk Gajah Mungkur bisa bertahan hingga 100 tahun sesuai dengan perkiraan ketika selesai dibangun.

Bookmark and Share

Ada 65 pendapat pembaca

Dibawah ini adalah pendapat yang dikirimkan pembaca atas artikel ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara bebas, anda boleh menulis apa saja asal mampu mempertanggungjawabkannya. Kami menerima kritik dan saran namun tidak menerima caci maki. Hidup cuma sekali, jangan sia-siakan hanya untuk menyakiti hati orang lain.

  1. endar:

    yen waduk wonogiri aku wis pernah mrono

  2. omagus:

    saya udah hampir 10 tahun nggak ke sana..! :D

  3. PRof:

    Waduk Gajah Mungkur, semoga bisa bertahan sampai 100 tahun, biar tak sia2 pengorbanan warga yang terkena Transmigrasi Bedol desa…..

  4. Andy MSE:

    jujur saja, melihat laju sedimentasi, saya kok ragu fungsi bendung bisa bertahan sampai 100th…

  5. neorenggana:

    Saatnya kita (baca : manusia) mulai sadar akan ekosistem alam, bukan hanya di porsir untuk keperluan hidup kita saja. Waduk ini merupakan tanggung jawab bersama namun kewenangan pemerintah adalah yang paling utama, jadi mohon perhatian yang sangat serius. (ninja)

  6. Pojok Pradna:

    trus…kl dah bisa bertahan 100 tahun…bakal diperpanjang jd 1000 tahun, ato abis kontrak trus dibongkar?

  7. mawi wijna:

    Semoga bertahan 100 tahun dan lebih.

  8. hendra:

    keren ceritanya mas, btw didaerahku ada juga waduk, waduk jatiluhur tapi kalo kemarau gak rame soalnya airnya pasti surut :D

  9. Bang Aswi:

    Antara cerita pribadi dengan informasi akan waduk terjalin dengan amat mesranya. Saya suka dengan suguhannya yang luar biasa dan membuat saya ingin sekali ke sana ….

  10. soulharmony:

    Habis ke Gunung ke Bendungan, besok kemana lagi om ?

  11. zee:

    Yang namanya waduk dimana-mana menyeramkan ya. Mgkn krn kedalamannya itu bikin orang waswas melihatnya (saya mksdnya:D).

  12. ciwir:

    di daerah sleman tepatnya di dusun gombang, kec mlati juga akan dibangun bendungan mas…
    bendungan BADAK MUNGKUR (lmao)

  13. rudis:

    Dongkrak ben cepet munggah menduwur

  14. dafhy:

    wew ke wonogiri gak bilang-bilang. kita kan bisa kopdar
    ya begitulah nasib waduk gajah mungkur sekarang
    semoga bisa bertahan seperti apa yang kita harapkan

  15. yos:

    walah cedak omaku kui mas…
    2 kilo ko ngomahku, omahku kan pokoh mas, cedak karo waduk
    kpan2 yen rono neh mampir omhku..

  16. ario saja:

    blom pernah kesana mas… klo waduh Selorejo di malang pernah

  17. raiderhost:

    ak blom pernah kesana mas …sumpah …

    ndak bohong aku ..

    tapi melihat penjelasannyadari sini kok terkesan kumuh, kotor :(

    jadi malas ach kesana

  18. alief:

    aku kok kurang yakin waduk itu bisa bertahan 100tahun

    bukan pesimis atau apapun iu namanya, tapi kalau pengelolaan dan perawatanya masih semau gue yaki n aja target itu gak akan kecapai

  19. Masad:

    Smoga saja bisa bertahan sampai 100thn

  20. Darin:

    Sedimentasi di sana memang parah. Kebetulan saya ikut di uji model fisik untuk spillway baru waduk ini, juga bendungan sabo di kali keduang. Harapannya sih bisa mengurangi tingkat sedimentasi hingga mencapai debit keluaran yg diinginkan..
    Btw, susah juga sosialisasi penghijauan ke masyarakat sana :(

  21. Joko Setiawan:

    Waaahhhh,,, Waduk yang kerennn…saya belum pernah ke sana euy :D

  22. darahbiroe:

    semoga dijaga agar bisa bertahan waduk gajah mungkur ini sebagai mana fungsinya

  23. woro:

    tempat wisata yang seperti yang harus dilestarikan apalagi umurnya dah tua. kebetulan aku juga suka segala hal yang berbau alam. asalkan tidak ada tangan tangan jahil yang mencoret coret bangunan bendungan atau membuat sampah disana sini.

  24. Epenkah:

    nama waduk ini sudah sering dengar tapi blm pernah kesana. Sayang bgt ya kalau sampai gak keurus..

  25. SemutGeniNet:

    pernah lewat doank nyoba jalan baru … jadi cuman liat dari atas doank … hehe

  26. big sugeng:

    Wah seru yaa jalan2 nya
    kalau perlu dikunjungi kondisi para transmigran yang melakukan bedol desa
    apakah mereka yang berkorban mendapat kehidup;an yang lebih bagus?

  27. Ongki:

    pengen jalan2 ke sana..

  28. delia:

    semoga semua pihak menjaga peninggalan penting buat generasi kita selanjutnya

    semoga suatu hari saya bisa kesana :)

  29. Den Hanafi:

    perawatan waduk ini sepertinya harus ditingkatkan lagi y kang!

    nais artikel. :)

  30. prof. helga:

    wih
    bendungannya luas amat ih
    pemandangannya juga bagus tuhh

    pengen deh suatu saat kesana

  31. ndop:

    mas, nek melu gabung teamtouring, mbayar piro??

  32. koplak:

    ktanya trjadi pendangkalan ya?

  33. soewoeng:

    rumah pakdeku dilep disana mas

  34. aldy:

    Kayaknya nggak lama lagi, jika tidak masalahnya bisa ditangani, bendungan ini akan menjadi daratan.

  35. buwel:

    wah, komplit neh tentang waduk gajah mungkurnya…eSSip!

  36. ulie:

    saya pernah sekali seumur idup kesana..
    tempat nya sepertinya menyenagkan…
    buat merenung
    * cie ileh * hahaha

  37. MacFamous:

    wahh jalan2 maknyuss ki bang annoo .. q malah lum pernah kesono hahahah .. ga pernah travelling cah ..

  38. indra1082:

    Manusia sendiri yg membuat kerusakan.. :?

  39. gus ikhwan:

    aku udah pernah kesana gan, tapi dulu kjalau sekarang aku belum kesana lagfi, mau kesana sibuk BW dan ga ada temen???

  40. alfon:

    saya malah baru pertama kali tau ada tempat seindah ini ketika berkunjung ke blognya mas..

  41. nietha:

    ada yang mo ngajakin aku jalan-jalan ke wonogiri nggak ya? hehehe.. good info nice friendship

  42. cipstuff:

    waduh gajah mungkur sudah kondang namanya, memang jika dilihat dari screen shoot nya memang sangat indah

  43. doelsoehono:

    saya belum pernah kesana tapi kalau untuk koment bisa-bisa aja ……kurangnya perawatan dan mengakibatkan rentannya kerusakan …..e e e gak nyambung ya.

  44. Wongsableng:

    saya belom pernah kesana haha

  45. ichanx:

    buset… ngeri juga ya… untuk satu waduk, harus ngorbanin puluhan ribu orang gitu… :(

  46. sarah:

    jd skrg, kira2 udah brp tahun y???

  47. Deka:

    Amien, sayang tempatnya kotor dan kurang terawat. harus segera di atasin.

  48. Didien®:

    keknya saya dulu pernah kesana, tp lupa tahun berapa?

  49. nurrahman:

    terakhir ke sana SD apa smp gt

  50. xitalho:

    terlalu banyak korban (rakyat) ..jika kemudian waduk Gajah Mungkur tidak di rawat dan dilestarikan

  51. achmad sholeh:

    jadi teringat Tahun 1995 mas, saat saya pernah kesana

  52. hasi aulia:

    waduk wonogiri luas juga ya,,,coba kalo di manfaatkan untuk yang lain,,,
    mungkin oke juga tuh,,,

  53. ice':

    uda lma gag ksna…
    pngen ksna lgi…

  54. Susur Sungai Bengawan Solo : Fenomena Rusaknya Lingkungan dan Potret Masyarakat Pesisir Sungai | TeamTouring:

    […] Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa berawal dari Hulu terbesar yaitu Waduk Gadjah Mungkur. Sungai ini melewati beberapa kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Solo, Ngawi, Cepu, Bojonegoro, […]

  55. Amer:

    Saya termasuk uwong sing melu bedol deso yang Sitiung, cuma penulisan sejarahnya kok podo salah sih, daerah Sitiung itu termasuk propinsi Sumatera Barat lho bukan propinsi Lampung

    • admin:

      terima kasih atas koreksinya
      sudah saya revisi :)

  56. seto atmojo:

    rumangsaku ra guno boos ditekakne kapal keruk,,,!!!!

  57. nurul:

    kok gak terawat ya? sampah dimana-mana. sangat di sayangkan

  58. timur:

    aku besar dan lahiir di sekitar waduk sdh 20 th gak lihat kangen aku karo desaku pokoh wonogiri soto pak roto sih ono ora yo mas

  59. tania nax smpn 23 kls VII C:

    aqu bsok arep neng waduk gajah mungkur…….. sopo seng arep ikut karo aku?????????? belonjo oleh2 seng tak bowo neng jakarta

  60. Bendungan Wonorejo, Antara Keindahan Alam dan Sepinya Wisatawan | TeamTouring:

    […] bukit kecil tersebut. Pemandangan dari atas bukit ini mirip saat kami mengunjungi obyek wisata Bendungan Gajah Mungkur di […]

  61. agung:

    coba anda amati kenapa patung bedol desa [pak tani] di waduk gajah munggur arah pandangnya tepat melihat ke arah gunung pegat..

  62. agung:

    coba anda amati kenapa patung bedol desa [pak tani] di waduk gajah mungkur arah pandangnya tepat melihat ke arah gunung pegat..

Kirim pendapat