Wacana Bumi Perkemahan Babarsari Sebagai Area Hijau

This item was filled under [ Park ]

Dulu ketika masih duduk di bangku SMP, saya pernah mengikuti kegiatan berkemah di Bumi Perkemahan Babarsari. Acara berkemah rutin digelar oleh cabang Pramuka sekolah setiap setahun sekali. Bumi Perkemahan Babarsari lokasinya dekat dengan kota Yogyakarta ini merupakan salah satu pertimbangan pemilihan lokasi berkemah dimana cukup mudah transportasinya.

Bumi Perkemahan Babarsari merupakan area berkemah dan camping yang sering digunakan untuk siswa-siswa SD dan SMP. Tempat ini kadang digunakan untuk kegiatan outbound para mahasiswa yang kampusnya tidak jauh dari tempat tersebut.

Pada suatu ketika, akhirnya saya kembali mengunjungi Bumi Perkemahan Babarsari beberapa waktu lalu. Tujuannya bukan berkemah di tempat ini melainkan membantu kawan yang sedang melakukan penelitian di tempat ini. Memasuki kawasan Bumi Perkemahan Babarsari, terlihat beberapa papan petunjuk arah banyak yang rusak dan tidak terawat. Kondisi area parkir pun juga tidak lepas dari kesan tidak terawat dan banyak sampah plastik berserakan di berbagai sudut. Taman-taman kecil yang dibangun memperindah kawasan parkir pun sudah lenyap menjadi tumpukan tanah yang gersang.

Tempat yang digunakan berkemah berada di area hutan terbuka sebelah barat. Tepatnya berada diantara rerimbunan pohon-pohon tinggi yang berjajar rapi. Ketika mengamati area berkemah tersebut terlihat bekas-bekas tanah yang digali dan beberapa patok yang terbuat dari bambu sengaja di tinggal di area ini. Beberapa sampah plastik sebagian tertimbun tanah yang tidak terurai dengan tanah. Sepertinya para pengguna lokasi berkemah ini kurang memiliki kesadaran untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Seharusnya memang kesadaran akan kebersihan lingkungan harus berasal dari dalam diri setiap manusia, bukan karena perintah seseorang karena hasilnya akan berbeda.

Di sebelah ujung barat kawasan hutan terbuka Bumi Perkemahan babarsari terdapat lapangan bola yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pada waktu sore hari. Di sisi sebelah utara lapangan hanya berupa tebing yang langsung menjorok ke bawah berbatasan dengan area persawahan warga. Tebing tersebut cukup dipenuhi tanaman perdu yang cukup tinggi dan jarang dijamah manusia.

Saat ini Bumi Perkemahan Babarsari sudah mulai jarang dimanfaatkan menjadi tempat caping dan berkemah seiring dengan menurunnya kegiatan Pramuka di sekolah-sekolah. Meskipun masih berstatus aktif sebagai kawasan bumi perkemahan.

Di area bagian tengah terdapat beberapa bangunan permanen yang disediakan untuk menunjang kegiatan pramuka. Beberapa bangunan yang diantaranya merupakan musholla, kamar mandi umum, dan aula yang cukup menampung hingga seratus orang. Kondisi kamar mandi umum jauh dari kelayakan karena beberapa pintu mengalami kerusakan, pipa airnya ada yang macet, dan beberapa diantaranya tidak ditemukan gayung. Bangunan aula lebih parah lagi dengan kondisi bangunan yang rusak parah dimana beberapa atap yang rusak tidak diperbaiki, beberapa jendela pecah kacanya, pintu tidak dapat ditutup dengan sempurna, lantai kotor dan rusak di beberapa sisi, dan masih banyak lagi.

Di sebelah timur area bangunan terdapat hutan terbuka sisi timur yang cukup luas dan hingga berhimpit dengan area persawahan. Terdapat bervariasi vegetasi dari pohon besar seperti gamal dan sengon hingga tanaman perdu dan semak belukar. Di beberapa bagian terdapat beberapa pondasi bangunan yang pengerjaan bangunannya terhenti lama. Dari  bentuk pondasi bangunan sudah bisa diperkirakan bangunan tersebut akan dibentuk menjadi bangunan kamar mandi umum. Saat ini kondisi pondasi tersebut sudah tertutup tanaman semak belukar dan pepohonan yang semakin tumbuh tinggi.

Melihat kondisi Bumi Perkemahan Babarsari yang cukup merana dan kurang terawat ini menimbulkan banyak pertanyaan akan eksistensi fungsi area perkemahan. Ada pendapat yang berharap kawasan ini sebaiknya dikembangkan menjadi hutan kota dan ada isu yang mengatakan sebagian kawasan ini akan dibuatkan jalan baru yang menghubungkan dengan jalan selokan mataram sisi timur Babarsari yang dirasa kurang strategis.

Saya lebih cenderung merujuk pada sebuah pendapat agar kawasan Bumi Perkemahan Babarsari dikembangkan menjadi hutan kota apabila kawasan ini sudah dihentikan operasinya sebagai lokasi perkemahan. Karena kita tahu bahwa kota Yogyakarta dan sekitarnya sendiri belum memiliki hutan kota seperti kota-kota lain di Indonesia.

Area hutan terbuka dan pepohonan kawasan Bumi Perkemahan Babarsari sendiri banyak ditemukan tanaman gamal (gliriside) yang berfungsi pagar hidup tanaman, pengendali erosi dan gulma tanaman. Pada kawasan hutan terbuka sebelah barat, tanaman gamal mendominasi kawasan ini dengan penanaman pohon yang teratur dengan jarak tertentu. Sedangkan di kawasan hutan terbuka sisi timur, tanaman gamal juga cukup banyak ditemukan meskipun ditanam secara menyebar serta acak dan jumlahnya bersaing dengan tanaman jenis lain semisal sengon.

Satwa yang tinggal di kawasan Bumi Perkemahan Babarsari didominasi oleh satwa burung dan serangga. Sejak pengamatan dari pagi hingga siang, saya melihat keberadaan jenis burung yang tinggal di kawasan ini. Walaupun saya tidak mengetahui secara pasti jenis burung tersebut, jumlah mereka cukup banyak dan tinggal di area hutan terbuka Bumi Perkemahan Babarsari. Hutan terbuka sisi timur lebih banyak ditinggali oleh burung liar daripada hutan terbuka sisi utara karena suasananya lebih rimbun penuh pepohonan dan jauh dari aktivitas orang yang sedang berkemah. Beberapa jenis serangga juga banyak ditemukan di kawasan ini. Beberapa jenis capung dan lebah banyak berkeliaran di sekitar hutan terbuka. Tidak menutup kemungkinan bila terdapat satwa lain seperti ular dan sebagainya.

Apabila kawasan Bumi Perkemahan Babarsari akan dikembangkan menjadi kawasan hutan kota atu hutan konservasi tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pendataan terlebih dahulu mengenai jenis dan populasi tanaman yang tersebar di area hutan terbuka di Bumi Perkemahan Babarsari dan satwa yang tinggal di tempat tersebut. Sebelum dilakukan penataan terhadap kawasan Bumi Perkemahan Babarsari. Fungsi hutan kota sendiri menurut Peraturan Menteri No. 71 tahun 2009 yaitu memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika, meresapkan air, menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota; dan, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. (text/foto: annosmile)


Incoming search terms for the article:

    BUMI PERKEMAHAN BABARSARI SELOKAN DI DESA KOTOR
-----------
Bookmark and Share
Popularity: 2,235 views

Artikel yang Berkaitan

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Comment